
Hari ini hari Jumat. Acara Jumat Minggu ini adalah senam bersama.
setelah senam waktunya istirahat.
Acha istirahat di ruang OSIS.
“ Astaga capek banget gue, mana panas banget lagi." kata Acha bersama teman-teman OSIS yang lain.
“ iya bener banget Cha, mana yang kelas 10 susah banget disuruh baris tadi." kata Fifi.
Saat Acha sedang istirahat, Satria datang menyodorkan minuman.
“ Nih minum." kata Satria.
“ buat gue?" tanya Acha.
“ Engga, buat Abang Lo." kata Satria.
“ Yaudah sana kasihin ke Abang gue." kata Acha.
“ Ya buat Lo lah b***." kata Satria.
“ Yaudah mana, makaseehh." kata Acha.
“ Ntar malem Lo mau kemana?" tanya Satria duduk disebelah Acha.
“ Ya mau kemana? nggak kemana-mana. aneh banget pertanyaan Lo." kata Acha.
“ Ya maksud gue, ntar malem Lo ada acara gak?" tanya Satria.
“ Kepo." kata Acha.
“ Serius gue nanya chaa..." kata Satria
“Lo nanya-nanya gitu, emangnya mau ngapain?" tanya Acha.
“ Ya engga, gue cuma mau minta temenin Lo aja." kata Satria
“ Temenin kemana?" tanya Acha.
“ Ke rumah bokap gue." kata Satria.
“ Astaga....ke rumah bokap sendiri aja minta temenin." kata Acha.
“ Ya biar nggak sendirian aja." kata Satria.
“ Ntar malem gue nggak kemana-mana sih, tapi kalo Lo mau ajakin gue nggak gratis Lo ya." kata Acha.
” Maksud Lo gimana? gue harus booking Lo dulu gitu? kalo emang harus booking dulu ya gak papa sih, sekalian gue booking seumur hidup." kata Satria tersenyum.
“ Nggak lucu." kata Acha.
“ Yaudah apapun yang Lo minta gue bakalan turutin, asal Lo mau temenin gue ya." kata Satria
“ oke." kata Acha.
“ Terus apa yang Lo minta?" tanya Satria.
“ Ntar aja." kata Acha.
“ Yaudah ntar gue jemput jam 7 malem." kata Satria.
“ iya." kata Acha kemudian pergi.
Pulang sekolah
Satria mengajak Acha pulang bareng.
“ Cha yuk bareng gue aja." kata Satria menaiki motornya.
“ Nggak usah, gue bisa balik sendiri." kata Acha.
__ADS_1
“ Sekalian ada yang mau gue omongin, yuk balik bareng gue aja." kata Satria.
“ Ya tinggal ngomong sekarang aja, apa susahnya." kata Acha.
“ Udah buruan naik aja." kata Satria menarik tangan Acha.
“ Apaan sih Lo, lepasin nggak." kata Acha
“ Gue bakalan lepasin kalo Lo mau balik sama gue." kata Satria.
“ Yaudah lepasin dulu, sakit tau gak sih." kata Acha.
“ Ya maaf, lagian Lo tinggal naik aja susah." kata Satria.
Akhirnya Acha pulang bareng Satria. Tapi jalan yang dilewati Satria bukan jalan menuju rumah Acha.
“ Sat Lo mau ajakin gue ke mana sih? ini kan bukan jalan ke rumah gue." kata Acha.
“ Udah nggak usah bawel." kata Satria.
Satria berhenti di depan butik.
“ Mau ngapain ke butik?" tanya Acha heran.
” Yaudah turun dulu." kata Satria menyuruh Acha turun dari motor.
“ Nggak usah aneh-aneh Lo ya." kata Acha.
“ Yaudah yuk masuk, nggak usah banyak nanya." kata Satria.
Ternyata butik itu milik kakaknya Satria.
“ Loh kok ada mbak Amel?" kata Acha.
“ Iya, ini butiknya mbak Amel." kata Satria.
“ Tumben banget ke sini, ada apa sat?" tanya Mbak Amel.
“ Kok malah jadi beli baju sih?" tanya Acha
“ Udah diem aja, tolong cariin mbak." kata Satria.
“ Yaudah kalian tunggu dulu ya, biar mbak pilihin yang cocok buat Acha." kata mbak Amel.
“ Sini duduk Cha." kata Satria menyuruh Acha duduk di sebelahnya.
Acha pun duduk di sebelah Satria.
“ Awas aja Lo ya kalo macem-macem, pake segala beli baju, buat apa coba?" kata Acha.
“ Udah ngomel-ngomelnya?" tanya Satria.
“ Tau ah, capek gue ngladenin Lo" kata Acha.
“ gue nggak minta ladenin Lo, lagian ladenin gue nya nanti kalo udah jadi istri gue." kata Satria.
“ Gila Lo ya, makin gak jelas banget sih Lo kalo ngomong." Kata Acha.
Mbak Amel pun keluar dengan membawa beberapa pilihan baju.
“ Nih di coba dulu cha." kata Mbak Amel.
“ Sana cobain." kata Satria.
“ mbak emang nggak ada yang model celana aja ya, masak aku disuruh pake rok kurang bahan gitu." kata Acha.
“ Tinggal cobain aja ribet, lagian sekali-kali tampil feminim gitu, nggak tomboi pake celana terus." kata Satria.
“ Suka-suka gue lah." kata Acha.
“ Nih Cha kalo mau dicoba." kata Mbak Amel.
__ADS_1
“ Iya makasih mbak." kata Acha.
Acha berkali-kali mencoba bajunya, tapi menurut Satria belum ada yang cocok.
“ Yang ini gimana? jangan bilang nggak cocok lagi ya?capek tau, Gonta ganti baju" kata Acha.
“ Nggak, itu nggak bagus, itu terlalu terbuka." kata Satria.
“ Terus gue harus ganti lagi gitu?" tanya Acha.
“ Iya sana ganti, ganti." kata Satria.
Acha mencoba baju yang lain. Kali ini Acha memakai yang dress selutut warna hitam. Acha terlihat cantik karna baju itu cocok dengan warna kulit Acha yang putih.
Acha keluar dari ruang ganti, Satria yang melihat Acha dengan dress itu pun tak berkedip, karna memang Acha terlihat cantik dan beda dari biasanya.
“ Yang ini gimana? jangan bilang nggak cocok lagi, kalo emang nggak cocok, lebih baik nggak usah beli baju, capek tau bolak balik ganti baju." kata Acha.
“ Kamu cantik banget Cha pakai dress ini " kata Mbak Amel.
“ Nah, yang ini baru cocok dan keliatan feminim." kata Satria.
“ Gimana jadinya?" tanya Mbak Amel.
“ Yang ini aja mbak." kata Satria.
Setelah membeli baju, Satria mengantar Acha pulang.
“ Makasih udah anterin gue." kata Acha dengan muka datar.
“ Gitu banget bilangnya makasih." kata Satria.
“ Yaudah Lo mau ngapain lagi, sama balik." kata Acha.
“ Nih bajunya yang tadi, jangan lupa ntar malem di pake ya." kata Satria.
“ Hemmm." kata Acha.
“ Yaudah gue balik dulu, ntar gue jemput jam 7." kata Satria.
“ Iya." kata Acha.
Satria pun pulang.
Malam Hari.
Radit sedang menonton TV, Acha turun dari tangga, karna kamarnya di atas.
“ Cha ini beneran Lo?" kata Radit memutar tubuh Acha.
“ Apaan sih Lo bang, kenapa? gak pantes ya gue pake dress gini? kalo nggak pantes gue ganti aja deh, lagian Satria masak aku disuruh pake baju ginian sih bang." kata Acha.
“ Oh ini baju dari Satria?" tanya Radit.
“ Iya." kata Acha.
“ oh, nggak usah ganti, adek Abang ini udah cantik banget kok, tadi Abang cuma kaget aja liat kamu, biasanya tampilannya kaya cowok, terus Abang liat kamu tiba-tiba feminim gini kan jadi kaget." kata Radit.
“ Udah ah nggak usah ngliatin gitu." kata Acha.
Terdengar di luar ada suara motor.
ternyata itu Satria.
“ Kalian mau kemana sih sebenarnya?" tanah Radit.
“ Kepo banget sih Lo dit, gue pinjem adek Lo bentar ya " kata Satria.
“ Iya, tapi jagain jangan sampe lecet ya." kata Radit.
“ Yaudah aku pergi dulu ya bang." kata Acha.
__ADS_1