
Satria dan Acha sampai ke tempat acara pernikahan Mamanya duluan, mereka berdua menunggu yang lain sampai.
Saat mbak Amel sudah datang Satria dan Acha masuk bersama-sama. Di sana juga pastinya ada Farel.
“ Hai sayaanggg... makasih ya udah mau datang ke acara pernikahan mama." kata Bu Fara.
“ Iya sama-sama ma." kata Satria.
“ Makasih ya Amel, Andhika, kalian udah mau datang." kata Bu Fara.
“ Iya sama-sama ma." kata Amel dan Andhika.
“ Mama juga harus berterima kasih sama papa, karna kalo ngga karna papa, mungkin kita nggak bakal ada di sini." kata Satria karna dia datang ke Acara pernikahan Mamanya juga terpaksa karna suruhan papanya.
“ Iya makasih ya mas udah mau dateng." kata Bu Fara
“ Iya sama-sama." jawab Pak Reno.
“ Oh ya kamu yang waktu itu ketemu pas makan malam itu kan, siapa Tante lupa." kata Bu Fara.
“ Aku Acha tan." kata Acha.
“ Oh iya Acha, makasih juga ya sayang udah mau Dateng ke acara pernikahan Tante, kamu bener-bener cantik banget hari ini." kata Bu Fara.
“ Makasih Tan." kata Acha.
Dari kejauhan Farel melihat Acha, dia langsung menghampiri Acha.
“ Hai Cha..." sapa farel.
“ Hai rel." kata Acha
“ ngapain sih nih orang pake nyapa-nyapa Acha segala." Batin Satria.
“ Kalian saling kenal?" tanya Bu Fara.
“ Kan Acha temen sekelas ku ma." kata Farel.
“ Oh gitu ya, dunia bener-bener sempit banget ya." kata Bu Fara.
Ijab qobul pun selesai.
“ selamat ya Far, semoga kamu bisa hidup bahagia bersama Devan." kata Pak Reno.
“ Iya sama-sama mas." kata Bu Fara.
“ Pastilah, Fara akan bahagia hidup sama saya." kata Pak Devan dan pak Reno pun hanya diam.
“ Selamat ya ma." kata Satria.
“ Iya makasih ya sayang, dan sekarang om Devan udah jadi papa kamu." kata Bu Fara.
“ iya Satria, kamu sekarang bisa panggil saya papa, oh ya kamu juga bisa tinggal dirumah saya, rumah saya terbuka buat kamu, kapan pun kamu mau datang silahkan." kata Pak Devan.
__ADS_1
“ Sebelumnya terima kasih om, tapi selagi papa masih ada, papa aku tetep papa Reno, permisi aku pergi dulu." kata Satria meninggalkan mama dan papa tirinya.
Acara selanjutnya adalah acara pesta dansa. Satria mengajak Acha untuk dansa. Satria menghampiri Acha yang duduk bersama mbak Amel dan mas Andhika. Tapi ternyata Farel juga menghampiri Acha untuk diajak dansa juga.
Satria dan Farel mengacungkan tangan untuk mengajak Acha dansa. Acha pun Bingung harus pilih siapa.
“ Aduh kok mereka ngajakin gue dansa sih, gue jadi bingung mau dansa sama siapa?" Batin Acha.
Tiba-tiba Radit datang, Radit juga di undang mbak Amel untuk datang ke acara pernikahan Mamanya Satria.
“ Sama bang radit aja Cha dansanya." Kata Radit menggandeng tangan Acha.
“ Maaf ya, gue mau dansa sama bang Radit aja." kata Acha kemudian dia berdansa bersama bang Radit.
Setelah Acara selesai Acha pulang tetap bersama Satria menggunakan mobil papanya.
“ Sat." panggil Acha.
“ Kenapa?" jawab Satria tanpa melihat Acha, dia tetap fokus menyetir.
“ Lo kok diem aja, Lo marah sama gue?" kata Acha.
“ Menurut Lo?" kata Satria tetap tak menatap Acha.
“ Lo marah karna gue nggak dansa sama Lo? gue bingung aja mau dansa sama siapa, kalo gue milih salah satu dari kalian pasti nanti bakalan ribut, ya mending sama bang Radit dari pada harus nanggung resiko, kalo misal marah ya biar kalian berdua sama-sama marah, gue nggak salah kan?" kata Acha.
“ Ternyata Lo peduli sama perasaan dia juga ya, emang dia bener-bener pinter banget mewarisi ilmu papa nya." kata Satria.
“ Ilmu apaan? ilmu sihir?" kata Acha
“ Emang Farel rebut cewek siapa? cewek Lo? emang Lo punya cewek? eh lupa kan Lo ceweknya banyak." kata Acha.
“ Terserah Lo deh Cha, capek ngomong sama lo.x kata Satria.
Sampai Di rumah Acha.
“ Makasih ya Sat Udah nganterin gue." kata Acha.
“ Hem, Yaudah sana masuk." kata Satria.
“ Oh ya, gue minta maaf ya kalo tadi udah bikin Lo kesel, dan tetep semangat Lo harus bersikap dewasa ya, jangan egois, nyokap Lo juga berhak bahagia, Lo harus tetep patuh sama nyokap Lo." kata Acha.
“ Lo nih ya Cha, gue tadinya mau kesel sama Lo, tapi Lo nih selalu bisa bikin gue luluh." Batin Satria.
“ Yaudah balik sana, atau mau main dulu." kata Acha.
“ eh iya, Yaudah gue balik dulu." kata Satria.
Hari ini hari libur, Acha ingin mengajak Radit jalan jalan. Acha menghampiri Radit di kamarnya.
“ bang Radit... bangun donk bang..." kata Acha menepuk-nepuk pipi Radit.
“ Apa sih Cha... kepala Abang pusing." kata Radit.
__ADS_1
“ Tunggu-tunggu, Abang sakit?" tanya Acha memegang jidat Radit.
“ Abang ngga papa cuma agak pusing aja kepalanya." kata Radit.
“ Nggak-nggak, Abang harus periksa, badan Abang panas gini." kata Acha.
“ Ngga usah Cha nanti paling sembuh sendiri." kata Radit.
“ Kalo nanti kelamaan bang, kalo tambah sakit gimana?" tanya Acha.
“ Kamu doain Abang kamu sakit Cha?" kata Radit.
“ Ya nggak gitu, makannya periksa biar cepet sembuh." kata Acha
“ Terserah kamu lah Cha, bikin kepala Abang tambah pusing aja." kata Radit.
Akhirnya Acha mengantar Radit pergi ke rumah sakit untuk periksa. Saat sedang menunggu Radit diperiksa, Acha melihat Lala dan mamanya. Acha pun mengikut mereka berdua. Sampai akhirnya Lala masuk ke sebuah ruangan dan mamanya menunggu di depan.
“ Tante, kok Tante disini?" tanya Acha.
“ Eh Acha, iya Cha, kamu sendiri kok disini?" tanya Mamanya Lala.
“ Iya Tan, Acha nganter bang Radit periksa, katanya nggak enak badan. Oh ya kok Tante disini?" tanya Acha.
“ Iya Cha, Tante nganter Lala periksa." kata Mamanya Lala.
“ Lala sakit apa Tan?" tanya Acha.
“ Ngga, Lala cuma demam mungkin karna kecapean." kata Mamanya Lala.
“ Tapi kenapa masuknya ke ruangan buat periksa ke dokter spesialis gitu Tan, Tante nggak lagi bohong sama Acha kan Tan?" kata Acha.
“ Eee... gimana ya Tante jelasinnya." kata mamanya lala.
“ Cerita aja sama Acha Tan, lagi pula Lala juga sahabatnya Acha Tan, Acha nggak mau Lala sampe kenapa-kenapa." kata Acha khawatir.
“ Kamu jangan bilang-bilang ke Lala ya Cha, karna dia ngga mau kalo ada orang yang tau tentang penyakitnya." kata mamanya lala.
“ Jadi selama ini Lala sakit Tan, kenapa dia ngga cerita sama aku sih." kata Acha.
“ Iya Cha, Lala itu mengidap kanker darah." kata Mamanya Lala dengan wajah yang sedih.
“ apa? Tante nggak lagi bohong kan Tan?" tanya Acha tidak percaya.
“ Tante ngga bohong Cha, Tante juga bingung harus gimana? nggak ada cara lain lagi selain mengikuti apa yang dokter anjurkan." kata mamanya lala.
“ Tante yang sabar ya, pasti Lala bakalan sembuh kok, Acha yakin." kata Acha.
“ Oh ya jangan bilang ke Lala ya kalo kamu udah tau tentan ini, dan Tante minta tolong banget sama kamu Cha, tolong jauhi Satria. karna selama ini Lala selalu cerita kalo dia suka sama Satria, tapi Satria malah sering jalan sama kamu, Tante mohon sama kamu ya sayang, Tante pengen melihat Lala bahagia dan bisa sembuh. kamu pasti juga seperti itu kan Cha?" kata Mamanya Lala.
“ Iya Tan, Acha bakalan lakuin apapun demi Lala, yang penting Lala bisa sembuh." kata Acha.
“ makasih ya sayang, kamu udah baik banget sama Lala dan kamu juga udah mau jadi sahabat Lala." kata mamanya lala memeluk acha
__ADS_1
“ Iya sama-sama Tan." jawab Acha sambil membalas pelukan mamanya lala.