Tak Bisa Bersama

Tak Bisa Bersama
Geng Alaska


__ADS_3

Setelah motor Satria selesai di perbaiki, Acha dan Satria langsung menuju tempat balapan.


“ Lo mau ikut balapan nggak sat?" tanya Acha.


“ Iya." jawab Satria.


“ Yaudah kalo gitu biar aku turun." kata Acha.


“ Nggak usah, Lo ikut gue balapan aja." kata Satria.


“ Nggak ah." jawab Acha.


“ Kenapa? takut?" tanya Satria.


“ Ya gue nggak suka aja kalo diboncengin ngebut-ngebut." kata Acha.


“ Tenang aja nggak papa Cha." kata Satria kemudian ikut berbaris di garis Start


Semua mata langsung tertuju pada Satria dan Acha.


“ Bro Lo nih bener-bener so sweet banget, sampe balapan pun Acha di ajak." kata Faris


“ Biarin, suka-suka gue donk, emang ada larangan pas balapan boncengin Cewek?" tanya Satria.


“ Ya nggak ada sih." kata Cewek pemegang bendera start.


“ Yaudah langsung mulai aja." kata Satria


1- 2-3 tiga motor pun langsung melaju dengan kecepatan tinggi.


“ Sat gue takut, jangan ngebut-ngebut." kata Acha.


“ Kalo nggak ngebut nggak menang donk Acha..." kata Satria.


“ Ya tapi gue takut." kata Acha.


“ Udah pegangan gue yang erat aja, jangan lepasin." kata Satria.


Dari kejauhan sudah terlihat lampu motor yang datang, dan Ternyata Satria dan Acha yang sampai duluan.


“ Keren sih bro." kata Riski.


“ Ini berkat Acha, ya nggak Cha?" tanya Satria.


“ keren apaan? gue takut tau, naik motor ngebut banget." kata Acha..


“ Kalo nggak ngebut ya nggak menang donk Cha." kata Satria.


Acha kemudian kembali ke Cafe, karna dia capek dan memilih menunggu di cafe.


“ Gue mau ke cafe sebelah bengkelnya bang Azmi dulu ya bang." kata Acha kepada Radit.


“ Iya Cha, ntar kamu balik sama siapa?" tanya Radit.


“ Aku balik sama Satria kayaknya bang." kata Acha.


“ Yaudah kalo gitu." kata Radit.


Acha memilih memesan minuman saja, karena tadi sudah makan bersama teman-temannya. Saat sedang duduk tiba-tiba ada Tasya, Selly dan Azizah datang.


“ Kita boleh gabung duduk sini nggak?" tanya Tasya.

__ADS_1


“ Duduk tinggal duduk aja." jawab Acha.


“ Oh ya Cha gue mau ngingetin aja sama Lo ya, asal Lo tau si Lala sahabat Lo itu cerita sama gue kalo dia itu suka sama Satria, tapi Lo malah deketin Satria." kata Tasya.


“ Maksud Lo apaan sih?" tanya Acha.


“ Masih nanya nih anak, harusnya Lo tuh sadar kalo Lala itu suka sama Satria, kita yang bukan sahabatnya aja ngerti masak Lo yang sahabatnya malah nikung dia sih." kata Selly.


“ Kalo gue jadi Lala mending gue nggak sahabatan lagi sama Lo, secara masak tega sih seorang sahabat nikung sahabatnya sendiri." kata Azizah.


“ Iya juga ya, apa gue salah? tapi selama ini gue sama Satria cuma temenan aja, apa itu bikin Lala cemburu, jangan sampe persahabatan gue sama Lala hancur gara-gara cowok, lebih baik gue jauhin Satria dari pada bikin Lala cemburu." Batin Acha.


“ Mikir kan Lo? makannya lain kali tuh difikirin dulu sebelum kejadian gini?" kata Selly.


“ Kalo Lo tetep deketin Satria berarti Lo bener-bener jahat sih." kata Tasya.


Acha hanya diam tak menggubris omongan Tasya dan gengnya itu.


“ Yaudah kita pergi dulu, kita bilang gini karna memang kita kasihan sama Lala aja." kata Tasya kemudian pergi bersama teman-temannya.


Setelah balapan selesai, Radit dan Satria menghampiri Acha


“ Yaudah yuk balik Cha." kata Satria.


“ Gue mau balik sama bang Radit aja sat biar Sekalian." kata Acha.


“ Katanya tadi mau balik sama Satria? kok sekarang ganti lagi?" tanya Radit.


“ Kenapa emangnya? bang Radit mau balik sama temen bang Radit? kalo gitu aku balik sendiri aja gak papa." kata Acha.


“ Engga, engga gitu chaa, Yaudah yuk balik sama bang Radit." kata Radit kemudian mengajak Acha pulang.


“ Acha kenapa ya? kok kaya tiba-tiba berubah gitu?" Batin Satria.


Dikelas


“ Hai Cha, tadi Lo berangkat sama siapa?" tanya Satria.


“ Gue berangkat sama Bagas." jawab Acha.


“ emang motor Lo dimana?" tanya Satria.


“ Motor gue di pake bang Radit." jawab Acha


“ Kenapa tadi nggak bilang gue, kan tadi jadi bisa berangkat bareng." kata Satria


“ Lagian emang gue udah ada janji sama Bagas."


Waktu istirahat.


Acha sedang duduk di balkon kelas, Lala menghampirinya.


“ Hai Cha..." sapa Lala.


“ Hai la." balas Acha.


“ Oh ya ini gue tadi beli jajan dikantin, nih buat Lo." kata Lala.


“ Makasih ya la." jawab Acha.


“ Oh ya kok Lo sendirian sih disini?" tanya Lala.

__ADS_1


“ Iya tadi pengen baca novel disini, oh ya la aku minta maaf ya selama ini kalo ada salah sama kamu." kata Acha.


“ Kok minta maaf sih? " tanya Lala.


“ Iya la, kalo mungkin aku selama ini buat kamu kesel, walaupun kamu nggak bilang sama aku." kata Acha.


“ Iya aku udah maafin kok." jawab Lala.


“ Makasih ya la, pokonya apapun masalah yang kita hadapi, jangan sampe persahabatan kita hancur ya la." kata Acha.


“ Iya Cha." jawab Lala kemudian mereka berpelukan.


“ Oh ya ntar kamu balik sama siapa?" tanya Acha.


“ Belum tau sih." kata Lala.


Tiba-tiba ada Satria datang menghampiri mereka berdua.


“ Cha ntar Lo balik sama gue mau nggak?" tanya Satria.


“ Duh gimana ya? nanti kan Bagas ada acara, kalo gue balik sama Satria pasti Lala cemburu, eh tapi mending gue balik sendiri aja deh dari pada nanti bikin Lala cemburu." Batin Acha.


“ Gimana Cha?" tanya Satria.


“ Kayaknya gue balik sama Bagas deh sat, Lo balik sama Lala aja, Lala katanya nanti belum ada yang jemput." kata Acha.


“ Oh gitu, Yaudah deh gue sama Lala." kata Satria kemudian pergi.


“ Bukannya kata Lo Bagas mau ada acara?" tanya Lala bingung.


“ Iya, nanti sekalian sama Bagas, kebetulan tempat acaranya Bagas searah sama rumah gue." kata Acha mencari alasan.


“ Oh gitu, Yaudah kalo gitu." jawab Lala.


“ Lo bener-bener baik banget Cha, gue salah selama ini udah ikutin apa kata Tasya dan temen-temennya, Lo tetep sahabat terbaik gue." Batin Lala.


Pulang sekolah.


Acha berjalan sambil mencari Taksi. Saat di jalan dia bertemu dengan Farel.


“ Hai Cha..." panggil farel.


“ Farel." kata Acha menoleh.


“ Kok jalan kaki? bareng gue aja yuk." kata Farel.


“ Nggak usah rel gue naik taksi aja." kata Acha.


“ Udah yuk buruan, dari pada lama nunggu taksinya." kata Farel.


“ Yaudah deh." jawab Acha kemudian naik ke motor Farel.


Saat diperjalanan dia melihat Farel memakai Jaket geng motor Laskar.


“ Lo pake jaket siapa rel?" tanya Acha.


“ Duh mampus gue, kenapa gue pake jaket ini sih." Batin Farel.


“ E-eee ini jaket temen gue Cha, kenapa?" tanya Farel.


“ Nggak, ngga papa." kata Acha

__ADS_1


“ Bukannya ini geng motor yang jadi musuh geng Alaska, geng motornya Satria." Batin Acha.


__ADS_2