Tak Bisa Bersama

Tak Bisa Bersama
Oma


__ADS_3

Acha dan Radit Pergi ke Surabaya untuk menemui Oma nya. Karena mereka sudah lama tidak mengunjungi neneknya.


“ Assalamualaikum...." kata Acha mengetuk pintu.


“ Waalaikumsalam... cari siapa ya...?" tanya Oma belum melihat wajah Acha dan Radit.


“ Hallo... Oma...kita kangen banget sama Oma." kata Acha dan Radit sambil memeluk Oma.


“ Radit, Acha? ini beneran kalian?" tanya Oma kaget, karena mereka berdua jarang main ke rumah Oma nya setelah orang tua mereka meninggal.


“ Iya Oma, masak Oma lupa masa kita." kata Radit.


“ Nggak gitu, Oma seneng aja kirain Oma mimpi." kata Oma.


“ Enggak lah Oma, oh ya Oma apa kabar?" tanya Acha.


“ Kabar Oma baik kok, kabar kalian gimana?" tanya Oma


“ Kita juga baik kok Oma." jawab Acha dan Radit.


“ Yasudah kalo gitu kita masuk yuk, ngobrolnya di dalam aja." kata Oma.


Mereka masuk ke dalam rumah Oma.


“ Oh ya Oma, om Angga dimana?" tanya Acha .


“ Biasa, Angga lagi di kator." kata Oma.


“ Radit kangen banget sama om Angga Oma, dulu om Angga yang selalu jagain kita waktu kita kecil, waktu kita di tinggal mama sama papa kerja juga yang jagain kita om Angga." kata Radit.


“ Iya om Acha juga kangen banget sama om Angga, jadi pengen beli kue balok sama om Angga kaya dulu deh Oma." Kata Acha


“ Angga nya masih di kantor, kalian pengen banget ya ketemu sama Angga?" tanya Oma.


“ Iya Oma." jawab Acha.


“ Terus gimana? kalian mau nunggu Angga pulang aja atau mau nyusulin ke Kantornya?" tanya Oma.


“ Kita mau ke kantor om Angga aja Oma." kata Radit.


“ Yasudah sana, kantor Angga itu yang dulu kantornya Opa." kata Oma.


“ Kalo gitu kita pergi dulu ya Oma." kata Acha.


Sekilas cerita tentang Angga.


Angga adalah adik dari papanya Acha dan Radit. Angga dari dulu sangat dekat dengan Acha dan Radit, karena dulu Angga yang selalu menjaga Acha dan Radit waktu kecil, waktu di tinggal ayah dan ibunya bekerja. Usia Angga sekitar 26 tahun, dia belum menikah, dia sekarang sibuk mengurus perusahaan yang dulu dipimpin papanya Radit dan Acha.


Acha dan satria datang ke perusahaan yang dulu di pimpin papanya.


“ Udah lama ya bang kita ngga ke sini." kata Acha.


“ Iya Cha, kalo ngga salah terakhir Abang ke sini waktu Abang usia 10 tahun." kata Radit.

__ADS_1


Mereka berdua masuk, kemudian mereka ke bagian resepsionis.


“ Permisi mbak, apakah pak Angga nya ada?" tanya Radit.


“ Pak Angga nya lagi sibuk, memangnya kalian sudah membuat janji dengan pak Angga?." jawab wanita yang berada di tempat resepsionis.


“ Belum sih mbak, tapi tolong lah kami cuma pengen ketemu pak Angga sebentar." kata Radit.


“ Iya mbak, kami keluarga nya pak Angga." kata Acha.


“ Ya sudah tunggu sebentar biar saya panggilkan." kata wanita itu dengan wajah yang tidak ikhlas.


Di ruangan Angga


“ Permisi pak, ada yang mencari bapak di luar." kata Wanita tadi.


“ Siapa?" tanya Angga.


“ katanya keluarga nya pak Angga." kata wanita itu.


“ Keluarga saya? siapa?" tanya Angga.


“ Ada dua pemuda, yang satu perempuan yang satu laki-laki pak." kata Wanita itu.


“ Yasudah terima kasih." kata Angga kemudian dia keluar.


Angga pun keluar, dia menghampiri dua pemuda yang di maksud sang penjaga resepsionis tadi.


“ Acha? Radit? kok kalian di sini?" tanya Angga kaget.


“ Iya om, kita lagi liburan semesteran, jadinya kita main ke sini." kata Radit.


“ Iya om, tadi kita udah ke rumah Oma, katanya om lagi kerja, jadinya kita susulin aja, eh malah ketemu sama mbak resepsionis yang galak tadi.." kata Acha


“ Oh jadi mereka emang beneran keluarganya pak Angga, mampus gue." Batin Wanita itu.


“ Oh ya kenalin ini Acha sama Radit, keponakan saya." kata Angga.


“ Saya Tias, maaf atas kelakuan saya tadi." kata Tias merasa tidak enak.


“ Ngga papa kok mbak, tapi lain kali jangan galak-galak kaya tadi ya mbak. Serem tau." kata Acha.


“ Acha... udah yuk ikut ke ruangan om aja." kata Angga.


Acha dan Radit ikut Angga masuk ke ruangannya. mereka melepas rindu dengan mengobrol bersama.


“ Oh ya gimana kuliahnya dit?" tanya Angga.


“ Alhamdulilah kuliahku lancar kok om, sekarang masih mau semester 3." jawab Radit.


“ Aku ngga di tanyain om?" kata Acha


“ Eh iya, gimana sekolah kamu Cha?" tanya Angga.

__ADS_1


“ sekolahku sih baik-baik aja om, lancar-lancar aja." kata Acha.


“ Tau ngga om, Acha di sekolah jadi wakil OSIS dan ketuanya tuh si Satria yang anaknya om Reno itu." kata Radit.


“ Oh ya? kok bisa satria sekolah di Jakarta bukannya rumah dia dulu di Surabaya?" kata Angga.


“ Iya dia katanya ikut bokap nyokapnya pindah, dan dia satu sekolah sama Acha, waktu awal mereka kenal berantem terus, eh malah sekarang jadi pasangan ketua dan wakil kelas." Kata Radit.


“ awas lho Cha, berantem terus ntar malah jadi suka gimana?" kata Angga.


“ Ngga mungkin lah om." kata Acha.


“ Mulut nya aja bilang gitu, padahal dalam hatinya kamu suka kan sama satria." kata Radit.


“ Engga kok." jawab Acha salting.


“ Masak sih, semalem Abang ke kamar kamu, Abang liat kamu lagi VC sama satria, udh gitu di nyanyiin lagi sama satria, masih bohong aja kamu Cha." kata Radit.


“ tau ah, Abang tuh resek banget." kata Acha.


“ Ngga papa kalo emang suka sama Satria, tapi jangan sampai malah ganggu sekolah kamu, kalo bisa malah saling support aja lebih bagus, biar jadi semangat." kata Angga.


“ Tuh dengerin bang." kata Acha.


“ Berarti kamu beneran suka sama Satria ya?" kata Radit.


“ Ih tau ah, Abang nih sukanya gitu." kata Acha.


“ Udah ngga usah berantem, gimana kalo kita nyari makan aja, kalian pasti belum makan kan?" tanya Angga.


“ iya belum om." jawab Radit.


“ mau makan apa?" tanya Angga.


“ gimana kalo makan kue balok aja, aku kangen makan kue balok bareng sama bang Radit sama om Angga. Ayolah om mumpung aku di sini." kata Acha.


“ Yaudah kalo kamu mau kue balok, om tau tempat makan yang jual kue balok enak banget." kata Angga.


“ Yaudah yok." kata Radit.


“ Eh kalian ke sini naik apa?" tanya Angga.


“ Motor om." jawab Acha.


“ kalian bawa motor sendiri?" tanya Angga.


“ Iya om, gimana kalo kita naik motor aja om. Nanti om boncengin aku pake motor aku, gimana? mau kan om?" tanya Acha.


“ Yaudah boleh." jawab Angga.


“ Kirain om udah ngga mau naik motor setelah jadi bos besar." kata Radit.


“ enggak lah dit, kadang kalo om lagi buru-buru juga om pake motor, apalagi kalo pas lagi macet." kata Angga.

__ADS_1


__ADS_2