Tak Bisa Bersama

Tak Bisa Bersama
Proposal


__ADS_3

Setelah selesai mengerjakan tugas, Satria dan Radit pergi.


“ Cha Abang mau pergi dulu ya sama Satria." kata Radit.


“ Iya bang, jangan pulang malem-malem dan nggak ada acara minum-minum sama temen-temen Abang, awas aja kalo sampai mabuk." kata Acha.


“ Iya Cha...oh ya kamu nggak keluar sama temen kamu?" kata Radit.


“ Enggak bang, soalnya nanti Bagas mau ke sini." kata Acha.


“ Yaudah kalo gitu." kata Radit.


Saat diluar rumah Acha


“ Bagas udah biasa ke sini ya dit?" tanya Satria.


“ Iya sat, dulu waktu Acha masih kelas 10 dia selalu anterin Acha balik." kata Radit.


“ Oh, terus mereka itu pacaran?" tanya Satria.


“ Kurang paham gue, emangnya kenapa? Lo cemburu? jangan-jangan Lo juga suka sama adik gue." kata Radit.


“ Nggak la." kata Satria salting.


Pagi hari di sekolah.


Satria baru masuk ke kelas, tapi Lala langsung menghampiri Satria. Karna Acha memang belum datang, Lala pun duduk di bangku Acha sebelah Satria.


” Hai Sat.... gue bawain sandwich buat Lo nih, dimakan ya..." kata Lala.


“ Astaga Lala... Lo nih bener-bener baik banget sih, jadi ngrepotin Lo nih jadinya." kata Satria.


“ Nggak papa lah Sat, ini juga sengaja gue bikin buat Lo." kata Lala.


“ Pas banget gue belum sarapan, gue cobain ya?" kata Satria.


“ Iya silahkan dicobain." kata Lala.


Saat Satria membuka tempat makannya, dia melihat sandwich yang pletingnya sangat rapi, dia kemudian teringat dengan temannya Nala yang selalu makan itu dan membagikan ke Satria juga.


“ Kok ngalamun sat? dimakan donk katanya mau dimakan?" kata Lala.


” Lo buat sendiri sandwich nya la?" tanya Satria.


“ Iya sat." kata Lala.


“ Lo diajarin siapa?" tanya Satria.


“ Kakak gue, emang kenapa?" kata Lala.


“ Enggak, gue jadi inget aja sama temen kecil gue dulu, dia juga selalu makan sandwich kaya gini, dan selalu ditata seperti ini." kata Satria.


“ Oh gitu... yaudah dimakan, cobain gimana rasanya?" Kata Lala.

__ADS_1


Satria mencoba sandwich buatan Lala.


“ Gimana?" tanya Lala.


“ Enak La, oh ya ini kan ada 2, yang satu buat Lo nih." kata Satria.


“ Nggak usah Sat, buat Lo semua aja." kata Lala.


“ Eh jangan, Lo juga cicipi nih." kata Satria.


“ Nggak usah Sat, tadi juga gue udah sarapan." kata Lala.


“ Nggak pokoknya dimakan nih, gue suapin ya, Aaa...." kata Satria.


“ Lo nih ya sat, main suapin aja." kata Lala.


“ Enak kan rasanya... gue tebak pasti Lo masak tapi belom cobain, untung enak, kalo nggak enak gimana? udah dikasih ke gue " kata Satria.


“ Ya pasti masakan gue enak lah sat." kata Lala.


Saat Satria sedang menyuapi Lala, Acha datang.


“ Ih sosweet banget sih pagi-pagi." kata Acha.


“ Biarin donk, Lo pasti iri kan?" tanya Lala menggoda Acha.


“ Enggak lah, apa yang mau di irikan." kata Acha.


“ Eeee... semalem gue keluar sama temen gue." kata Acha.


” Tinggal bilang keluar sama Bagas aja susah." kata Satria terlihat tidak suka kalo Acha dekat dengan Bagas.


“ Biarin suka-suka gue donk, lagian sok tau banget sih jadi orang." kata Acha.


Hasil rapat kemarin sudah ditetapkan, dan Satria sudah membuat proposal untuk kegiatan tersebut. Tapi saat di ruang OSIS, Satria sibuk membuka dan mengeluarkan isi tas.


“ Lo kenapa sat? kenapa bukunya dikeluarkan semua?" tanya Fino.


“ Proposalnya nggak ada, padahal tadi udah gue masukin tas." kata Satria.


“ Serius Lo Sat? mungkin Lo lupa dikularin pas dikelas tadi." kata Riska.


“ enggak, tadi gue nggak keluarin." kata Satria.


“ Siapa tau ketinggalan dimeja kelas, atau dipinjam siapa gitu." kata Rara


“ Yaudah gue cari dikelas dulu ya." kata Satria.


Satria ke kelas, dikelas masih ada Acha, Lala dan geng Vinz ( Tasya dan teman-temannya)


“ Kenapa Sat? kok balik lagi? katanya ada rapat OSIS?" tanya Tasya sok perhatian.


“ Iya sya, proposal yang udah gue buat tentang rencana kegiatan peringatan 17 Agustus nggak ad." kata Satria.

__ADS_1


“ Kok bisa?" tanya Selly.


“ Gue juga nggak tau, tadi sih didalam tas, Tapi nggak ada, ini gue mau cari dimeja gue dulu." kata Satria.


Satria mencari ke mejanya dan lacinya juga, tapi ternyata tidak ada.


“ Kenapa?" tanya Acha.


“ Proposal buat kegiatan 17 Agustus yang udah gue buat nggak ada." kata Satria.


“ Masak? emangnya Lo udah buat?" tanya Acha.


“ Udahlah, dimana sih? kok nggak ada ya?" kata Satria.


“ Gini aja Sat, kata Lo kan Proposalnya nggak dikeluarkan, tapi bukannya gue gimana-gimana ya? siapa tau ada yang iseng ngumpetin, atau mungkin ada yang nggak suka sama Lo, dan mau bikin Lo malu didepan para anggota OSIS dan pembina OSIS, jadi lebih baik kita cari disekitar sini aja dulu." kata Tasya.


“ Iya bener tuh, eh tapi cari dimana? kan udah dicari nggak ada?" kata Lala.


“ Ya kan dikelas nggak ada, bisa aja ada yang sengaja curi itu kan? kalo nggak keberatan sih mending diperiksa aja tasnya satu per satu." kata Tasya.


“ Iya bener." kata Azizah.


Tas semua orang yang ada disana diperiksa, dan ternyata proposal itu ada di tasnya Acha.


“ Kok bisa di tas gue?" kata Acha.


“ Cha gue nggak nyangka Lo bisa lakuin hal rendahan gini." kata Satria.


“ Gue nggak ngambil proposal itu, lagian gue juga buat apa ambil itu, dan gue juga nggak tau kok itu bisa di tas gue." kata Acha.


” Udahlah nggak usah banyak alasan, ya kali itu proposal bisa jalan sendiri." kata Tasya.


” Mana mungkin maling mau ngaku, kalo maling ngaku penjara penuh." kata Selly.


“ Kalo emang Lo nggak suka sama gue, atau Lo benci sama gue silahkan Cha, tapi nggak gini caranya, Lo ambil proposal ini, biar gue dicap sebagai ketua OSIS yang nggak baik kan? gue nggak nyangka, kok bisa-bisanya Lo sampe gini." kata Satria.


“ Bukan gue yang ambil proposal itu Sat." kata Acha.


“ Kalo Lo nggak mau jadi wakil gue, Lo bisa mengundurkan diri Cha, nggak gini caranya." kata Satria kemudian meninggalkan Acha pergi.


“ Keliatannya aja polos, ternyata maling." kata Tasya.


“ Tau... untung aja Lo dipasangin sama Satria, kalo nggak, pasti gak ada yang mau pilih Lo jadi wakil OSIS." kata Azizah.


“ Diam kalian bertiga, gue yakin bukan Acha yang ambil proposal itu." kata Lala.


“ Hey kita itu nggak asal nuduh ya, ada buktinya, tadi Lo juga liat sendiri kan? Sahabat Lo ini terbukti menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia mau." kata Selly.


“ Diem ya kalian." kata Lala tidak terima melihat Tasya dan temannya menuduh Acha, Lala hampir menampar Tasya.


“ Udah la, nggak usah urusin mereka." kata Acha.


“ Awas aja kalian ya." kata Lala kemudian pergi bersama Acha.

__ADS_1


__ADS_2