
Satria meninggalkan Acha, sekarang dia menuju lapangan Basket karna hari ini ada ekskul basket.
Disana juga ternyata Bagas mengajak Farel untuk latian basket bersama.
“ Ngapain sih tuh anak ada disini, bikin nggak mood lagian aja." kata Satria.
latian hari ini pun dimulai dengan pemanasan, setelah itu coach membagi dua tim. Satria satu tim dengan Bagas dan yang lain melawan timn farel dan teman-temannya.
“ Oke sekarang kita mulai ya." coach pun melempar basket ke atas.
Satria yang penuh dengan emosi pun, tidak mau sampai kalah dengan Farel. Di sisi lain, farel juga tidak mau kalah dengan Satria.
Sampai pada akhirnya point kedua tim selisih 1 point saja, lebih unggul point timnya Satria.
Farel yang tak mau kalah pun akhirnya dia bermain curang dengan menjegal kaki Satria, dan akhirnya Satria pun jatuh.
“ Aahhhh..." Satria merintih kesakitan.
“ Lo nggak papa sat?" tanya Bagas.
“ Kaki gue sakit banget." kata Satria.
Bagas pun langsung menghampiri Farel.
“ Apa-apaan sih Lo? kalo berani jangan main curang, gue kira Lo bener-bener jago, ternyata gue salah besar, Lo ternyata jagonya cuma berbuat curang, kalo gini walaupun Lo menang nggak ada artinya, kalo mau main kasar tuh jangan disini woi." kata Bagas tidak terima hendak memukul Farel.
Yang lain pun akhirnya membantu melerai mereka berdua. Bagas langsung membantu Satria ke ruang UKS.
Acha ternyata masih belum pulang, dia yang mendengar ada keributan pun akhirnya keluar. Acha melihat Satria yang di bawa ke UKS pun langsung pergi ke UKS.
“ Nih minum dulu." kata Acha sambil menyodorkan minuman.
“ Makasi." jawab Satria dan menerima minuman dari Acha.
“ Gimana kaki Lo!" tanya Acha.
“ Kaki gue nggak papa." jawab Satria.
“ Oh ya kok bisa Lo sampai gini?" tanya Acha.
“ Bukan urusan Lo." jawab Satria kemudian hendak turun dari tempat tidur.
“ Aauuu...." kata Satria merintih kesakitan karena kakinya terkilir.
“ katanya Lo nggak papa? sini biar gue bantu." kata Acha.
“ Nggak usah gue bisa jalan sendiri." kata Satria.
Tiba-tiba ada Lala datang.
“ Lo nggak papa sat? katanya kaki Lo terkilir." kata Lala.
“ Iya la, oh ya tolong bantuin gue jalan la." kata Satria.
“ Iya sat, Lo balik sama gue aja ya, gue ke sini diantar supir." kata Lala.
“ Gue bawa motor la." kata Satria.
“ Aduh gimana ya? oh ya Cha Lo bawa motor nggak?" tanya Lala.
__ADS_1
“ Gue nggak bawa motor la." jawab Acha
“ Gue minta tolong bawain motor satria ya." kata Lala.
“ Iya la." jawab Acha.
“ Kuncinya dimana sat?" tanya Lala.
“ Ada di tas gue la, di loker Deket lapangan Basket." kata Satria.
“ Nanti tolong di ambilin ya Cha." kata Lala.
“ iya la." kata Acha.
Acha pun mecari lokernya Satria.
“ Aduh gue lupa nanya pin loker nya lagi? apaan ya pin lokernya?" kata Acha kebingungan.
“ Oh mungkin tanggal lahir Satria, kan tanggal 23 terus bilang Agustus, berarti 2308." kata Acha mencoba menekan pin nya.
“ kok nggak bisa sih, atau mungkin cuma 238." kata Acha mencoba lagi.
“ kok nggak bisa juga sih, terus gue harus coba pake apalagi? gue coba pake tanggal lahir gue aja, tapi masak tanggal lahir gue, Yaudah gapapa lah coba dulu aja." kata Acha.
“ Kok bisa sih? apa mungkin kebetulan aja ya, gataulah Pokoknya udah bisa di buka." kata Acha kemudian mengambil tasnya Satria.
Acha akhirnya membawa motor satria ke rumahnya, karena dia ingin mengajak Radit untuk mengantar motor satria.
“ Bang temenin aku bentar yuk." ajak Acha.
“ Kemana Cha...? baru pulang juga." kata Radit.
“ Anterin motornya Satria kerumahnya." kata Acha.
“ Tadi Satria jatuh pas lagi latian basket, terus kakinya terkilir nggak bisa jalan, terus aku yang bawa motornya balik." jawab Acha.
“ Yaudah yuk, sekalian Abang mau liat keadaannya satria." kata Radit.
Acha dan Radit menuju rumahnya Satria. Setelah beberapa saat, akhirnya sampai di rumah Satria.
“ Permisi, assalamualaikum..." kata Acha mengetuk pintu.
Tak lama kemudian ada suara dari dalam.
“ Wa'alakumsalam... eh ada Acha sama Radit, masuk dulu dek." kata Mbak Amel
“ Iya makasih mbak." jawab Acha.
“ Oh ya mbak Acha ke sini mau anterin motornya Satria, ini kunci nya mbak." kata Acha.
“ Oh iya makasih ya Cha, satrianya lagi Istirahat di kamar, katanya tadi jatuh ya?" kata Mbak Amel.
“ Iya mbak." jawab Acha.
“ Aku boleh liat Satria nggak mbak?" tanya Radit.
“ Iya boleh dit, masuk aja ke kamar Satria, kamu tau kan?" kata Mbak Amel.
“ iya tau mbak, Yaudah yuk Cha mau ikut nggak." kata Radit, dan Acha pun mengikuti Radit ke kamar Satria.
__ADS_1
Dikamar Satria.
Satria sedang tiduran sambil main Hp.
“ Hei brooo..." kata Radit langsung masuk ke kamar Satria.
“ masuk kamar orang nggak permisi dulu, main masuk aja." kata Satria.
“ Bodoamat, lagian paling kamar Lo, oh ya kata Acha tadi Lo jatuh." kata Radit.
“ iya, gara-gara anaknya pembinor yang nggak tau malu itu." kata Satria terlihat kesal
“ Siapa maksud Lo?" tanya Radit bingung.
“ Siapa lagi kalo bukan si farel, kan papanya udah ngerebut mama gue dari bokap gue " kata Satria.
“ Kok bisa dia bikin Lo jatuh gini?" tanya Radit.
“ Tadi gue lagi latian basket, dan pas banget tim lawan itu tim nya si Farel, giliran detik-detik mau kalah, eh dia malah berbuat curang." kata Satria.
” Curang gimana maksud Lo." tanya Radit.
“ kaki gue dijegal sama dia." kata Satria.
“ Nggak sportif banget sih tuh anak." kata Radit.
Vita hanya menyimak pembicaraan Radit dan Satria.
“ Oh ya sat, ini flashdisk Lo, tugasnya udah selesai tinggal ngeprint." kata Acha.
“ Nanti biar gue aja yang ngeprint." kata Satria.
“ Kunci motor Lo udah gue kasihin ke mbak Amel tadi." kata Acha.
“ Iya makasih." kata Satria.
“ Kok mereka berdua nggak kaya biasanya ya? kayak canggung gitu, apa mereka lagi ada masalah? gue ada ide, gue izin ke toilet aja biar mereka bisa ngobrol berdua " Batin Radit.
“ Oh ya Sat, gue numpang ke toilet ya " kata Radit.
“ Iya sana." jawab Satria.
“ Sat." panggil Acha.
“ Kenapa? tanya Satria.
“ Gue mau minta maaf soal tadi di kelas." kata Acha.
“ nggak papa lupain aja, lagian salah gue juga karna lagi banyak pikiran jadi Lo yang jadi pelampiasan." kata Satria.
“ Gue ngga papa jadi pelampiasan Lo pas Lo lagi marah, dari pada Lo ngelampiasin ke hal-hal yang nggak bener." kata Acha.
“ Maafin gue Cha, karna nggak mau dengerin omongan Lo." kata Satria.
“ Nggak papa sat, lagian gue juga bukan siapa-siapa nya Lo kok, terserah Lo juga kalo Lo mau dengerin gue atau engga." kata Acha.
Satria pun langsung memeluk Acha.
“ Gue nggak bakalan ngulangin itu lagi Cha, tapi plis maafin gue, gue janji gue nggak bakalan ngulangin lagi." kata Satria
__ADS_1
“ Iya gue udah maafin Lo sat, tapi janji jangan ulangin lagi." kata Acha.
“ Iya Cha." jawab Satria