Tak Bisa Bersama

Tak Bisa Bersama
Cari mati


__ADS_3

“ Tenang Cha, Lo nurut aja sama gue." kata Riski.


“ Apa-apaan sih Lo kik, gue ke sini karna mau nanya sama Lo tentang Satria semalem." kata Acha.


“ Dan ini jawabannya Cha, Lo cukup temenin kita-kita disini." kata Riski.


“ Breng*** Lo ya... buka pintunya." kata Acha mencoba membuka pintu.


“ Nggak usah panik Cha, lagian disini juga nggak ada orang, percuma Lo mau terik minta tolong." kata Riski.


Acha terus melawan, sampai Riski pun akhirnya emosi.


“ Denger Lo ya, Lo tuh cuma cewek taruhan. Jadi nggak usah banyak gaya deh Lo." kata Riski.


“ Apa maksud Lo ha?" tanya Acha.


“ Tanya tuh sama Satria." kata Riski mulai mendekati Acha lagi.


Akhirnya Acha menendang Riski dan di sana juga banyak anak geng motor lainnya.


“ Boleh juga nih cewek, padahal kan udah gue tawarin, Lo tinggal layanin kita aja, kita nggak bakalan apa-apain Lo kok, kalo Lo tetep ngelawan, ya jangan salahin kita kalo kita kasar." Kata Faris.


“ Kalian bener-bener nggak punya hati." kata Acha.


“ Tenang Cha, justru kita punya hati, kita ajakin kamu seneng-seneng." kata Riski.


Di Sekolahan.


“ Acha kemana sih, kan harusnya udah disini, kemarin padahal udah ada pemberitahuan kalo bakalan ada rapat OSIS." kata Satria.


“ Hai Satria." sapa Lala.


“ Hai la, Lo liat Acha nggak?" tanya Satria.


“ Loh bukannya katanya mau pergi ke basecamp Lo?" tanya Lala.


“ Apa? Acha pergi ke basecamp gue?" tanya Satria.


“ Iya, tadi dia bilangnya gitu." kata Lala.


“ Cari mati banget sih tuh anak, Yaudah gue mau susulin dia dulu la." kata Satria.


“ maksud Lo gimana sat, sat tunggu dulu." kata Lala karena Satria sudah lari duluan.


Satria melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Karna dia nggak mau Acha kenapa-kenapa.


“ Lo ngapain sih Cha..., pake ke basecamp segala, kalo terjadi sesuatu sama Lo gimana?" kata Satria nyerocos sendiri.


Sampai di Basecamp.


“ Ayolah Cha... cantik-cantik kok keras kepala banget sih Lo." kata Faris.


“ Udahlah bro jangan kelamaan, langsung sikat aja." kata Yang lain.


Riski mendekati Acha.


“ Lepasin, nggak usah Deket-deket." Acha teriak karna Riski mendekatinya.


“ Acha." kata Satria mendengar teriakan Acha dari luar.


BRAAAKKKK.


Satria mendobrak pintu Basecamp.

__ADS_1


“ LEPASIN!!! Kalo kalian emang ada masalah sama gue, selesaiin sama gue dan jangan pernah kalian libatin orang lain." kata Satria langsung mendekati Acha.


“ Lo nggak papa Cha?" tanya Satria.


“ Mereka mau melecehkan gue sat." Kata Acha.


“ Kalian semua PENGECUT!!! beraninya sama cewek, Malu tuh sama jaket geng motor kebanggan kalian itu, kalo berani sama gue" kata Satria.


“ Cari mati rupanya nih anak." kata Anggota geng.


“ Banyak Bac** kalian." kata Satria langsung mulai berkelahi dengan beberapa anggota geng motor itu.


Akhirnya terjadi perkelahian antara geng motor itu dengan Satria dan Acha.


“ Cha lebih baik Lo pergi." kata Satria.


“ Enggak sat, gue nggak bakalan tinggalin Lo sendirian di sini." kata Acha.


Satria berkelahi dengan Riski dan Faris dan 2 orang lainnya. sedangkan Acha melawan 2 anggota geng lainnya.


“ Acha sana Lo pergi." kata Satria sambil berkelahi.


“ Awas Saaattt.." kata Acha yang melihat Riski hendak memukul Satria.


Satria terjatuh.


“ Lemah banget teryata ketua geng kita ini." kata Riski.


“ Dia cuma pengganti ketua kita sementara, bukan ketua geng kita." kata Faris.


“ Oh iya ya, gue lupa." kata Riski.


Tiba-tiba Lala dan teman-temannya OSIS Satria datang. Mereka membantu Satria dan Acha. Akhirnya Satria dan teman-temannya bisa mengalahkan geng motor itu.


“ Gue nggak papa la, Satria." kata Acha teringat Satria.


“ Lo nggak papa sat?" tanya Bagas.


“ Gue nggak papa gas." kata Satria.


“ Yaudah biar kita bantu Lo jalan, Lo bareng gue aja, biar gue anterin balik!" kata Farizal.


“ Iya sat, Lebih baik Lo bareng Rizal aja, biar di anterin balik." kata Lala.


“ Nggak, jangan anterin gue balik, gue nggak mau bikin khawatir orang rumah." kata Satria.


“ Terus gimana?" tanya Andra.


“ Bawa ke rumah gue aja zal, biar nanti Satria bisa diobatin dulu lukanya." kata Acha.


“ Iya bener, ke rumah Acha aja." kata Lala.


Akhirnya mereka ke rumah Acha.


“ Thanks ya bro, gue nggak tau kalo nggak ada kalian gimana nasib gue sama Acha." kata Satria.


“ Ini juga berkat Lala, kalo dia nggak ngasih tau kita, kita juga nggak tau kalo Lo sama Acha lagi dalam bahaya." kata Andra.


“ Makasih ya la." kata Satria.


“ Iya sama-sama sat." jawab Lala.


“ Oh ya maaf ya gue nggak bisa ikut rapat OSIS." kata Satria.

__ADS_1


“ Satria-satria... Lo nih masih babak-belur gini masih mikirin rapat aja, lagian kaya nggak ada hari besok aja." kata Vivi.


“ Yaudah Lo mending istirahat dulu aja di rumah Acha, kalo gitu kita balik dulu ya sat, Cha." kata Bagas.


“ Iya hati-hati gas." kata Acha.


“ Oh ya nih kunci motornya Satria." kata Bagas memberikan kunci motor satria ke Acha.


“ Makasih ya gas." kata Acha.


“ Iya sama-sama, kalo butuh apa-apa hubungin gue aja." kata Bagas.


Sekarang di rumah Acha hanya ada Satria dan Acha.


“ Aku ambilin kotak obat sama air hangat dulu buat obatin luka Lo ya sat." kata Acha.


tak lama kemudian Acha kembali.


“ Sini biar gue obatin." kata Acha.


“ Besok-besok lagi kalo mau apa-apa difikirin dulu Acha..." kata Satria tidak habis fikir dengan Acha.


“ Maafin gue sat." kata Acha.


“ Sebenarnya Lo ke sana itu nyari apaan sih Cha? gue bener bener nggak habis fikir." kata Satria.


“ Ya gue cuma pengen cari tau aja, kenapa Lo semalem sampe marah gitu dan hampir mukul Riski." kata Acha.


“ terus sekarang udah tau kenapa penyebab aku hampir mukul Riski? udah dapet jawabannya? besok lagi gitu ya, biar sekalian buat mainan mereka." kata Satria.


“ Ya maaf sat." hanya kata itu yang bisa Acha katakan.


“ Jangan di ulangin lagi ya Cha." kata Satria.


“ Iya sat, terus kenapa Lo marah semalem sama Riski?" tanya Acha.


“ masih nanya lagi nih anak, kalo Lo denger omongan Riski semalem pasti Lo juga bakalan marah." kata Satria.


“ Ya itu kan kalo gue denger, karna itu emang menyangkut gue, tapi kenapa Lo juga marah?" tanya Acha bingung.


“ Nggak ada cowok yang nggak marah kalo cewek yang dia suka diganggu Cha." kata Satria dengan polosnya.


Acha hanya bengong mendengar jawaban Satria.


“ Maksudnya?" tanya Acha.


“ Udahlah nggak usah di bahas, yang penting Lo sekarang udah nggak papa." kata Satria.


“ Iya sih gue nggak papa, tapi muka Lo nih? badan Lo pasti sakit semua." kata Acha merasa kasihan dengan Satria.


“ Gue mah udah biasa gini Cha, tapi yang gue takutin kalo mbak Amel liat muka gue gini." kata Satria.


“ Maksud Lo gimana? Lo sering berantem gitu? emang apa untungnya coba? Lo sendiri kan yang sakit." kata Acha.


“ Ya namanya geng motor." kata Satria.


“ Nggak ada untungnya kan Lo berantem gitu? biar apa coba? ;biar keren? kalo kata gue malah alay banget, kalo mau keren itu berantemnya di ring, kaya MMA gitu, baru bisa di sebut keren." kata Acha.


“ Kalo di MMA cuma ngandelin badan aja Cha." kata Satria.


“ Terus maksud Lo kalo di luar bisa pake senjata gitu?" tanya Acha.


“ Nah bener banget tuh, tadi juga Lo liat sendiri kan? Faris bawa pisau." kata Satria.

__ADS_1


“ Aneh tau nggak sih Lo tuh, gitu dibilang keren." kata Acha.


__ADS_2