Tak Bisa Bersama

Tak Bisa Bersama
Aaaaa....


__ADS_3

“ Lo serius Cha, betapa beruntungnya Lo Cha..." kata Lala.


“ Beruntung apanya, justru itu kesialan yang gue terpaksa terima." kata Acha.


“ Eh tapi jangan terlalu benci Cha...ntar Lo suka lagi sama Satria, eh tapi Satria itu cuma cocoknya sama gue." kata Lala kepedean.


“ Ih dasar, lagian mau dia sama Lo juga gue bodoamat." kata Acha.


Saat Acha dan Lala sedang ngobrol ada suara ketukan pintu.


“ Biar gue aja yang bukain Cha." kata Lala.


“ Yaudah sana." kata Acha


Lala membukakan pintu ternyata yang datang adalah Radit dan Satria.


“ Bang Radit, Satria." kata Lala.


“ Iya la, oh ya Acha dirumah kan?" tanya Radit.


“ Iya bang, Acha di dalem lagi ngerjain tugas." kata Lala.


“ Yaudah masuk yuk sat." kata Radit.


“ Kok bareng bang Radit Sat?" tanya Lala yang sok kecentilan.


“ Iya la, gue abis dari bengkel sama Radit." kata Satria.


“ Kalian udah saling kenal?" tanya Lala.


“ kita dulu pernah ketemu waktu pertemuan para pecinta motor sport di Bandung, dulu gue kan tinggal di sana." kata Satria.


“ Oh gitu ya sat, oh ya denger-denger Lo sama Acha jadi pasangan buat calon ketua OSIS dan wakil OSIS ya sat?" tanya Lala.


“ Iya, jangan lupa pilih Kita berdua ya la " kata Satria.


“ Pasti donk sat, apalagi Lo pasangan sama sahabat gue." kata Lala.


Acha keluar dari kamarnya.


“Siapa yang Dateng la...?" tanya Acha.


“ Gue kenapa?" kata Satria.


“ Lo lagi, Lo lagi....males banget gue liat muka Lo terus, lagian ngapain sih Lo Dateng ke sini?" kata Acha.


“ Orang gue di ajakin Abang Lo buat ke sini." kata Satria.


Tiba-tiba Radit datang dari dalam.


“ Iya Cha, Abang yang ajakin Satria ke sini, soalnya besok kita mau sunmori sama anak motor daerah sini." kata Radit.


“ Ya terus? kan acaranya besok, kenapa sekarang dia di sini?" tanya Acha.


“ Ya kan biar sekalian, Satria nginep sini aja biar besok nggak terlambat." kata Radit.


“ Emangnya dia nggak di cariin sama bokap nyokapnya?" kata Acha.

__ADS_1


“ Emang gue anak TK yang kalo kemana-mana dicariin orang tua." kata Satria.


“ Siapa tau?" kata Acha.


“ Enggak Cha, kan Satria udah biasa tidur di sini." kata Radit.


“ Makannya punya rumah itu ditempati bukan malah ditinggal pergi." kata Satria.


“ Suka-suka gue donk, lagian mau gue tinggal di Jakarta atau pun ikut papa di Surabaya juga terserah gue kan." kata Acha.


“ Udah-udah, sana mending buatin minum buat Abang sama Satria." kata Radit.


“ Sana-sana buatin minum." kata Satria.


“ Awas Lo ya." kata Acha kemudian pergi ke dapur.


Acha membuatkan minuman untuk Radit dan Satria. Tapi setelah Acha ke ruang tamu, mereka berdua tidak ada.


“ Mereka berdua kemana la?" tanya Acha.


“ Ke kamarnya bang Radit Cha, yuk ke sana aja." kata Lala.


Dikamar Radit.


Acha masuk duluan ke kamar Radit. Tapi setelah Acha masuk, dia melihat Satria yang tidak memakai baju dan hanya memakai boxer.


“ Aaaa....." kata Acha membuat Satria kaget.


Lala langsung menghampiri Acha.


“ Kenapa Cha?" tanya Lala.


Lala masuk ke kamar Radit, tapi dia hanya melihat Satria yang lagi main HP, tapi sudah memakai baju.


“ Nggak ada apa-apa kan Cha, didalem cuma ada Satria yang lagi main HP." kata Lala.


“ Dia pake baju nggak?" tanya Acha.


“ Pakai, atau jangan-jangan tadi Lo liat...." kata Lala.


“ Nggak gue nggak liat apa-apa, udah lupain aja." kata Acha kemudian masuk membawa minuman tadi.


Di dalam kamar Radit, Acha bener-bener malu karna tadi liat Satria tidak memakai baju.


“ Nggak teriak-teriak lagi Cha?" tanya Satria.


“ Lo sih nggak tau tempat banget sih." kata Acha.


“ Kan ini di rumah, lagian di kamar juga, suruh siapa masuk kamar nggak ketuk pintu dulu, untung gue udah pake celana, kalo nggak bisa-bisa Lo nggak bisa tidur semaleman mikirin gue." kata Satria.


“ Rese banget Lo ya." kata Acha.


“ Sebenernya kalian berdua ini kenapa sih?" tanya Lala bingung.


“ Nggak ada apa-apa la, Yaudah yuk lanjut kerjain tugas." kata Acha.


“ Kerjainnya sini aja ya Cha, biar bisa ngobrol sama Satria." kata Lala.

__ADS_1


“ Astaga Lala, Yaudah terserah Lo deh." kata Acha.


Mereka berdua mengerjakan tugas sekolah.


“ Kalian berdua bikin tugas apaan sih?" tanya Satria.


“ Tugas kimia yang kemaren." kata Lala.


“ Kan ngumpulin nya masih satu Minggu lagi, kenapa harus buru-buru banget ngerjainnya." kata Satria.


“ Kalo bisa sekarang, kenapa harus besok-besok, dasar sukanya ngulur-ngulur waktu aja." kata Acha.


“ Biarin, yang penting buat kan, oh ya btw kalian kan baik nih, gue sekalian donk bikinin." kata Satria.


“ Enak aja, gue juga mikir kali." kata Acha.


“ Yaudah kalo Lo nggak mau, Lala Lo mau bantu gue kerjain tugas kan?" tanya Satria.


“ Iya gue mau kok sat, Lo tenang aja ntar sekalian gue buatin." kata Lala.


“ La Lo nih ya, mau aja di manfaatin sama orang males kaya dia." kata Acha.


“ Ya kan bantu temen apa salahnya Cha." kata Lala.


“ Itu namanya bukan bantu temen la, itu malah bikin dia jadi males, selalu ngandelin orang lain." kata Acha.


“ Tapi gue ikhlas kok Cha, tenang aja ya kan Sat." kata Lala.


“ Iya la, Lo tuh udah cantik, baik banget lagi." kata Satria.


“ Dih gombalan buaya nggak berkelas sama sekali." kata Acha.


“ Sewot aja Lo Cha." kata Satria.


“ Orang gue punya mulut." kata Acha.


Tiba-tiba Radit keluar dari kamar mandi.


“ Kamar gue kok kaya lagi ada pesta ya, rame banget, ada apaan sih?" tanya Radit.


“ Adek Lo nih Dit, minta uang jajan tapi nggak dikasih mungkin, jadi nggak bisa diem." kata Satria.


“ Siapa juga yang mau minta uang jajan, orang papa kalo ngasih uang buat kita itu lewat gue, ya kan bang." kata Acha


“ Iya Cha, oh ya makan kue balok depan gang enak nih." jawab Radit.


“ Iya bener bang." kata Lala.


“ Sana beli kue balok ditempat biasa itu Cha." kata Bang Radit.


“ Motor gue udah gue masukin garasi bang." kata Acha.


“ Yaudah sama Satria aja, nanti kamu yang nunjukin ke Satria." kata Radit.


“ Nggak usah lah bang, mending aku pinjem motor dia aja, biar aku beli sendiri." kata Acha.


“ Udah malem Cha...lagian Abang khawatir kalo kamu keluar sendiri, biar di anterin Satria ya." kata Radit.

__ADS_1


“ Yaudah deh iya-iya." kata Acha kesal.


__ADS_2