
Setelah selesai mandi, semuanya berganti baju di tenda. Dan setelah itu mereka sibuk foto-foto bersama.
“ Hai Acha, ngga pengen foto bareng gue?" tanya Satria.
“ Ngga, gue mau foto sama bang Radit." kata Acha.
“ Lo mau foto sama adek gue bro?" tanya Satria.
“ iya dit, boleh kan?" kata Satria.
“ Boleh donk, yaudah gue tinggal dulu ya." kata Radit kemudian meninggalkan mereka berdua.
“ Ayo lah cha, kapan lagi bisa foto sama cowo ganteng kaya gue, gue minta maaf deh kalo gue ada salah sama Lo." kata Satria.
“ Tapi satria ngga ada salah apa-apa sih, gue aja yang terlalu berharap. Setelah gue tau semuanya harusnya gue sadar bukannya malah cuekin satria." Batina acha.
“ Lo ngga ada salah apa-apa kok sat." jawab Acha
“ Yaudah yuk foto, kita have fun di sini bukan buat sedih-sedih." kata Satria.
Mereka hari ini turun untuk balik ke Jakarta. Setelah menempuh jarak yang sangat jauh, akhirnya mereka sampai di Jakarta.
Acha ke rumah satria terlebih dahulu untuk mengantar Daffa.
“ Akhirnya kalian balik juga, gimana liburan di puncaknya? Seru nggak?" Tanya Mbak Amel saat membukakan pintu.
“ Seru banget donk ma, aku juga bisa sampai puncak walaupun di gendong om satria kalo capek." Kata Daffa.
“ Wah hebat banget ya kamu daf, yaudah sana masuk istirahat sama papa." Kata Mbak Amel kemudian masuk.
“ Tapi lebih hebat lagi sih kamu sat, pasti kamu capek banget ya? Maafin mbak ya udah ngrepotin kalian berdua." Kata Mbak Amel.
“ Bukannya udah tiap hari ya mbak selalu ngrepotin aku." Kata Satria.
“ Iya mbak tau, makannya mbak ucapin makasih yang banyak." Kata Mbak Amel.
“ Nggak lah mbak aku cuma becanda, lagian aku seneng kok bisa jagain Daffa, itung-itung latian buat jadi papa nanti biar ngga kaget." Satria.
“ Yaudah masuk dulu yuk." Kata Mbak Amel.
“ Makasih, ngga usah mbak Acha mau langsung pulang aja, pengen istirahat soalnya." Kata Acha
“ Yaudah kalo gitu baliknya sama satria kan?" Tanya Mbak Amel.
“ Iya donk mbak, yakali aku biarin Acha balik sendirian malam-malam gini." Kata Acha
__ADS_1
“ Yaudah sana hati-hati." Kata Mbak Amel.
“ Pulang dulu ya mbak." Kata Acha berpamitan.
“ Iya Cha makasih ya, langsung pulang jangan mampir-mampir lagi." Kata Mbak Amel.
“ Siap mbak." Jawab Satria.
...****************...
Satria mengantar Acha pulang sampai ke rumah.
“ Makasih ya sat udah anterin gue." Kata Acha.
“ Iya sama-sama, gue juga makasih ya Cha Lo udah mau bantu jagain Daffa pas di puncak." Kata Satria.
“ iya sama-sama, yaudah sana balik, istirahat biar badannya ngga pegal-pegal." Kata Acha.
“ Cie perhatian banget sama gue, awas Lo naksir sama gue lho Cha." Kata Satria
“ Ngga dulu deh, kata Lo lebih baik nyari yang lain dari pada nunggu yang ngga pasti " kata Acha.
“ Terus Lo maunya gimana? Mau minta kepastian dari gue? " Kata Satria memegang kedua tangan Acha.
“ Apaan sih sat." Kata Acha melepaskan tangannya dari satria.
“ Apaan sih, udah sana balik." Kata Acha mendorong punggung Satria.
“ Yaudah deh iya-iya Cha." Kata Satria.
“ Yaudah sana balik ngapain masih diem di sini?" Tanya Acha.
“ Lo tetep yang paling spesial di hati gue Cha. Yaudah gue balik dulu ya bye..." Bisik satria di telinga acha.
Acha hanya terdiam melihat kepergian Satria.
“ Hai kok kamu bengong di sini sendirian? Satria nya mana?" tanya Radit dari dalam rumah.
“ Udah balik bang barusan." kata Acha.
“ Yaudah yuk masuk, istirahat." kata Radit merangkul Acha untuk masuk.
Malam hari di kamar Acha.
Acha belum bisa tidur, dia menatap langit-langit kamar yang terdapat banyak bintang yang sengaja dia tempel.
__ADS_1
“ Kenapa sih satria selalu bikin gue berharap, padahal dia bilang sendiri kalo dia belum selesai sama masa lalunya." kata Acha.
“ Tapi kalo gue biarin satria deketin Lala, nanti pasti satria juga bakalan permainan perasaan Lala. Terus kalo Lala tau kalo satria masih belum selesai sama masa lalunya gimana ya? gue jadi tambah bingung." kata Acha.
“ Tapi ngga mungkin juga sih, lagian Lala kan sahabat kecilnya Satria, masak iya dia tega permainan Lala sih. Gue jadi penasaran sama cewek yang udah bikin satria trauma gitu sampai benci sama semua cewek, pasti dia cantik, baik, pinter, bodynya oke, tinggi, putih, kok gue jadi mikirin itu sih, ngapain ya gue kok belum ngantuk." kata Acha.
Acha memutuskan untuk main hp. Tapi tiba-tiba ada notifikasi pesan masuk dari satria.
“ Kok belum tidur Cha, malah main hp?" Pesan satria✉️
“ Belum bisa tidur gue sat, Lo sendiri belum tidur?" Balas Acha✉️
“ iya nih sama gue juga ngga bisa tidur." Jawab Satria.✉️
Tiba-tiba Hp Acha bergetar, tertera nama Satria yang mengajak Video call. Acha pun menjawab.
“ Kenapa? udah malem malah VC, gue udah mau tidur nih." kata Acha.
“ Gue pengen nemenin Lo aja, biar Lo bisa tidur. Gue juga bingung mau ngapain belum ngantuk, padahal tadi pas perjalanan pulang pengen cepet-cepet istirahat." kata Satria.
“ Kamar Lo kok gelap banget sih sat? emang ngga takut?" tanya Acha.
“ Engga, gue malah suka gelap-gelapan gini. Apalagi kalo tidur nya di temenin sama kamu, pasti tambah nyaman tidurnya." kata Satria.
“ ngga usah ngaco deh kalo ngomong sat, oh ya katanya mau nemenin gue baru gue bisa tidur, masak diem aja, ngapain kek." kata Acha.
“ Emang Lo minta gue buat ngapain? biasanya Lo ngapain biar bisa tidur?" tanya Satria.
“ dulu waktu gue kecil, papa selalu nyanyiin gue kalo gue belum bisa tidur." kata Acha.
“ Maksudnya Lo mau minta gue nyanyi buat Lo?" tanya Satria.
“ Ya kalo ngga mau ngga papa sih." kat Acha.
“ Yaudah deh iya-iya, apa sih yang engga buat Acha, bentar ya gue mau ambil gitar dulu." Kata Satria dan tak lama kemudian kembali dengan membawa gitar.
Satria menyanyikan lagu untuk Acha. Acha pun mendengarkan karena memang suara satria lumayan bagus.
“ Oke juga suara Lo sat." kata Acha.
“ Iya donk, siapa dulu gue gitu loh. Yaudah tidur buruan jangan ngobrol terus." Kata Satria.
Acha pun tertidur, VC nya masih tetap nyala. Satria yang menyadari itu pun berhenti nyanyi.
“ Akhirnya tidur juga tuh anak, tapi kalo di lihat-lihat Acha cantik banget walaupun dalam keadaan tidur gini." kata Satria.
__ADS_1
Radit membuka pintu kamar Acha, dia melihat HP adiknya yang masih menyala yang sedang VC dengan Satria.
“ Kalian tuh udah saling suka, tapi sama-sama gengsi nggak mau mengakui perasaan masing-masing, aku harap gimana pun caranya, semoga kalian bisa selalu bahagia." kata Radit kemudian menutup pintu Acha.