Tak Bisa Bersama

Tak Bisa Bersama
Pertandingan


__ADS_3

Dirumah Satria.


Satria duduk ditempat tidur sambil memegangi kalungnya. Selama ini dia mencari tetangganya dulu di Bandung.


Sekilas Cerita.


Dulu Satria baru pindah ke Bandung, sekitar umur 5 tahun. Dia mempunyai tetangga, dan tetangganya itu sangat baik kepada keluarga Satria, waktu itu perusahaan papanya Satria sedang mengalami masalah keuangan, dan untungnya ada tetangganya itu yang mau membantunya. Tetangganya itu juga mempunyai anak seumuran sama Satria, namanya Nala. Mereka berteman, sampai pada saat itu, Safa dan keluarga pindah entah kemana. Satria selalu mencari-cari mereka, susah sekali untuk menemukan tetangganya itu, apalagi Satria hanya mengetahui namanya Nala, tidak mengetahui nama panjangnya. Karna memang Nala anak yang tertutup.


Kembali ke sekarang...


“ Nala, Lo sebenernya dimana, apa Lo masih inget sama gue?" kata Satria sambil memperhatikan kalung yang diberi Nala sebelum pindah.


Tiba-tiba Amel masuk ke kamar Satria.


“ Lagi ngapain Sat?" tanya Amel.


“ Satria nggak lagi ngapa-ngapain kok mbak." jawab Satria.


“ Kamu masih simpan kalung dari Nala?" tanya Amel.


“ Iya mbak, aku masih berharap kalo aku bisa ketemu sama dia lagi." kata Satria.


“ Mbak doain semoga kalian bisa ketemu lagi ya." kata Amel.


“ Iya makasih mbak." kata Satria.


Saat sedang ngobrol sama Amel, ada suara motor datang, dan ternyata itu Radit, Riski, Faris. Amel pun membukakan pintu, dan menyuruh mereka masuk ke kamar Satria.


“ Lo kok dikamar aja, lagi ngapain sih Bro?" tanya Faris.


“ Ternyata kalian." kata Satria.


“ Iya lah siapa lagi kalo bukan kita." kata Radit.


“ Oh ya kalung siapa nih?" tanya Riski.


“ Kalung gue lah." kata Satria.


“ Dari siapa? pasti cewek kan?" tanya Faris.


“ Iya ini dari temen gue waktu dulu di Bandung, gue lagi nyari dia, selama ini gue udah nggak pernah ketemu lagi sama dia semenjak dia pindah dari Bandung, dan gue berharap bisa ketemu lagi sama dia." kata Satria.


“ Emang siapa nama temen Lo?" tanya Radit.


“ Namanya Nala." kata Satria.


“ Nama panjangnya?" tanya Riski.


“ nggak tau gue, yang gue tau namanya itu Nala, dan gue pengen ketemu dia karna keluarga dia dulu bener-bener udah baik banget sama keluarga gue." kata Satria.


“ Lo masih inget mukanya?" tanya Faris.

__ADS_1


“ Masih dikit sih, tapi nggak tau sekarang mungkin udah beda." kata Satria.


“ Emang Lo terakhir ketemu dia umur berapa?" tanya Radit.


“ Umur 6 tahunan." Jawab Satria.


“ Apa umur 6 tahun? ya pasti sekarang udah bedalah wajahnya, kalo iya pun masih sama, pasti nggak sama kaya dulu, lagian Nala juga pasti udah lupa sama Lo." kata Riski.


“ Ya itu makannya gue bingung, gue juga dulu jarang ketemu dia, palingan liat dari kejauhan, kalo gue ajakin main pasti dia malu-malu." kata Satria.


“ Kalo gitu bakalan susah nyarinya." kata Radit


“ Iya bener, kecuali ada keajaiban. mungkin kalian bisa ketemu lagi." kata Faris


“ Gue harap semoga keajaiban itu bener-bener ada." kata Satria.


Pagi Hari di Sekolah.


Hari ini ada pertandingan antar persahabatan bola basket antar sekolah. Sekolahan Acha menjadi tuan rumah.


“ Ayolah Cha nonton basket dulu, Satria sama teamnya maen, kita harus dukung mereka." kata Lala.


“ Gue pengen balik La, gue capek banget, kepala gue juga pusing." kata Acha.


“ Sebentar aja Cha...lagian kan cuma duduk nonton aja kan?" kata Lala.


“ Yaudah deh iya-iya." kata Acha.


Mereka berdua menuju lapangan basket, dan disana sudah rame sekali, mulai dari murid sekolahnya dan murid sekolah lawan.


“ Lo bawa minum nggak la, gue mau minum obat." kata Acha.


“ Lo sakit Cha?" tanya Lala.


“ Nggak la, gue cuma lagi datang bulan hari pertama, dan gue cuma mau minum obat penghilang nyeri aja." kata Acha.


“ Tapi Lo udah bawa obatnya kan?" tanya Lala.


“ Iya gue udah bawa." kata Acha.


“ Yaudah diminum dulu biar nggak sakit." kata Lala.


Pertandingan dimulai.


Semua penonton menyemangati para pemain. Pertandingan yang sangat panas, pointnya pun saling bersusulan. Saat sedang pertandingan, Acha ke toilet karna tiba-tiba perutnya sakit. Saat sedang berjalan menuju toilet melewati pinggir lapangan, tiba-tiba ada bola datang dari kejauhan.


“ Awas achhhaaa..." kata Satria karna dia yang melempar bola itu.


“ Acha...." kata Lala berteriak.


Tapi bola sudah mendarat di kepala Acha, dan Acha yang sedang tidak enak badan pun langsung jatuh pingsan.

__ADS_1


“ Acha..." kata Lala berlari menghampiri Acha.


Semua petugas PMI langsung berlari dan membawa Acha ke UKS, dan pertandingan pun dilanjutkan. Detik-detik terakhir waktu akan habis poin mereka hanya selisih 2, lebih unggul tim Satria.


“ Ayo satriaa.... Satria, Satria, Satria." kata para suporter cewek.


Teeeettt.


bel pun berbunyi, akhirnya pertandingan selesai. Pertandingan dimenangkan oleh Tim Satria yaitu tim dari sekolah Acha. Saat pertandingan selesai Satria tidak memikirkan menang atau kalah, dia langsung mencari Acha. Dia menuju UKS untuk melihat kondisi Acha.


“ Gimana keadaan Acha La?" tanya Satria.


“ Acha masih pingsan sat." kata Lala.


“ Ini semua gara-gara gue, harusnya gue lihat-lihat kalo mau lempar bola." kata Satria terlihat frustasi dan menyalahkan diri.


“ Nggak sepenuhnya salah Lo kok sat, Acha juga salah karna dia lewat dipinggir lapangan yang jelas-jelas masih digunakan buat pertandingan." kata Lala.


“ Tapi tetep gue merasa bersalah La, dan pasti sakit banget sampe Acha pingsan gini." kata Satria.


“ Ya mungkin kena bola emang sakit sih, tapi kalo Acha tadi baik-baik aja pasti nggak bakalan pingsan." kata Lala.


“ Maksud Lo gimana la?" tanya Satria.


“ Tadi Acha emang lagi nggak enak badan Sat, dia bilang mau ke toilet, tapi bodohnya gue kenapa udah tau Acha lagi sakit malah sibuk nonton pertandingan tadi dan malah biarin Acha pergi sendirian." kata Lala.


“ Jadi Acha lagi sakit?" tanya Satria.


“ Iya Sat." kata Lala.


Saat Satria dan Lala sedang ngobrol, tiba-tiba Acha terbangun.


“ Lala..." panggil Acha.


“ Acha kamu udah sadar? gimana keadaan kamu? apa masih pusing?" tanya Lala.


“ Gimana keadaan Lo Cha?" tanya Satria.


“ Kepala gue pusing banget La." kata Acha.


“ Yaudah Lo istirahat disini aja dulu ya, biar gue telfon bang Radit buat jemput Lo." kata Lala.


“ Nggak usah la, ntar Acha biar gue aja yang anterin balik." kata Satria.


“ Nggak, gue nggak papa, tolong telfon bang Radit aja La." kata Acha.


“ Yaudah gue ke depan dulu ya Cha buat cari sinyal." Kata Lala.


Sekarang hanya ada Satria di dalam UKS.


“ Cha maafin gue ya, gue nggak sengaja tadi lempar bola ke arah Lo." kata Acha.

__ADS_1


“ Bukan salah Lo Sat, ini salah gue karna gue lewat dipinggir lapangan." kata Acha.


“ Tapi tetep gue yang ngerasa bersalah Cha, pasti kepala Lo sakit banget." kata Satria.


__ADS_2