Tak Bisa Bersama

Tak Bisa Bersama
Males


__ADS_3

Lala pulang duluan, karna Acha masih ada rapat OSIS, walaupun sebenarnya Acha malas mengikuti rapat itu karna kejadian tadi.


“ Oh ya sat gimana proposal nya? udah ketemu?" tanya Reyhan.


“ Udah Han." kata Satria.


“ Syukurlah." kata Riska.


” Oh ya aku mau mengingatkan kepada kalian semua, kalian ikut dalam organisasi OSIS ini pastinya dengan kemauan sendiri kan? Kalo iya ada yang terpaksa, boleh mengundurkan diri, karna yang aku inginkan, kita bisa saling kerja sama, saling membantu, dan jika ada masalah pribadi jangan pernah dibawa-bawa ke Organisasi ini." kata Satria.


“ Iya pastinya kita masuk OSIS karna kemauan sendiri, dan pastinya kita mau melatih agar kita bisa berorganisasi dengan baik." kata Fino.


“ Baik kalau begitu, intinya kita ikut ini karna kemauan diri sendiri, dan aku harap kedepannya bisa lebih baik lagi, dan gue nggak mau kalo sampai ada masalah diantara kita." kata Satria.


“ Oh ya ini proposal nya, kalian boleh baca dulu, dan nanti kalo kalian ada masukan untuk proposal itu supaya lebih baik lagi, silahkan berikan pendapat kalian." kata Satria kemudian mempersilahkan semua anggota untuk membaca proposal itu.


“ Gimana? apa ada tambahan? atau mungkin ada masukan biar lebih baik lagi?" tanya Satria.


“ Kalo gue baca sih itu udah bagus sat, nggak perlu ada yang ditambahin lagi." kata Reno.


“ Iya benar, itu udah bagus, dan inti dari maksud nya pun sudah tersusun rapi." kata Riska.


“ Kalo Lo gimana Cha?" tanya Kevin.


“ Terserah, gue ikut kalian aja." kata Acha.


“ Acha kenapa Cha? kok kaya nggak semangat gitu? kaya nggak seperti biasanya?" tanya Bagas.

__ADS_1


“ Gue nggak papa kok gas." kata Acha.


Setelah itu mereka melanjutkan membahas yang lain. Rapat pun selesai, semua pulang.


Saat diluar, Acha menelfon Radit.


“ Hallo bang, bisa jemput aku nggak?" tanya Acha.


“ Aduh Cha... maaf banget, Abang nggak bisa." kata Radit


“ Yaudah deh kalo gitu." kata Acha.


Satria melihat Acha yang keliatannya sedang menunggu taksi lewat. Dia ingin menghampiri Acha, tapi Bagas sudah duluan menghampiri Acha.


“ Yuk balik sama gue aja Cha?" ajak Bagas.


“ Tapi rumah Kita kan nggak searah Gas?" kata Acha


“ Yaudah deh kalo gitu." kata Acha kemudian pulang bersama Bagas.


Waktu perjalanan pulang.


“ Oh ya Cha, tadi katanya proposal yang dibuat Satria ilang?" tanya Bagas.


“ Iya gas." jawab Acha.


“ Terus tadi proposal nya ketemu dimana?" tanya Bagas.

__ADS_1


“ Di tas gue." kata Acha


“ Kok bisa? dipinjem Lo atau gimana Cha?" tanya Bagas.


“ Gue juga nggak tau kenapa bisa di tas gue gas, karna memang gue juga nggak pinjem." kata Acha.


“ Kok bisa ya gitu, atau mungkin ada yang sengaja lakuin itu, biar seakan-akan Lo yang ngambil." kata Bagas.


“ Gue juga nggak tau gas, tapi yang gue nggak habis fikir, kenapa Satria langsung percaya gue yang ambil, dan Lo tadi denger sendiri kan, sebelum rapat dimulai itu mungkin dia nyindir gue." kata Acha.


“ Gimana kalo kita cari tau aja siapa pelakunya?." kata Bagas.


“ Udah lah nggak usah gas, gue juga udah males berurusan sama Satria lagi." kata Acha.


Di toko buku.


Satria bertemu dengan Lala yang juga ada di toko buku itu.


“ Lala...?" panggil satria.


“ Satria." kata Lala menoleh.


“ Lo disini sama siapa?" tanya Satria.


“ Tadi gue naik taksi sendiri." kata Lala.


“ Oh gitu... Yaudah nanti baliknya bareng gue aja ya." kata Satria.

__ADS_1


“ Nggak papa sat kalo kita pulang bareng?" kata Lala.


“ Iya nggak papa kok la, sekalian biar Lo nggak sendirian." kata Satr


__ADS_2