
Setelah keluar dari ruangan Bu Rita.
“ Lo tenang aja, kita pasti bisa menang, apalagi ada gue di pasangan kita." kata Satria.
“ Bener kesialan gue bisa dipasangin sama Lo." kata Acha.
“ Lo nanti terima bersih aja, untuk soal visi misi buat kampanye biar gue yang buat, pasti semua siswa dan siswi bakalan milih kita." kata Satria.
“ Buat yang bener, awas aja kalo isinya lelucon Lo yang nggak jelas itu." kata Acha.
“ Siap mbak wakil." kata Satria.
“ Baru calon, dan gue berharap kita bakalan kalah sama pasangan yang lain, dan gue nggak jadi wakil Lo lagi, Wek." kata Acha menjulurkan lidahnya kemudian pergi meninggalkan Satria.
Saat pulang sekolah Satria menunggu Acha di depan ruang OSIS. Satria melihat, para pengurus OSIS sedang membahas rencana untuk memperingati hari ulang tahun Sekolah.
“ Terus menurut Lo temanya apa?" tanya Acha.
“ Gue juga bingung Cha." kata Bagas
“ Gimana kalo tentang kebersihan." kata Silfi.
Tiba-tiba Satria main masuk ke ruang OSIS.
“ Kalo gue boleh saran, lebih baik tema nya tentang sesuatu yang kekinian, dan pastinya sesuai dengan remaja seumuran kita. Biar semua siswa ngikutinnya nggak bosen dan bisa lebih menarik." kata Satria.
“ Lo nih bener-bener nggak punya sopan santun banget sih sat." kata Acha.
“ Gue setuju sama Satria, temanya harus yang kekinian biar keren." kata Faris.
“ Ya gue cuma kasih saran aja." kata Satria.
“ Main masuk aja emang ini sekolahan punya nenek Lo." kata Acha.
“ Ya bukan sih, tapi gue cuma mau bantu kalian aja, gue liat dari tadi nggak kelar-kelar bahas gitu aja." kata Satria.
“ Gimana kalo tema nya tentang Musik DJ aja?" tanya Farizal.
“ Nah gue setuju, kaya bagus gitu." kata Nadia.
“ Gue nggak setuju, musik DJ gitu pasti nanti isinya lagu barat, kita harus utamakan budaya kita, budaya Nusantara." kata Acha.
“ Tinggal di kombinasikan aja kan, dimana musik DJ nya menggunakan lagu-lagu dari Indonesia, dan nanti buat dekorasinya bisa pake hiasan dari budaya kita, contoh seperti batik, atau gambar-gambar tarian daerah, ya dibuat semenarik mungkin, dan nggak cuma menarik buat siswa tapi buat gurunya juga." kata Satria.
“ Nah iya bener gitu aja Cha, walaupun acaranya menggunakan lagu-lagu DJ, tapi masih ada kesan budaya Nusantara juga." kata Bagas sebagai ketua OSIS.
“ Yaudah boleh deh." kata Acha.
“ Nah berarti sepakat itu aja ya, nanti bakalan gue samperin ke Bu Rita, dan thanks ya bro udah kasih saran buat kita." kata Bagas.
“ Sip." kata Satria
Acra rapat pun selesai. Acha keluar dari ruang OSIS.
__ADS_1
“ Cha tunggu..." panggil Satria.
“ Apaan?" tanya Acha masih sambil jalan.
“ Abang Lo bilang katanya Lo suruh balik sama gue, Abang Lo soalnya nunggu di bengkel bang Azmi." kata Satria.
“ Bo'ong." kata Acha.
“ Kalo nggak percaya coba aja telfon Abang Lo." kata Satria.
Acha membuka HP nya, dan benar saja Radit menyuruh Acha untuk pulang sama Satria.
“ Yaudah buruan." kata Acha.
“ Eh Cha tungguin." kata Satria karna Acha jalan dulu.
Saat mereka berdua jalan ke parkiran, Tasya dan dua temannya menghampiri Satria.
“ Hai Sat." sapa Tasya .
“ Eh Tasya, kenapa sya?"kata Satria.
“ Mulai nih playboy nya keluar." batin Acha
“ Gue boleh balik sama Lo nggak? soalnya gue nggak ada yang jemput." kata tasya.
“ Aduh gimana ya sya, bukannya gue nggak mau, tapi gue udah ada janji sama temen, dan gue juga ini udah mau bareng sama Acha." kata Satria.
“ Oh Yaudah deh kalo gitu." kata tasya.
“ Yaudah hati-hati ya sat." kata tasya.
Satria dan Acha pun pergi.
“ Kenapa sih tuh cewek selalu hancurin semua rencana gue, gara-gara ada dia gue jadi nggak bisa juara 1, dulu waktu gue deketin Bagas dia juga selalu gangguin, sekarang giliran gue mau deketin Satria, dia juga deketin. Rese banget sih tuh cewek." kata Tasya.
“ Yang sabar ya Sel, ntar kita kasih dia pelajaran aja biar dia tau rasa." kata Azizah.
“ Bener Sya, nanti kita kasih dia pelajaran aja." kata Selly.
Di bengkel Azmi.
“ nih dit, adek Lo udah gue bungkus dan gue bawa ke sini." kata Satria.
“ Emang gue apaan pake dibungkus segala." kata Acha.
“ Yaudah duduk dulu, kamu belum makan kan pasti Cha, biar Abang pesenin makanan ya." kata Radit.
Bengkel Azmi bersebelahan dengan Cafe milik orang tuanya Satria. Kini Radit menunggu motornya selesai di cafe itu.
“ Katanya motornya udah selesai." kata Acha
“ kemarin bang Azmi emang bilang gitu." kata Satria.
__ADS_1
“ Tapi buktinya apa, belum selesai kan?" kata Acha.
“ Itu emang Abang yang nyuruh benerin yang lain Cha, tadi emang udah bener sih." kata Radit.
“ Wek, makannya nggak usah sok tau." kata Satria menjulurkan lidahnya ke arah Acha.
“ Awas aja Lo ya." kata Acha
“ Udah ini makanannya dimakan aja nggak usah pada berantem." kata Radit.
Setelah selesai makan, Acha memutuskan untuk pulang duluan.
“ Bang kunci motor aku mana, aku mau balik duluan." kata Acha.
“ Nih Cha, kenapa nggak nunggu motor Abang selesai dulu biar balik bareng nanti." kata Radit.
“ Males disini ada Satria." kata Acha.
“ kenapa jadi gue." kata Satria.
“ Karna kalo ada Lo tuh jadi nggak tenang, mulut Lo ngoceh terus kaya bebek." kata Acha.
“ Lo yang ngoceh terus." kata Satria.
“ Acha udah Cha katanya mau balik." kata Radit.
“ Iya ini aku mau balik, biar dirumah nyaman nggak ada manusia kaya dia lagi." kata Acha.
“ Justru kalo dirumah ntar Lo Pasti kangen sama gue." kata Satria.
“ Kangen dari mananya." kata Acha.
Acha mencium tangan abangnya kemudian pergi.
“ Cha kok nggak cium tangan gue Cha?" kata Satria.
“ Nggak Sudi." kata Acha.
Malam Hari dirumah Acha.
Lala datang ke rumah Acha untuk mengerjakan tugas bersama.
“ Cha kalo menurut Lo Satria itu gimana sih?" tanya Lala.
“ Gimana gimana maksudnya?" tanya Acha.
“ Ya dia ganteng nggak? sifatnya gimana?" kata Acha.
“ Kalo diliat dari mukanya sih Lo tau sendiri lah kalo emang dia mukanya enak diliat." kata Acha.
“ Tinggal bilang ganteng aja susah Cha." kata Lala.
“ Terlalu berlebihan kalo gue bilang dia ganteng, kalo buat sifatnya sih kalo dibilang baik sih baik, tapi yang bikin gue nggak suka sama dia tuh, sukanya mainin cewek, tebar pesona sana sini, selalu respon semua cewek, dan pastinya juga jadi diharapkan para cewek juga kan, padahal dia nggak serius. Kalo yang gue liat dari dia pindah sampe sekarang sih gitu. Sementara itu sih yang gue tau dari dia, tapi bang Radit bilang kalo dia sebenarnya baik." kata Acha.
__ADS_1
“ Terus Lo percaya sama bang Radit?" tanya Lala.
“ Kalo saat ini sih enggak, liat Satria aja bawaannya kesel banget, selalu gangguin gue dan Lo tau nggak la, Bu Rita itu pasangin gue sama dia jadi calon ketua dan wakil OSIS, sampe gue nggak habis fikir kok bisa-bisanya Bu Rita pasangin gue sama dia, kaya nggak ada yang lain aja." kata Acha.