
Acha dan Satria akhirnya sampai dirumah.
“ Bang ini kuenya." kata Acha.
“ Iya Cha." kata Radit.
“ Loh Lala kok tidur disini?" tanya Acha yang melihat Lala tertidur di kasur Radit.
“ Iya dia tadi ngerjain tugas, jadi ketiduran." kata Radit.
“ Terus nanti kalo dicari sama ortunya gimana?" tanya Satria.
“ Nanti biar gue yang telfon Tante Ranti aja, kalo Lala mau nginep sini." kata Acha.
“ Yaudah kalo gitu, oh ya Sat main PS aja dulu yuk?" kata Radit.
“ Yuk." jawab Satria.
“ Kan udah malem bang, kenapa nggak tidur aja sih." kata Acha.
“ Ntar dulu Cha belum ngantuk, lagian kalo kita tidur kuenya siapa yang mau makan?" tanya Radit.
“ Terus Lala gimana?" tanya Acha.
“ Ya biarin dia tidur sini, ntar kamu temenin dia tidur di kasur Abang, biar bang Radit sama Satria yang tidur dibawah, nggak papa kan Sat?" kata Radit.
“ Iya nggak papa dit." kata Satria.
“ Yaudah kalo gitu, tapi beneran nggak papa, atau nanti kalian tidur dikamar gue atau di kamar tamu aja biar nggak masuk angin." kata Acha.
“ Nggak papa Cha, lagian ini juga ada karpetnya kan, jadi nggak langsung bersentuhan sama lantai." kata Satria.
“ Yaudah Acha tidur dulu ya bang." kata Acha.
“ Nggak mau minta kue nya?" tanya Radit.
“ nggak ah udah kenyang, buat kalian aja." kata Acha.
“ Yaudah good night Cha." kata Radit.
“ Iya bang, jangan tidur malem-malem." kata Acha.
“ Jangan lupa mimpiin gue Cha." kata Satria menggoda Acha.
“ Yang ada jadi Mimpi buruk Sat." kata Acha.
Acha dan Lala sudah tidur. Radit dan Satria masih sibuk main game sambil ngobrol.
“ Tadi kalian cuma beli kue aja kan?" kata Radit.
“ Iya lah dit, emang mau kemana lagi?" kata Satria.
“ Ya enggak, keliatannya kok wajah Acha kaya bete gitu kenapa?" tanya Radit.
* Tadi waktu kita beli kue balok, kita ketemu sama mantannya Acha." kata Satria.
__ADS_1
“ Siapa? Kevin?" tanya Radit.
“ Iya itu Kevin." kata Satria.
“ Terus gimana?" tanya Radit.
“ Acha sempet bilang kalo gue sama dia ini pacaran, biar Kevin nggak gangguin Acha lagi, eh tapi malah pas gue tinggal Acha bentar, malah dia deketin Acha, sampe maksa Acha buat balikan lagi sama dia." kata Satria.
“ Terus Achanya gimana?" tanya Radit.
“ Achanya sih nggak mau, tapi dipaksa terus sama Kevin, dan untung gue Dateng, gue bilang ke dia, kalo jangan ganggu dia lagi karna memang tadi kita kan pura-pura pacaran, terus gue juga sempet ancam dia juga sih kalo masih berani deketin acha, terus dia pergi." kata Satria.
“ Berani banget dia ganggu adek gue, padahal dulu pernah gue samperin dia ke markas geng motornya, tapi ternyata dia masih punya nyali buat deketin Acha lagi, eh tapi btw sebenernya Lo marahin Kevin itu karna cuma bantuin Acha, atua emang Lo cemburu liat Acha digangguin sama Kevin?" tanya Radit menggoda Satria.
“ Ah Lo nih, ya gue cuma mau bantuin Acha aja lah." kata Satria.
“ Serius?" tanya Radit.
“ Ya serius lah dit." kata Satria.
“ kalo emang Lo suka juga nggak papa sih, tapi jangan mainin dia kaya cewek lain." kata Radit.
“ Iya-iya." kata Satria
” Berarti Lo suka sama adek gue kan?" tanya Radit.
“ Apaan sih, udah lanjut lagi aja main PS nya." kata Satria.
“ Bisa aja Lo mengalihkan pembicaraan." kata Radit.
“ Kalo emang Lo suka sama dia, kan jadi gue bisa larang cowok lain deketin Acha, soalnya Adek gue juga banyak yang suka, Lo juga pasti tau Bagas kan?" kata Radit.
“ Iya kenapa?" tanya Satria.
“ Dia juga sering ke sini, dan lagaknya dia ada rasa sama Acha." kata Radit
“ Oh jadi dia suka sama Acha." kata Satria.
” Iya, dan inget harus pake cara yang aman, jangan saingan pake cara kekerasan." kata Radit.
“ Gampang kalo itu buat gue." kata Satria.
Malam Hari Acha terbangun, dia merasa haus dan mau mengambil minum, dia melihat Satria dan Radit yang ketiduran sambil pegang stik PS, dan layar TV nya juga masih nyala.
Acha mematikan TV nya dan mencabut stik PS nya, dan menyelimuti mereka berdua.
Pagi Hari.
Acha sudah bangun duluan dari pada yang lain, Acha memasak makanan untuk sarapan pagi, karna memang hari ini tidak hanya untuk Acha dan Radit saja, tapi ada Lala dan Satria.
Satria juga ternyata sudah bangun, dia menghampiri Acha yang sedang masak.
“ Masak apaan Lo Cha?" tanya Satria.
“ Masak makanan lah, ya kali masak pakaian." kata Acha.
__ADS_1
“ Emang Lo bisa masak?" tanya Satria.
” Bisa lah, emangnya Lo?" kata Acha.
“ Ya gue cowok nggak bisa masak nggak papa, karna nantinya kan gue cuma nyari nafkah buat keluarga, kalo Lo kan harus bisa masak, soalnya Lo cewek." kata Satria.
“ Ya seenggaknya Lo juga harus bisa masak, kan jadi bisa bantuin istrinya juga." kata Acha.
Satri mendekati Acha Yang sedang masak.
“ Lo mau ngapain ke sini?" tanya Acha.
“ Ya katanya kalo calon suami juga harus bisa masak, gue mau minta ajarin sama Lo, siapa tau Lo butuh bantuan buat potong-potong bawang." kata Satria.
“ Emangnya kalo motong bawang Lo bisa?" tanya Acha.
“ Ya enggak sih, makannya gue minta tolong buat ajarin." kata Satria.
“ Yaudah nih dipotong gini." kata Acha memberi contoh ke Satria.
“ ah gitu doank mah gampang." kata Satria.
“ Yaudah nanti sama cabai dan sayur-sayuran yang lain juga dipotong." kata Acha.
Acha menggoreng ikan, Satria masih memotong bawang.
“ Aaa....aduh mata gue perih banget Cha..." kata Satria mengusap matanya dengan tangannya.
“ Jangan di usap pake tangan gitu, kan tangan Lo bekas bawang, ntar tambah pedas, sini biar gue tiupin dulu." kata Acha meniup mata Satria.
“ Gimana masih pedas nggak?" tanya Acha.
“ Kalo matanya sih udah nggak pedas, tapi mulut gue jadi yang pedas Cha, tolong tiupin donk." kata Satria.
“ Ih dasar Lo ya, serius masih pedas nggak?" tanya Acha.
“ Udah nggak kok Cha, panik banget sih, takut gue kenapa-kenapa ya." kata Satria.
“ Ya gue cuma takut mata Lo buta." kata Acha mencari alasan.
“ Iya ya Cha, gue juga takut kalo buta, jadi nggak bisa liat muka Lo yang cantik." kata Satria.
“ Dasar buaya, udah mending Lo duduk aja, biar gue yang masak." kata Acha.
“ Yaudah deh, oh ya Cha, perasan gue semalem sama Radit nggak pake selimut, kok bangun-bangun udah selimutan, Lo yang selimutin ya Cha?" kata Satria
“ Bukan gue, mungkin bang Radit." kata Acha.
“ Ya gue sama Radit aja tidurnya duluan Radit." kata Satria.
“ Ya mungkin malam-malam bang Radit kebangun." kata Acha.
“ ah masak sih, bukannya Radit kalo udah tidur kaya kebo, masak bangun malam-malam." kata Satria.
“ Ya mungkin aja kan." kata Acha.
__ADS_1