Tak Bisa Bersama

Tak Bisa Bersama
Di villa


__ADS_3

Di perjalan


“ Kok diem, tidur ya Cha Daffanya?" tanya Satria.


“ Iya Sat." jawab Acha.


“ maaf ya Cha, gue jadi ngerepotin Lo." kata Satria.


“ Bukannya lo sering ngerepotin gue?" tanya Acha.


“ Iya sih, makannya gue minta maaf sama Lo kalo sering bikin Lo repot." kata Satria.


“ hemmm." kata Acha.


“ Lo udah ada cowo belum sih Cha?" tanya Satria.


“ Kepo banget sih Lo, lagian Lo mau ngapain nanya-nanya gitu." kata Acha.


“ ya ngga papa sih cuma pengen tau aja, tapi kayanya sih banyak yang suka sama Lo." kata Satria.


“ Mana gue tau, gue ngga terlalu mikirin yang kaya gitu." kata Acha.


“ Kalo semisal ada yang nembak Lo, terus ngajakin Lo pacaran, Lo mau ngga?" tahap Satria.


“ Ya tergantung orangnya sih, tapi kayaknya sendiri lebih menarik deh, masih kelas 11 juga." kata Acha.


“ Tapi ngomong-ngomong tipe cowo Lo yang kaya gimana sih?" tanya Satria.


“ Yang penting baik, berani izin ke Abang gue, yang pasti ngga playboy kaya Lo." kata Acha.


“ kalo soal baik mah gue orangnya baik banget, soal ngomong ke Abang Lo itu mah gampang." kata Satria.


“ Tapi ngomong-ngomong Lo nanya-nanya tuh ada apa sih?" tanya Acha.


“ Pengen memantaskan diri aja sih." kata Satria.


“ Inget syarat gue tadi kan, ngga playboy. Emang Lo bisa?" tanya Acha.


“ Buat Lo apa yang engga sih Cha." kata Satria.


“ Udah ah fokus ngendarain motor aja, makin aneh Lo ngomongnya." kata Acha.


“ Kan mumpung Daffa tidur, biar dia ngga denger " kata Satria.


“ Ngobrolnya nanti lagi kalo udah sampe." kata Acha.


“ Ini kita bakalan sampenya malem, terus tidurnya gimana?tanya Acha.


Tapi Satria hanya diam.


“ Hihhh kok Lo diem aja sih sat, gue kan nanya?" kata Acha..


“ Bukannya kata Lo gue suruh diem aja." kata Satria.


“ Tau ah gue capek ngomong sama Lo." kata Acha.


“ Yah ngambek, gue becanda kali Cha, nanti kita sampai Bandung istirahat dulu di penginapan kaya villa gitu, paginya baru kita naik gunung." kata Satria.


“ Terus motor sama mobilnya?" tanya Acha.


“ Ya dititipin di pos pintu masuk sebelum naik gunung itu lo Cha." kata Satria.


“ Oh." jawab Acha singkat.


Akhirnya sampai di villa untuk penginapan malam ini. Yang lain sudah sampai duluan.


“ Kalian dari mana aja sih?" tanya Aris.

__ADS_1


“ Tadi di jalan sempet mampir dulu di mini market." kata Satria.


“ Gue tidurnya mana?" tanya Satria.


“ Lo tidur di kamar yang sebelah sana bareng gue sama Radit." kata Azmi.


“ Bertiga? terus Daffa gimana?" tanya Satria.


“ Iya kamarnya kan terbatas." kata Radit.


“ Kalo ngga nanti biar sama gue sama Acha aja kan kita cuma berdua." kata Vira.


“ Iya bener, kasian kalo suruh tidur sempit-sempitan." kata Azmi.


“ Yaudah Daffanya di bawa ke dulu aja sana, sekalian taruh barang kamu Cha." kata Vira.


“ Kamarnya yang mana ?" tanya Acha.


“ Yang belakang sendiri." kata Vira.


Satria pun menggendong Daffa ke kamar yang dimaksud Vira.


“ Gue nitip Daffa ya Cha." kata Satria.


“ Iya." jawab Acha.


“ Nanti kali Daffa nangis, bilang aja sama gue atau nggak telfon gue." kata Satria.


“ iya-iya, Yaudah sana keluar, gue mau mandi." jawab Acha.


“ Mandi berang boleh kali ya?" kata Satria.


“ Lo kira honeymoon apa? pake mandi berdua." kata Acha.


“ Ya kan simulasi dulu, biar nanti ngga kaget." kata Satria.


“ Yaudah gue keluar deh." kata Satria akhirnya pun keluar.


Setelah selesai mandi, Acha bergabung sama yang lain di ruang santai.


“ Daffa bangun ngga Cha?" tanya Satria.


“ Belum." jawab Acha.


“ Ini sih fiks, nanti malem bakalan bangun." kata Satria.


“ Yang sabar ya bro." kata Aris.


“ Oh ya emang mbak Amel kemana sat?" tanya Radit.


“ Mbak Amel ada seminar Dit, kalo mbak Amel dirumah juga pasti Daffa ngga di bolehin ikut." kata Satria.


“ Oh gitu." jawab Radit.


“ Bang di Deket sini ada warung ngga sih? aku pengen beli jajan." kata Acha.


“ Ada sih, tapi Abang ngga tau di sebelah mana, tadi Satria yang udah ke sana." kata Radit.


“ Yaudah temenin gue ke warung bentar." kata Acha.


“ Lo ngajak siapa?" tanya Satria.


“ Ya ngajak Lo lah bego, kan cuma Lo yang udah tau warungnya dimana." kata Acha.


“ Oh kirain ngajak Riski." kata Satria.


“ Kalo Riski tau warungnya juga, gue mending ngajak Riski aja." kata Acha.

__ADS_1


“ Yaudah sana ngajak Riski." kata Satria.


“ Udah ngga usah banyak ngomong buruan." kata Acha menarik tangan Satria.


“ Cie gandeng tangan gue nih ye." kata Satria.


“ Apaan sih, makannya jalannya buruan." kata Acha.


“ Yaudah yuk." kata Satria.


“ Ngga naik motor aja?" tanya Acha.


“ Kenapa minta naik motor? pasti Lo pengen di boncengin gue kan? ngaku Lo?" kata Satria.


“ Satria gue bener-bener kesel banget sama Lo." kata Acha.


“ Iya-iya maaf, gue kan cuma becanda Cha. Di sini kalo malam jarang yang pake motor, lagian biar bisa jalan bareng gue kan." kata Satria.


“ Terserah deh." kata Acha.


Akhirnya mereka berdua berjalan menuju warung.


“ tunggu sini dulu gue mau beli jajan." kata Acha.


“ Gue juga mau beli jagung bakar dulu." kata Satria.


“ Yaudah sana." kata Acha.


Acha menunggu Satria, tak tak kembali -kembali. Akhirnya Acha memutuskan untuk mencari Satria. dan ternyata Satria sedang makan jagung bakar.


“ Lo bener-bener ya, gue nungguin dari tadi malah disini santai-santai makan jagung." kata Acha


“ Udah marah-marahnya? sini duduk dulu, nih jagung buat Lo." kata Satria menyuruh Acha untuk duduk.


“ Makan nanti aja di villa." kata Acha.


“ Makan sini aja, nanti kalo di villa kan jadi udah ngga panas, ngga enak deh." kata Satria.


Akhirnya Acha pun duduk dan memakan jagung itu bersama Satria.


“ Kok pedes sih jagungnya." kata Acha.


“ Kenapa? Lo ngga suka? Yaudah nih makan punya gue aja." kata Satria menyodorkan jagungnya.


“ punya Lo kok ngga pedes, Lo emang sengaja mau kerjain gue ya." kata Acha.


“ Ya mana gue tau, orang gue tadi cuma asal ngambil aja, masak suruh nyicipin satu-satu, lagian Lo tuh kenapa sih perasaan dari kemarin salah terus gue.." kata Satria.


“ Emang Lo ngeselin." kata Acha.


“ Yaudah maaf kalo gue punya salah, pengen aja rasanya bisa ngobrol santai sama Lo, dan ngga berantem terus, emang Lo ngga capek apa?" kata Satri.


“ Gue juga sebenernya ngga mau kaya gini sat, jujur walaupun Lo ngeselin tapi Lo emang orangnya baik. Tapi gue lakuin ini demi Lala, dan sekarang ini gue malah kemana-mana sama Satria terus, gue jadi ngerasa bersalah sama mamanya Lala." Batin Acha dan dia pun meneteskan air mata.


“ Lhoh Lo kenapa Cha? kok nangis? apa omongan gue tadi salah? maaf Cha gue udah bikin Lo nangis, udah jangan nangis, gue minta maaf." kata Satria.


“ Gue ngga papa, gue mau balik ke villa." kata Acha.


Acha pun berjalan meninggalkan Satria, Satria membayar jagung bakar yang tadi dia dan Acha makan, kemudian dia mengejar acha.


“ Acha tungguin gue Cha." Satria pun berlari agar dapat mengejar acha.


Setelah sampai di samping Acha Satria pun langsung bertanya kepada Acha.


“ Lo kenapa?" tanya Satria.


“ Gue ngga papa, gue cuma capek aja mau istirahat." kata Acha.

__ADS_1


__ADS_2