
Sekarang hanya tinggal Satria dan Acha, Acha mau keluar tapi di panggil satria.
“ Cha..." panggil Satria.
“ Kenapa?" tanya Acha.
“ Nggak lupa kan, katanya mau pijitin gue, harus tanggung jawab Lho ya, badan gue jadi sakit semua."Kata Satria.
“ Terus gue harus ngapain?" tanya Acha.
“ Sini duduk, pijitin gue buruan." kata Satria membalikkan badan.
“ Kenapa nggak diluar aja, masak harus dikamar gini." kata Acha.
“ Kenapa emangnya? lagian gue juga nggak mau apa-apain Lo kok." kata Satria.
“ Ya siapa tau Lo khilaf." kata Acha.
“ Ya enggaklah, lagian badan gue lagi sakit gini, kalo gue khilaf ngapa-ngapain Lo, bisa-bisa badan gue tambah sakit bukannya tambah enak." kata Satria.
” Dih apaan sih, ngaco banget kalo ngomong." kata Acha.
“ Cha Lo jengukin gue kok nggak bawa apa-apa sih." kata Satria.
“ Ya emangnya gue harus bawa apa?lagian tadi udah dibawain Lala makanan kan, perhatian. banget dia sama Lo." tanya Acha.
“ Kenapa emangnya kalo Lala perhatian sama gue? Lo cemburu? kalo cemburu jangan mau kalah donk sama Lala." kata Satria.
“ Najis, nggak lah, buat apa cemburu coba? lagian suka sama cowok yang di sukain banyak cewek tuh nggak enak." kata Acha.
“ Bilang aja kalo takut kalah sama yang lain,kan kata Lo waktu itu, kalo suka itu jangan nanggung, harus mau berjuang donk." kata Satria
“ Iya sih, tapi itu berlaku cuma buat cowok, yakali cewek juga harus berjuang, kesannya jadi ngemis cinta tau nggak sih." kata Acha.
Lo nih emang beda dari yang lain Cha." Batin Satria.
“ Oh ya motor Lo dimana sat? gue mau pinjem." kata Acha.
“ Motor gue di pinjem Riski." kata Satria.
“ Apa? Riski? Lo masih aja temenan sama mereka?" tanya Acha.
“ Kenapa emangnya?" tanya Satria.
“ Satria Lo nih gimana sih, Lo sakit gini gara-gara siapa coba? Lo lupa?" tanya Acha.
“ Udahlah Cha, gue nggak mau bahas itu juga." kata Acha.
“ Yaudah terserah Lo deh sat." kata Acha.
Faris dan Riski datang, dan masuk ke kamar Satria.
“ Nih sat kunci motor Lo, thanks udah pinjemin motornya." kata Riski.
Acha yang melihat kedatangan mereka berdua langsung memegang tangan Satria dengan erat, Acha terlihat ketakutan melihat Riski dan Faris.
“ Nih kunci motornya, katanya mau pinjem?" kata Satria.
__ADS_1
“ Iya gue pinjem dulu motornya, dari pada nunggu bang Radit kelamaan." kata Acha.
“ Radit udah di depan kok." kata Faris.
“ Oh gitu." kata Acha seperti kebingungan, antara mau keluar atau mau tetap di dalam, karna Acha keliatan takut sama Radit dan Faris.
“ Kok malah diem Cha?" tanya Satria, Acha semakin erat memegang tangan Satria.
“ Gue tau pasti Acha masih trauma sama kejadian kemaren." Batin Satria.
“ Yaudah yuk biar gue anterin ke depan." kata Satria, Acha pun jalan sambil tetep berpegangan dengan Satria.
Diluar.
“ Dari mana aja sih bang?" tanya Acha.
“ Ya maaf tadi macet soalnya, tadi abis pergi sama Faris sama Riski." kata Radit.
“ Apa?" tanya Acha.
“ Kenapa emangnya Cha?" tanya Radit bingung.
“ Jadi bang Radit itu juga temenan sama Radit dan Faris, tapi apa bang Radit nggak tau kejadian kemaren ya." Batin Acha.
“ Cha? kok malah bengong sih?" tanya Radit.
“ Eh engga, iya nggak papa kok bang, Yaudah aku mau balik dulu." kata Acha.
“ Sat gue balik dulu ya." kata Acha.
Malam Hari
Acha kembali ke bengkelnya Azmi, karena mau ambil motornya yang dipinjam Radit.
Saat di perjalanan menuju bengkelnya Azmi, Acha melihat ada yang sedang dikroyok preman.
Acha langsung berhenti dan menolong orang itu.
“ Hei, kalo berani jangan main kroyokan gini donk." kata Acha.
“ Wah ada cewek ni bro, kenapa sih cantik kok marah-marah gak jelas gini." kata Salah seorang preman.
“ Nggak usah banyak bac** deh kalian, sini lawan aku kalo berani." kata Acha.
“ Nantangin nih cewek." kata salah satu preman.
Akhirnya terjadilah perkelahian antara empat preman itu dengan Acha dan Riski.
Setelah pukulan demi pukulan di rasakan para preman itu, mereka akhirnya pergi.
“ Lo nggak papa?" tanya Acha menghampiri Orang yang tadi di kroyok.
“ Iya gue nggak papa." kata Riski.
“ Riski?" kata Acha kaget, ternyata orang yang di tolongnya adalah Riski.
“ Iya Cha, oh ya Lo nggak papa Cha?" tanya Riski.
__ADS_1
Acha sedikit ketakutan melihat Riski.
“ Makasih ya Cha, udah tolongin gue, dan gue minta maaf soal waktu itu di basecamp." kata Riski.
“ i-i-iya gue udah maafin Lo kok." kata Acha.
“ Yaudah kalo gitu gue pergi dulu ya." kata Riski mencoba berdiri.
Riski mencoba berjalan, tapi badannya rasanya sakit semua setelah di kroyok preman tadi.
“ Ahhhh." kata Riski terjatuh.
Acha langsung membantu Riski, walaupun dia ingat apa yang sudah pernah Riski lakuin ke dia.
“ Lo nggak papa Ki?" tanya Acha.
“ Kaki gue sakit banget cha." kata Riski.
“ Yaudah biar gue bantu jalan, itu ada warung di sana, mending duduk dulu aja di sana, warungnya juga tutup kayaknya." kata Acha.
” Iya Cha." Jawab riski.
“ pelan pelan Ki! kata Acha.
“ Duh muka Lo kok sampe babak belur gitu sih Ki, mana gue nggak bawa kotak obat." kata Acha.
“ Gak papa Cha." kata Riski.
“ Oh ya, gue telfon satpam rumah gue aja biar ambil motor lo." kata Acha.
“ Nggak usah Cha, kasihan satpam Lo." kata Riski.
“ nggak papa Ki, lagian rumah gue nggak jauh dari sini kok." kata Acha.
Acha mencoba menghubungi Satpamnya yang bernama pak Joni.
” Duh kok pak Joni nggak angkat telfon gue sih." kata Acha.
“ Yaudah nggak papa Cha, biar gue minta jemput temen gue aja." kata Riski.
“ Engga Ki, Lo harus di obatin dulu, Lo tunggu sini dulu ya biar gue balik dulu bentar." kata Acha
Acha balik ke rumahnya yang tidak jauh dari tempat kejadian Riski di kroyok. Awalnya Acha hanya ingin mengambil obat, tapi ternyata sudah mending, akhirnya Acha balik untuk menjemput pak Joni, kemudian balik lagi ke tempat Riski.
“ Pak tolong bapak boncengin Riski ke rumah pake motornya Riski ya pak." kata Acha.
“ Nggak usahlah Cha, biar gue balik sendiri aja." kata Riski.
“ Engga Ki, ini udah mau hujan, dan liat Lo jalan aja susah, tapi mau bawa motor sendiri maksudnya gimana coba? Yaudah biar gue bantu naik motor sama pak Joni." kata Acha
Acha mengikuti Pak Joni dari belakang, tak lama kemudian sampai, karena emang jarak rumah Acha nggak jauh dari situ. Riski jalan di bantu Acha dan pak Joni.
“ Lo duduk sini dulu Ki, biar gue cariin kotak obat dulu." kata Acha.
“ Makasih ya pak, sekarang bapak boleh balik ke pos." kata Acha.
“ Baik non." kata Pak Joni.
__ADS_1