Tak Bisa Bersama

Tak Bisa Bersama
Bawel


__ADS_3

Lala kembali masuk ke dalam UKS.


“ Kata bang Radit, dia lagi ada jam buat kuliah Cha, jadi dia nggak bisa jemput Lo." kata Lala.


“ Ntar Lo balik aja sama gue Cha." kata Satria.


“ Iya bener Cha, dari pada harus naik taksi kan? gue juga abis ini mau langsung pulang karna ada acara keluarga." kata Lala.


Tiba-tiba HP Lala bunyi, ternyata dari orang tuanya, Lala langsung pamit pulang duluan.


“ Yaudah yuk balik, biar gue anterin." kata Satria.


“ Gue bisa kok balik sendiri." kata Acha mencoba bangun dari tempat tidur.


Acha mencoba berjalan, tapi baru beberapa langkah, kepalanya tiba-tiba pusing lagi, dia hampir jatuh.


“ Lo nih bener-bener keras kepala banget ya Cha, gue bilang mending balik sama gue aja, lagian Lo juga masih pusing kan, plis Cha dengerin gue sekali ini aja, Lo boleh cuek sama gue, Lo boleh gengsi sama gue atau apa pun itu, tapi untuk sekarang Lo hilangin dulu Fikiran yang gitu, setelah itu Lo mau cuekin gue lagi atau apa terserah Lo, biar gue yang anterin ya." kata Satria dengan nada yang lembut, dan mendapat anggukan dari Acha.


Satria mengantar Acha pulang ke rumahnya.


Satria membantu Acha berjalan masuk ke rumah.


“ Hati-hati Cha." kata Satria.


Satria membantu Acha berjalan sampai kekamar Acha.


“ Udah Sat Lo balik aja, gue nggak papa sendiri." kata Acha.


Akhirnya Satria hendak keluar. Tapi dia mendengar ada suara gelas pecah dari kamar Acha. Satria langsung lari kembali lagi ke kamar Acha.


“ Cha Lo nggak papa?" tanya Satria.


” Gue nggak papa Sat." kata Acha.


“ Lo mau minum? Lo bilang Lo bisa sendiri? kalo gini sekarang gimana? mau tetep nyuruh gue pergi? pokoknya gue nggak bakalan ninggalin Lo sampai Radit balik." kata Satria sambil membereskan pecahan gelasnya.


Satria mengambil pecahan-pecahan gelas itu, tapi tangannya tergores pecahan itu dan berdarah.


“ Au..." kata Satria.


“ Lo nggak papa Sat?" tanya Acha berusaha bangun.


“ Gue nggak papa Cha, Lo istirahat aja biar gue yang beresin ini." kata Satria.


Satria kembali ke kamar Acha.


“ Cha kok Lo duduk? emang udah nggak pusing?" tanya Satria.


“ Iya udah mendingan Sat, oh ya sini bentar Sat." kata Acha.


Satria mendekati Acha.


“ Kenapa Cha? Lo mau makan? atau Lo butuh apa?" tanya Satria.

__ADS_1


“ Tolong ambilin kotak obat di laci sana Sat." kata Acha dan Satria pun mengambilnya.


“ Buat Apa Cha?" tanya Satria.


” Bawa sini tangan Lo." kata Acha.


Acha mengobati tangan Satria dengan telaten.


“ Oh ya Lo mau makan apa Cha? Lo belum makan kan?" tanya Satria.


“ Gue nggak pengen makan Sat, nggak ***** makan juga." kata Acha.


“ Lo harus makan Cha, biar Lo cepet sembuh dan bisa gue jalin lagi." kata Satria tersenyum.


“ Gue serius Sat, gue nggak laper." kata Acha.


“ Gue juga serius Cha, Lo harus makan, gue cariin makan buat Lo dulu ya?" kata Satria.


“ Nggak usah Sat." kata Acha.


“ Lo dirumah aja dulu, gue nggak lama kok." kata Satria.


Satria pergi mencari makan untuk Acha. Akhirnya Radit pun pulang.


“ Acha gimana keadaan kamu? kata Lala kamu tadi pingsan kena bola basket." tanya Radit.


“ Nggak papa Bang, Aku udah baikan kok." kata Acha.


“ Aku pulang sama Satria, sekarang dia lagi beli makana buat aku." kata Acha.


“ Syukurlah ada Satria, Abang kira kamu sendiri, tadi Abang bener-bener khawatir banget sama kamu." kata Radit.


Tak lama kemudian Satria kembali.


“ Radit ternyata Lo udah balik?" kata Satria.


“ Iya Sat, oh ya thanks ya udah jagain adek gue." kata Radit.


“ Iya Dit, lagian Acha gini juga gara-gara gue, gue yang asal lempar bola sampe kena kepalanya Acha." kata Satria.


“ Nggak papa Sat, lagian Acha juga salah, udah tau ada orang main basket pake lewat di pinggir lapangan." kata Radit.


“ Ya kan tadi aku mau ke toilet bang." kata Acha.


“ Iya Dit, kata Lala tadi emang Acha juga lagi nggak enak badan." kata Satria.


“ Kamu nih ya Cha, dari rumah Abang udah bilang, kalo nggak enak badan nggak usah masuk sekolah dulu, keras kepala banget ya kamu." kata Radit.


“ Ya kan nanti ketinggalan pelajaran bang." kata Acha.


“ Ya kan kamu bisa liat catatan temen kamu kan Cha, nggak usah gini lagi pokoknya, kalo emang nggak enak badan mending istirahat, dari pada nanti tambah sakit kan." kata Radit.


“ Iya-iya bawel banget sih." Kata Acha.

__ADS_1


“ Oh ya nih gue beliin Lo nasi goreng Cha, dimakan dulu." kata Satria.


“ Tuh dimakan dulu, abis itu minum obat, terus tidur biar cepat sembuh." kata Radit


“ Iya-iya bang." kata Acha.


“ Cha kan Radit udah balik, gue balik dulu ya." kata Satria.


“ Iya Sat." kata Acha.


“ Hati-hati Sat." akta Radit.


Pagi Hari disekolah.


Satria melihat Acha yang sedang berjalan menuju kelas, dia langsung mengejar Acha.


“ Pagi chaa..." sapa Satria, tapi Acha hanya berjalan terus tanpa bicara.


“ Tuh kan balik lagi kaya biasanya, kenapa gue dicuekin terus sih Cha." kata Satria.


“ Itu yang Lo bilang waktu itu kan? terserah gue kalo gue mau gimana setelah mau di anterin Lo." kata Acha.


“ Ya nggak ada ucapan makasih gitu, kan kemarin gue udah..." kata Satria belum selesai.


“ Yaudah makasih udah anterin gue balik." kata Acha


“ Udah gitu doank, nggak ikhlas banget sih makasih ya, kalo nggak niat nggak usah ucapin makasih." kata Satria mengerjai Acha.


Satria gantian yang cuekin Acha.


“ Ya terus gue harus gimana?" tanya Acha


“ Mana gue tau, gue mau masuk kelas." kata Satria meninggalkan Acha.


“ Itu anak gimana sih, tadi minta gue buat bilang makasih tapi malah sekarang ninggalin gue gitu aja." kata Acha.


Satria tetap diam, dia tetap bikin Acha kebingungan. Dia ingin balas dendam karna biasanya Satria yang selalu dicuekin. Satria duduk di sebelah Acha seperti biasa, tapi kali ini Satria hanya ngobrol sama temannya tanpa menghiraukan Acha.


Sampai Istirahat Satria hanya diam.


“ Nih buku Lo yang kemarin gue pinjem." kata Acha mengembalikan buku ke Satria, Satria hanya menerima buku itu tanpa bicara sedikit pun.


“ Kenapa dia diem aja? apa dia marah? baperan banget sih jadi orang." Batin Acha.


Tasya dan dua temannya itu tiba-tiba datang.


“ Sat yuk ke kantin bareng kita." ajak Tasya.


“ Yuk." kata Satria.


“ Yaudah yuk." kata Tasya.


“ Tumben banget Satria mau di ajak ke kantin bareng Tasya, ah tapi bodo amat lah." Kata Acha.

__ADS_1


__ADS_2