
Satria menghalangi Acha yang mau keluar kelas.
“ Mau ngapain sih Lo, gue mau keluar." kata Acha.
“ Tunggu gue tadi Lo belum jawab pertanyaan gue." kata Satria.
“ Pertanyaan apaan?" tanya Acha.
“ Nama Lo siapa?" kata Satria.
“ Acha, udah ah gue mau keluar ntar gue terlat." kata Acha mendorong Satria.
“ Masak cuma Acha, nama panjangnya?" tanya Satria.
“ Achaa....." kata Acha sambil lari menuju ruang OSIS
“ Menarik juga tuh cewek" kata Satria tersenyum.
Satria mengikuti Acha, dan sampai ruang OSIS akhirnya Acha pun masuk ke sana.
“ Oh jadi dia anak OSIS, pantesan galak." kata Satria.
“ Hai Satria." kata Lala.
“ Hai, kok Lo belum balik lak?" tanya Satria.
“ Iya nih belum ada yang jemput sat." kata Lala.
“ Terus biasanya Lo baliknya gimana?" tanya Satria.
“ Biasanya sih gue dijemput kalo nggak balik sama Acha naik motor nya Acha." kata Lala.
“ Kalian sahabat Deket?" tanya Satria.
“ Iya sat, kita sahabatan dari kecil, dari baru lahir malah, oh ya Lo sendiri belum balik?" kata Lala.
“ Iya ini baru mau balik, gimana kalo bareng aja, biar gue anterin Lo balik." kata Satria.
“ What mimpi apa gue semalem, ada cowok seganteng Satria mau anterin gue balik, emang ya rejeki anak Sholehah." Batin Lala sambil senyum-senyum.
“ Hallo Lala... kok malah senyum-senyum sih? ntar tambah cantik gimana?" Kata Satria gombalin Lala.
“ Dia bilang gue cantik? ah bisa pingsan disini nih gue." Batin Lala.
“ Yaudah gimana nih? mau nggak balik sama gue?" tanya Satria.
“ Yaudah boleh." kata Lala.
Mereka berdua pulang bareng.
“ La Lo kan sahabatnya Acha, Lo pasti ngerti banget donk gimana Acha?" tanya Satria.
“ Iya Sat, Acha tuh anaknya rajinnya pake banget, terus dia tuh nggak suka kalo lagi ngapa-ngapain di ganggu, terus banyak yang bilang dia jutek sih, tapi sebenarnya enggak." kata Lala
“ Maksudnya?" tanya Satria.
“ Ya iya, Acha itu walaupun keliatannya jutek, tapi sebenarnya dia peduli banget sama orang lain, kalo ada yang bilang dia jutek sih kalo menurut gue berarti dia belum kenal Acha sat, Lo aja yang baru kenal Acha juga pasti mikir kalo Acha itu ceweknya jutek, dan jarang ngomong kan, tapi kalo Lo udah kenal dia, dia tuh bawel nggak bisa diem, dan selalu ketawa-ketawa kalo emang dia udah Deket sama orang lain, contohnya sama gue, dia kan udah dekat banget sama gue, dia jadi udah biasa aja sama gue." kata Lala.
“ Satria tanya-tanya soal Acha terus? tapi biarin lah, mungkin dengan bahas itu biar ada pembicaraan antara gue sama dia, dan yang penting bisa Deket terus sama dia." Batin Lala.
“ Oh ya Lak, kan gue ada voucher makan buat tiga orang, Lo mau nggak makan sama gue, dan Lo juga boleh aja satu teman Lo terserah siapa." kata Satria.
__ADS_1
“ Mau sat, ntar gue ajakin Acha aja ya, bilah kan?" tanya Lala.
“ Boleh donk la, kan terserah Lo." kata Satria.
Malam Hari.
Lala menghubungi Acha untuk mengajaknya makan bersama dengan Satria.
“ Hallo Achaa..." kata Lala
“ Iya kenapa la?" tanya Acha.
“ Lo lagi sibuk nggak?" tanya Lala.
“ Enggak sih la, ini juga gue lagi dirumah sendiri, Abang gue lagi keluar, dan bokap masih di luar kota." kata Acha
“ Yaudah pas banget, Lo mau nggak makan bareng gue." kata Lala.
“ Iya gue mau la, pas banget dirumah nggak ada temen dan gue juga belum makan, oh ya nanti mau ketemu dimana?" tanya Acha.
“ Nanti di cafe biasa, jam 7 Cha." kata Lala.
“ Oh Yaudah kalo gitu ntar gue ke sana." kata Acha.
“ Yaudah sampai ketemu Acha... byeee." kata Lala.
Jam 7
Lala dijemput sama Satria.
Diperjalanan.
“ Gimana jadinya la? Lo sendiri atau ajak siapa?" tanya Satria.
“ Terus Achanya mau nggak?" tanya Satria
“ Iya dia mau, katanya lagi sendirian juga dirumah, dan akhirnya mau gabung deh." kata Lala.
“ Oh Yaudah kalo gitu." kata Satria.
Mereka berdua sampai di Cafe tempat janjian Lala dan Acha. Tapi Acha belum keliatan.
“ kok Acha belum Dateng ya." kata Lala
“ Mungkin lagi diperjalanan kali la, oh ya Lo malam ini keliatan cantik banget la." kata Satria.
“ Ah Lo bisa aja Sat, jangan gitu ntar gue ke GR an." Kata Lala
“ Serius la." kata Satria.
Tak lama kemudian Acha datang. Acha terlihat kaget karna ada Satria. Acha fikir dia hanya makan berdua bersama Lala, tapi ternyata ada Satria juga.
“ Hai Acha...." kata Lala.
“ Hai la, Lo udah lama nunggunya?" tanya Acha
“ Belum kok Cha, kita barusan nyampe." kata Lala.
“ Gue kira Lo sendirian La." kata Acha.
“ Kenapa Cha? gue nggak boleh gabung ya?" kata Satria
__ADS_1
“ ya enggak gitu, gue kira Lala cuma ajak gue, ternyata Lo juga." kata Acha.
“ Ini justru malah Satria yang ajakin gue, dan dia punya voucher makan buat tiga orang, dan gue suruh ajakin siapa Terserah, terus gue ajakin Lo aja deh." kata Lala.
“ Tau ada dia, mending gue makan sendiri dirumah." Batin Acha.
“ Hallo Acha... Lo nggak papa kan kalo kita makan bertiga?" tanya Lala.
“ Eh iya nggak papa la." kata Acha.
“ Oh ya gue ke toilet bentar ya." kata Lala
“ Iya la." kata Satria.
Kini hanya ada Satria dan Acha.
“ Lo ke sini naik apa Cha?" tanya Satria.
“ naik motor." kata Acha.
“ Emangnya Lo berani malem-malem gini naik motor sendiri?" tanya Satria.
“ Kalo nggak berani, gue nggak bakalan sampe sini lah, gimana sih Lo?" kata Acha
“ Ya kan gue cuma nanya, mungkin takut tapi dipaksain." kata Satria.
“ Buat apa takut, lagian udah biasa juga gue pergi sendiri malem-malem." kata Acha.
“ Emang Lo nggak ada cowok buat anterin atau temenin Lo gitu?" tanya Satria.
“ Pertanyaan buaya buat permulaan pasang perangkap." kata Acha yang sudah faham dengan arah bicara Satria.
“ Kok buaya sih Cha, gue kan manusia, dan emang salah gue nanya gitu?" tanya Satria.
” dengerin ya Sat, gue nggak kaya siswi-siswi di sekolahan yang mudah buat Lo gombalin, buat Lo baperin." kata Acha.
” Ya siapa juga yang mau gombalin Lo?" kata Satria.
“ Terserah." kata Acha.
Lala kembali dari toilet.
“ Pada ngobrolin apaan sih? kok kaya serius banget." kata Lala.
“ Nggak Ng ngobrolin apa-apa kok la." kata Acha.
“ Oh ya hari ulang tahun sekolah jadinya ada acara apa Cha?" tanya Lala
“ Gue juga bingung la, kemaren waktu rapat, pada ngasih pendapat, tapi ada yang nggak setuju, ada yang setuju, jadi belum ada keputusan." kata Acha.
“ Ya tinggal tentuin aja dulu temanya apa? pasti nanti bakalan muncul ide yang sesuai sama tema, jadi ada patokan buat bikin acaranya, nggak ngasal aja, contohnya apa tentang olahraga, atau tentang sesuatu yang disukai kalangan remaja seumuran kita gitu." kata Satria.
“ Iya bener juga kata Lo Sat, udah ganteng, Lo juga pinter ya, oh ya kenapa Lo nggak masuk organisasi OSIS aja Sat." kata Lala.
“ Dulu gue pernah jadi ketua OSIS di sekolah gue yang lama, dan gue masih bingung juga mau terusin lagi disekolah baru gue atau enggak." kata Satria.
“ Oh jadi Lo pernah jadi ketua OSIS, pantesan Lo faham banget soal membuat acara disekolah, oh ya ini kan mau pemilihan ketua OSIS, Lo mencalonkan diri aja Sat, pasti banyak yang milih Lo." kata Lala.
“ Banyak yang milih karna semua siswa siswi di sekolahan kita cuman Mandang muka aja la, khususnya para murid cewek." kata Acha.
” Berarti Lo juga donk?" kata Satria.
__ADS_1
“ Kecuali gue." kata Acha.