
“ Untung aja Satria masih pake handuk, kalo nggak gimana coba? ntar mata gue nggak suci lagi deh udah ternodai." Kata Acha
Tak lama kemudian ada telfon dari Satria.
“ Hallo kenapa Sat?" tanya Acha.
“ E- e- engga Cha, gue mau minta maaf aja soal tadi." kata Satria.
“ Iya ga papa sat, namanya juga Daffa masih anak kecil, untung aja Lo pake handuk, kalo nggak mata gue bisa ternodai tau ngga sih." kata Acha.
“ Ya sekali lagi gue minta maaf, tapi juga juga heran kok Daffa tumben banget tiba-tiba main hp gue dan video call Lo juga." kata Satria.
“ Tadi sih Daffa bilangnya kangen sama gue, dia pengen ditemenin main, emangnya Lo nggak nemenin dia main, jahat banget sih Lo sat." kata Acha.
“ Ya temenin lah Cha, ya tapi Lo tau sendiri kan gimana Daffa, kalo lagi marah bener-bener bikin semuanya bingung, kalo minta apa-apa harus diturutin." kata Satria.
“ Kasian banget, mungkin dia gitu karna kesepian kali sat." kata Acha.
“ mungkin juga sih Cha, oh ya ntar malem mau nonton balapan nggak Cha?" tanya Satria.
“ Iya sat." jawab Acha.
“ Ntar bareng aja ya sama gue, gimana Lo mau nggak?" tanya Satria.
“ Boleh, tapi nggak usah marah-marah kaya tadi pagi ya?" kata Acha.
“ Iya-iya, lagian gue kesel aja, masak gue ajakin Lo berangkat bareng nggak mau, tapi malah berangkat bareng farel." kata Satria.
“ Ya itu juga karna tadi motor farel mogok, terus gue tawarin bareng aja, tapi farel ternyata orangnya baik kok sat" jawab Acha.
“ Kalo soal itu gue nggak tau Cha." jawab Satria
“ Mau sebaik apapun dia, kalo dia rebut Lo dari gue, gue tetep anggap dia baji**** kaya bokapnya yang udah rebut mama dari bokep gue." Batin Satria
“ Sat, hallo kok Lo diem aja, Lo masih disana kan?" tanya Acha.
“ Eh iya Cha, gue masih di sini kok." jawab Satria.
“ Lo ngalamun ya? ngaku Lo?" tanya Acha.
“ Tau aja Lo Cha." jawab Satria.
“ udah gue duga, lagian ngalamunin apaan sih, jangan-jangan Lo ngalamunin gue, hahah." kata Acha.
“ Kalo emang bener gimana? emang gue lagi ngalamunin Lo? mengagumi ke bawelan Lo, hahah." kata Satria.
“ Awas aja Lo ya sat kalo nanti ketemu." kata Acha.
“ Kalo ketemu emangnya mau di apain Cha?" tanya Satria.
“ Mau gue tampil tuh muka." kata Acha.
“ Duh jadi takut nih gue." kata Satria.
“ Udah ah gue mau makan dulu." kata Acha.
“ Yaudah sana makan gih, biar tambah bawel lagi." kata Satria.
“ Awas Lo ya sat." kata Acha tapi langsung dimatiin Satria.
Malam Hari
Satria menjemput Acha.
__ADS_1
“ Assalamualaikum..." kata Satria mengetuk pintu.
Pintu pun terbuka
“ Wa'alakumsalam." kata Acha menatap Satria.
“ Yaudah yuk katanya mau nonton balapan?" ajak Satria.
“ Nonton-nonton, nanti dulu sesuai omongan gue tadi, gue mau tampol muka Lo dulu." kata Acha.
“ Yah Lo serius Cha? tadi kan gue cuma becanda Cha, maafin gue." kata Satria.
“ Tapi ada syaratnya." kata Acha.
“ Apa syaratnya?" tanya Satria.
“ Lo harus traktir gue makan." kata Satria.
“ boleh, kalo mau minta traktir bilang aja, nggak usah pake alasan aneh-aneh." kata Satria
“ Tapi sama temen-temen gue juga, nggak cuma gue." kata Acha.
“ Kok sama temen Lo juga, nggak jadi traktir deh gue." kata Satria
“ Yaudah kalo gitu gak jadi pergi dan gue nggak mau maafin Lo." kata Acha.
“ Yaudah deh iya-iya." kata Satria.
“ Terpaksa nggak nih?" tanya Acha
“ Agak terpaksa sih, tadinya pengen berdua sama Lo aja." kata Satria.
“ Kalo cuma berdua nanti yang ketiganya setan." kata Acha
“ Yaudah iya deh terserah Lo." kata Satria.
“ Ntar mau makan dimana?" tanya Satria.
“ Di cafe sebelah bengkelnya bang Azmi aja." kata Acha.
“ Yaudah deh, mau makan sekarang atau nanti aja?" kata Satria.
“ Sekarang aja, temen gue udah nunggu." Kata Acha.
Satria melajukan motornya untuk menuju ke cafe sebelah bengkelnya Azmi. Sesampainya di cafe Acha langsung bergabung Sama temannya.
“ Tenang, temen gue nggak banyak kok, jadi Lo nggak perlu bayar banyak-banyak." kata Acha kepada Satria, tapi tak di jawab Satria.
“ Hai Cha..." sapa teman Acha.
“ Sorry gue telat, duduk dulu Sat." kata Acha.
“ Siapa Cha? cowok Lo?" tanya Temanya Acha.
“ Bukan, kenalin ini Satria temen sekolah gue, Sat kenalin mereka berdua temen gue. ini namanya Dita dan Faneza." kata Acha.
“ Dita." kata Dita menjabat tangan Satria.
“ Satria." balas Satria.
“ hai kenalin gue Faneza." kata Faneza.
“ Satria." kata Satria.
__ADS_1
Sebenarnya Acha dan teman-temannya hanya mau kumpul-kumpul biasa, tapi mumpung ada Satria, Acha minta traktir Satria.
“ Oh ya guys kalian udah pesen apa aja?" tanya Acha.
“ cuma masih pesen minum doang kok Cha " jawab Dita.
“ Kalian malam ini boleh makan sepuasnya, karna nanti mau di bayarin sama Satria." kata Acha.
“ Serius Cha?" tanya Faneza.
“ Lo yang bayarin kan Sat?" tanya Acha
“ Iya." jawab Satria singkat.
“ Kok Lo lemes gitu sih?" tanya Acha.
“ Gue mau ke bengkelnya bang Azmi, nih pake kartu ATM gue buat bayar Makanannya." kata Satria.
“ Tapi gue nggak tau pin kartu Lo?" tanya Acha.
“ ntar gue chat nomor pin nya." kata Satria.
“ Yaudah makasih ya sat." kata Acha.
“ Sama-sama." jawab Satria kemudian pergi ke bengkelnya Azmi yang ada di sebelah Cafe.
Di bengkel, Satria bergabung sama temen-temennya.
“ Katanya Lo mau ke sini sama adik gue?" tanya Radit.
“ Iya, Acha nya lagi di cafe sebelah sama temen-temennya, udah gitu gue suruh traktir dia sama temen-temennya lagi." kata Satria.
“ Emang Acha tuh selalu gitu, ntar biar gue ganti." kata Radit.
“ Nggak usah, bukan gue yang permasalahkan, yang gue permasalahkan tuh, ternyata gue juga harus traktir temen-temennya juga, gue jadi nggak bisa berdua sama Acha." Kata Satria.
“ Santai bro, Acha cuma ketemu temennya sebentar kok, mereka soalnya juga mau balik, mereka bukan anak sini, mereka temen Acha dari Surabaya." kata Radit.
“ Yaudah deh, oh ya Lo ntar main balapan nggak?" tanya Satria.
“ Main donk, dan gue juga harus menang pokoknya " kata Radit.
Seperti yang dikatakan Radit, Acha pun sudah kembali menyusul Satria ke bengkelnya Azmi.
“ Udah selesai traktir temen-temennya?" tanya Satria.
“ Udah, makasih ya sat, sering-sering traktir gini donk." kata Acha.
“ Kalo traktir Lo sih gue nggak masalah, tapi nggak ngajak temen-temen Lo juga kali." kata Satria.
“ Ya kan sekali-kali, oh ya katanya mau ngajakin nonton balapan." kata Acha.
“ Lagi nunggu motor, masih di benerin." kata Satria.
“ Liat bang Radit nggak sat?" tanya Acha.
“ barusan dia ke tempat balapan, kalo Lo mau kemana, duluan aja nggak papa." kata Satria.
“ Nggak ah nunggu Lo, ntar Lo ilang lagi gimana." kata Acha.
“ Ya kali masak gue ilang, emang gue bocah." kata Satria.
“ Siapa tau, eh tapi nggak ada juga yang mau culik Lo nggak guna juga." kata Acha.
__ADS_1
“ Tuh kan mulai, ntar ujung-ujungnya marah lagi." kata Satria.
“ Kan cuma becanda." kata Acha.