Tak Bisa Bersama

Tak Bisa Bersama
Visi misi


__ADS_3

Satria mengantarkan Acha sampai rumah.


“ Yaudah sana balik." kata Acha.


“ Makasih kek, atau suruh masuk kek atau apa gitu." kata Satria.


“ Lo nggak liat jam? ini udah malem, nggak ada mampir-mampiran." kata Acha.


“ Yaudah sama-sama Cha, dan besok lagi tau gitu mending gue biarin Lo sendirian di jalanan." kata Satria menyalakan motornya.


“ Yaudah makasih." kata Acha.


“ Nggak ikhlas banget sih nadanya." kata Satria.


Tiba-tiba dari dalam pintu terbuka.


“ Acha kamu dari mana aja Cha..., Abang khawatir banget sama kamu." kata Radit.


“ Dari mana, dari mana, harusnya yang nanya tuh aku bang, Abang dari mana Acha telfonin nggak dijawab?" tanya Acha.


“ Ya maaf tadi Abang masih dijalan sama temen-temen Abang." kata Radit.


“ Udahlah kalian berdua sama aja." kata Acha kemudian masuk ke rumahnya.


“ Radit" kata Satria.


“ Satria? kok Lo bisa sama Acha." kata Radit.


“ Iya tadi gue Acha, sama Lala makan bareng diluar, terus motornya Acha mogok dit." kata Satria.


“ Terus sekarang motor gue dimana?" tanya Radit.


“ itu motor Lo?" tanya Satria.


“ Iya itu motor gue, dan motornya Acha gue pinjem tadi " kata Radit


“ Pantesan gue familiar banget sama tuh motor, motornya ada di bengkelnya bang Azmi, Lo tau kan?" kata Satria.


“ Iya gue tau sat, oh ya kalo gitu makasih banget ya Lo udah bantuin Acha buat bawa motor ke bengkel, dan makasih udah mau anterin Acha." kata Radit.


“ Jadi Acha itu Adel Lo?" tanya Satria.


“ Iya dia Adel gue, oh ya kok Lo bisa kenal sama Acha?" tanya Radit.


“ Iya dit, dia temen sekolah gue, dan sekarang gue udah pindah ke sini." kata Satria.


“ Oh jadi gitu, oh ya kalo gitu yuk masuk dulu." ajak Radit.


“ Thanks dit, tapi lain kali aja deh, udah malem." kata Satria.


“ Sekali lagi makasih ya udah anterin adek gue balik." kata Radit.


“ Iya dit sama-sama, lagian awalnya juga Acha nggak mau gue anterin, dia malah jalan kaki katanya sambil nunggu taksi lewat, tapi untungnya ada petir terus dia mau gue anterin balik." kata Satria.

__ADS_1


“ Dia memang ada trauma sama petir ." kata Radit.


“ Oh pantesan abis denger suara petir dia langsung kaya ketakutan gitu." kata Satria.


“ Yang sabar aja kalo sama dia, suka ngeselin, tapi dia juga sebenernya anak yang polos." kata Radit.


“ Iya gue ngerti kok dit, Yaudah kalo gitu gue balik dulu ya." kata Satria.


“ Hati-hati sat." kata Radit.


Pagi Hari.


Acha sarapan bersama Radit. Tapi Acha masih saja cuek dengan Radit karna masalah semalem.


“ Cha ntar biar Abang anterin aja ya, soalnya motor kamu mau Abang pinjem." kata Radit.


“ Nggak, aku mau berangkat sendiri." kata Acha.


“ Kamu masih marah sama Abang Cha? maafin Abang donk Cha...kan Abang sudah bilang sama kamu kalo Abang lagi dijalan jadi nggak kedengaran." kata Radit.


“ Terus kalo nggak ada Satria Abang juga masih tetep nggak nyariin aku? Abang lebih milih pergi-pergi sama temen-temen Abang dari pada keselamatan Acha." kata Acha.


“ Ya nggak gitu Cha, Abang juga peduli sama kamu, Abang juga nggak mau kamu kenapa-kenapa, tapi semalem Abang juga udah telfonin kamu tapi nggak dijawab." kata Radit.


“ Kenapa Abang nggak tanya Lala atau temen aku?" kata Acha.


“ Ya mana Abang kepikiran ke situ Cha, namanya juga orang panik, maafin Abang ya Cha...plus Cha..." kata Radit.


“ Lagian Abang juga pergi kemana sih, nggak ngasih tau aku, nggak ngabarin sama sekali." kata Acha.


“ Beneran nggak nih, ntar besok-besok paling di ulang lagi." kata Acha.


“ Iya serius Acha... maafin Abang ya?" kata Radit.


“ Yaudah iya." kata Acha.


“ Abis ini biar Abang anterin ya, ntar Abang mau pinjem motor kamu soalnya." kata Radit.


“ Mau kemana?" tanya Acha.


“ Mau ke kampus, nanti pulang dari kampus mau ambil motor Abang di bengkelnya Azmi." kata Radit.


“ Siapa Azmi? bukannya motor Abang lagi dibenerin di bengkel sepupu Satria." kata Acha.


” Ya itu Cha, Azmi itu kakak sepupu nya Satria, dan Azmi itu temennya Abang." kata Radit.


“ Oh gitu." kata Acha.


“ Oh ya Cha Abang mau nanya, sebenernya kamu sama Satria itu ada hubungan apa sih Cha." kata Radit menggoda adiknya.


“ apaan sih kak, orang kita cuma temenan." kata Acha.


“ serius cuma temen?" kata Radit.

__ADS_1


“ Nggak percaya ya udah, lagian cowok Playboy modelan kaya dia mah cuma bisanya ngandelin muka bang, tebar pesona sana sini." kata Acha


“ Tapi Satria nggak seburuk itu juga Cha, dia sebenarnya baik, cuma kamu belum kenal sifat aslinya aja." kata Radit.


“ Mau dia baik atau jahat, Acha nggak peduli bang, intinya dia selalu bikin kacau semua rencana Acha di sekolah." kata Acha.


“ Awas Cha jangan terlalu benci ntar Lo malah suka lagi sama Satria." kata Radit.


“ Apaan sih bang, amit-amit suka sama buaya darat kaya dia." kata Acha


“ Yaudah yuk Abang anterin." kata Radit.


Acha berangkat sekolah diantar Radit.


Sampai sekolah.


“ Hai dit." sapa Satria.


“ Eh Lo sat, oh ya motor gue udah beres belum?" tanya Radit.


“ Udah kata bang Azmi dit, mau di ambil atau mau gue anterin ke rumah Lo aja?" tanya Satria.


“ Nanti biar gue ambil aja Sat." kata Radit.


“ Hai Cha... gimana masih takut nggak denger suara petir." kata Satria.


“ Apaan sih, Yaudah gue mau masuk dulu bang, males di sini ada pengganggu." kata Acha.


“ Oh ya ntar balik sama Satria aja Cha, nanti Abang tunggu di bengkelnya Azmi." kata Radit.


“ Nggak usah, aku bisa balik sendiri bang." kata Acha kemudian pergi.


“ Gue nitip adek gue ya Sat, tolong jagai jangan sampe lecet." kata Radit.


“ Siap dit." kata Satria.


Saat jam istirahat Acha dan Satria dipanggil Bu Rita yang bertanggung jawab dengan organisasi OSIS.


“ Ibu memanggil kalian ke ruangan ibu karna ada yang mau ibu sampaikan, banyak siswa, pengurus OSIS, bahkan guru-guru juga, memberi saran kepada ibu, kalo Satria itu selalu aktif dalam pelajaran, sosialisasi bersama teman dan ibu dengar juga Satria pernah jadi ketua OSIS?" tanya Bu Rita.


” Iya Bu." kata Satria.


“ Kamu mau nggak mencalonkan diri jadi calon ketua OSIS? dan nanti ibu pasangkan kamu dengan Acha, kamu nanti jadi calon wakilnya ya Acha?" kata Bu Rita.


“ Emang harus saya sama dia ya Bu? kenapa nggak sama yang lain aja Bu?" kata Acha.


“ yang lain sudah ibu bentuk beserta pasangannya, dan kamu ini sama Satria aja ya, Gimana Satria?" kata Bu Rita.


“ sebenernya saya pikir nantinya jadi ketua OSIS bakalan capek Bu, tapi kalo wakilnya Acha sih nggak masalah buk, jadi ada yang nyemangatin." kata Satria.


“ Apaan sih Lo Sat." kata Acha.


“ Sudah-sudah, sekarang kalian kembali ke kelas ya. dan persiapkan visi misi kalian untuk kampanye." kata Bu Rita.

__ADS_1


“ Siap Bu." jawab Satria.


__ADS_2