Tak Bisa Bersama

Tak Bisa Bersama
Keras kepala


__ADS_3

Hari ini setelah selesai pelajaran, ada rapat OSIS, tentunya untuk pergantian Pengurus OSIS.


“ Saya sebagai Ketua OSIS yang baru, saya harap kita bisa bekerja sama dalam organisasi ini dan saling membantu satu sama lain." kata Satria.


“ Iya Sat semoga kita bisa bekerja sama dengan baik ya." kata Yang lain.


" Oh ya untuk kegiatan Jum'at ini mau senam atau literasi membaca?" tanya Acha.


“ Terserah Lo aja." kata Satria.


“ Nih anak nggak profesional banget sih jadi orang, kalo emang punya masalah sama gue ya nggak usah dibawa-bawa pas rapat OSIS juga kali." Batin Acha.


“ Gimana kalo senam aja,biar bisa kumpul sama satu sekolah dan bisa liat adik-adik kelas 10, lumayan kalo ketemu yang Cantik." kata Fero.


“ Lo nih ya, selalu cewek aja terus mikirin ya." kata Fifi.


“ Gimana Sat?" tanya Rafi.


“ Yaudah gue setuju, gue ijin ke toilet dulu ya." kata Satria.


“ Oke." kata Dika.


Acha yang melihat Satria keluar pun mengikuti Satria.


“ Tunggu Sat..." panggil Acha, Satria hanya menengok.


“ Lo nih kalo emang ada masalah sama gue nggak usah dibawa-bawa ke rapat OSIS juga kali, nggak profesional banget sih jadi ketua, lagian kok ada ya yang mau pilih ketua kaya Lo." kata Acha .


“ Udah ngomongnya, di sini yang jadi ketua itu gue, dan Lo itu cuma wakil, jadi Lo nggak ada hak buat ngatur-ngatur gue." kata Satria.


“ Kenapa? karna masalah tadi? baperan banget sih jadi orang." kata Acha.


“Dasar gak tau terimakasih." kata Satria kemudian meninggalkan Acha pergi.


“ Eh Lo mau kemana? main pergi-pergi aja." kata Acha.


Pulang sekolah Acha dijemput Radit. Saat Diparkiran Radit dan Acha ketemu Satria.


“ Sat kerumah gue aja yuk, mumpung gue lagi libur nih." kata Radit.


“ Siap, Lo duluan aja, gue mau beli bensin dulu." kata Satria.


“ Oke gue tunggu ya." kata Radit.


Dirumah Acha.


“ Cha tolong buatin minum ya!" kata Radit.


“ Iya bentar bang." kata Acha.

__ADS_1


Tak lama kemudian Acha datang dengan membawa minuman.


” Makasih ya cantik." kata Radit.


“ Oh ya bang ntar malem aku mau keluar sama temen-temen aku ya." kata Acha.


“ Baliknya jangan malem-malem ya." kata Radit.


“ Iya-iya." kata Acha.


“ Oh ya Sat gue mandi dulu." kata Radit.


“ Iya dit." kata Satria.


Acha menghampiri Satria. Dia membawa banyak buku. Dan kemudian menjatuhkan buku-buku itu di atas meja , tepat didepan Satria.


“ Nggak ada lembut-lembutnya banget sih jadi cewek." kata Satria.


“ Suka-suka gue donk." kata Acha.


“ Lagian Lo ngapain sih? kan bisa belajar ditempat lain." kata Satria.


“ Hello Mas Satria... Lo lupa ada tugas kelompok? dan bener-bener apes banget gue bisa satu kelompok sama Lo." kata Acha.


“ Masak ada tugas sih?" tanya Satria.


“ Lo Piku apa gimana sih?" tanya Acha.


“ Makannya nggak usah marah-marah, udah gitu karna masalah sepele aja pake marah-marah segala " kata Acha.


“ Ya gue mau prank Lo, gantian gue yang cuekin Lo, nggak enak kan dicuekin, lagian Lo bilang karna masalah sepele, kata terima kasih itu wajib di kata kalo Lo habis dapat bantuan dari orang lain." kata Satria.


“ Ya tadi kan gue udah bilang makasih." kata Acha.


“ Makasih ya Lo tuh nggak ikhlas tau nggak sih." kata Satria.


“ terus gue harus gimana?" tanya Acha.


“ Buat tugas kelompok ini, dan tulis juga nama gue." kata Satria.


“ Terus cuma gue yang kerjain gitu?" tanya Acha.


“ Iya." kata Satria.


“ Itu namanya Lo curang, mengambil kesempatan dalam kesempitan." kata Acha.


“ Hahaha, bercanda gue Cha, ya Lo nadanya bilang makasih itu yang ikhlas dikit gitu, nggak usah ngegas." kata Satria.


“ Bener-bener ya ngadepin Lo rasanya pengen gue tampol tuh muka, Yaudah Makasih banyak ya Mas Satria yang katanya para murid cewek ganteng ini.... karna Lo semalem udah anteri. gue dan nemenin gue dirumah." kata Acha.

__ADS_1


“ Nah gitu kan enak didenger, tapi emang Lo nggak mau ngakuin juga kalo gue ini ganteng?" tanya Satria.


“ Ya dimana-mana tuh cowok ya ganteng lah." kata Acha


“ Terus gue?" kata Satria.


“ Ya ganteng sih sebagai cowok, Eh tapi biasa aja sih, eh tapi, tau ah kaya nggak ada yang lain aja buat dibahas." kata Acha.


“ Ah tinggal bilang ganteng aja susah." kata Satria.


“ Udah nggak usah bawel, buruan kerjain, masak gue semua yang buat."kata Acha.


“ Kalo tugas ini yang buat cuma Lo sih nggak papa, tapi kalo tugas bikin anak harus berdua Cha." kata Satria.


“ Apa Lo bilang? gue tampol tuh mulut kalo bilang gitu lagi." kata Acha.


“ Becanda Cha... lagian Lo nih serius banget sih, hidup itu harus dinikmatin." kata Satria.


“ Udah ngobrolnya nanti, buruan buat." kata Acha.


“ Buat apa? buat anak? yuk kalo gitu, mau dimana? dikamar Lo atau sewa hotel aja? biar nggak ketahuan sama Abang Lo." kata Satria.


“ Satria.... diem nggak Lo." kata Acha.


“ Iya-iya Cha." kata Satria.


Radit keluar dari kamarnya menghampiri Acha dan Satria.


“ Wah-wah....rajin banget kalian berdua, gini donk enak diliat gitu, nggak berantem kaya biasanya, jadikan sama-sama nyaman dan tentram." kata Radit.


“ Ini juga karna ada tugas kelompok sama dia, kalo nggak gue juga males." kata Acha.


“ Kalo bukan tugas kelompok gue juga males ngerjainnya." kata Satria.


“ Yaudah biar gue aja yang kerjain, dan besok tinggal bilang ke guru kalo Lo nggak ikut ngerjain, beres kan? nggak usah capek-capek ngurusin orang males kaya Lo." kata Acha.


“ Apaan sih mainnya ngancam-ngancam gitu." kata Satria.


“ Emang gitu, kata gurunya tadi kan kalo salah satunya nggak mau bantu mengerjakan soal tinggal bilang kalo emang dia nggak bantu." kata Acha.


“ Udah-udah... baru aja Abang puji kalian nggak berantem, eh ini malah jadi berantem, sekarang lanjutin kerjain, saling membantu kalo nggak bisa ngerjain soalnya, itu yang namanya kerja kelompok, harus kompak dan biar hasilnya memuaskan, bukannya malah ngerjain tapi karena terpaksa." kata Radit.


“ Ya abisnya dia kadang mulai duluan." kata Acha.


“ Abang nggak nggak bisa bayangin katanya kalian jadi pasangan ketua dan wakil OSIS, bakalan gimana jadinya kalo sama-sama keras kepala dan semaunya sendiri?" kata Radit.


“ Ya pasti dia seenaknya bang kalo ambil keputusan, kalo gue nggak setuju dia langsung bilang kalo dia itu yang ketuanya, jadi terserah dia mau ambil keputusan." kata Acha.


“ Ya emang nyatanya gitu." kata Satria.

__ADS_1


“ Acha... Satria... udah mending tugasnya diselesaikan dulu." kata Radit.


__ADS_2