
Acha mengeluarkan motornya dari garasi. tapi tiba-tiba Satria datang untuk menjemput Acha.
“ Pagi Cha..." Sapa Satria.
“ Ngapain Lo ke sini?" tanya Acha.
“ Mau jemput Lo, kemaren kan gue udah bilang gue mau ajak Lo berangkat bareng gue, Lo juga ngapain ngeluarin motor?" kata Satria
“ Ya tadinya gue mau berangkat sendiri." kata Acha.
“ Yaudah masukin lagi motor nya, berangkat bareng gue aja." kata Satria.
“ Tapi pulang sekolah nanti gue mau ketemu sama temen gue." kata Acha.
“ Tenang aja, ntar gue anterin Lo buat ketemu sama temen Lo." kata Satria
“ Yaudah deh, bentar gue mau masukin motor dulu." kata Acha.
Akhirnya Acha berangkat bareng Satria.
Di sekolah, Acha bertemu dengan Lala. Tapi Lala tidak seperti biasanya yang selalu menyapa Acha saat bertemu, tapi kini Lala hanya diam.
“ Hai la, kok kemarin balik nggak bilang-bilang sih?" tanya Acha.
“ Sorry lupa, gue soalnya udah dijemput." kata Lala santai.
Pelajaran pun dimulai.
“ Oke anak-anak, hari ini kita masuk ke bab tentang trigonometri, bisa dibuka buku paketnya halaman 201." kata Guru matematika.
“ Baik pak." kata Semua siswa.
Pak Burhan adalah guru matematika yang di kenal sebagai guru yang sangat disiplin.
“ Farel dimana buku paket kamu?" tanya Pak Burhan.
“ Maaf pak, saya belum pinjam buku paket, saya siswa baru dan baru masuk tiga hari yang lalu." kata Farel.
“ Ya sudah kalo gitu kamu pinjam sekarang, Acha tolong kamu sebagai ketua kasih tau farel, buku mana saja yang harus dipinjam!" kata Pak Burhan.
“ Baik pak." jawab Acha.
Acha pun kemudian mengajak Farel ke perpustakaan.
“ Lo nih selalu nyusahin aja tau gak sih." kata Acha saat perjalanan menuju perpustakaan.
“ Ya kan gue nggak tau buku apa aja yang harus dipinjam." kata Farel.
“ Nih ya, buku paket tuh ada tulisan kelasnya, jadi Lo tinggal pinjem aja." kata Acha.
“ Ya gue lupa, lagian gue juga belum punya kartu perpustakaan." jawab Farel.
“ Lo Nih, kan tinggal minta ke petugas perpustakaan, terus pinjem buku." kata Acha.
“ Iya sih, tapi itu juga kan tugas Lo kalo ada anak baru." kata Farel santai.
“ Yaudah terserah Lo deh." kata Acha.
Di perpustakaan.
Acha mencarikan buku paket semua mapel untuk Farel, sedangkan farel sedang meminta kartu perpustakaan kepada petugas perpustakaan.
Saat sedang meraih buku yang di atas, tiba-tiba semua buku terjatuh, dan untung ada Farel yang datang dan langsung menutupi tubuh Acha, karna memang Farel lebih tinggi dari Acha.
Semua buku pun jadi menimpa ke kepalanya Farel.
__ADS_1
“ Kalian nggak papa?" tanya petugas perpus.
“ Kita nggak papa kok Bu." jawab Farel.
“ Lo beneran nggak papa rel?" tanya Acha.
“ Iya gue ngga papa, Lo nggak ketimpa bukunya kan?" tanya Farel.
“ Iya engga kok." jawab Acha.
Farel membantu petugas perpustakaan untuk merapikan buku-buku yang jatuh.
“ Biar saya bantu buk." kata Farel.
“ Iya terima kasih." jawab petugas perpustakaan.
“ Ternyata nih cowo baik juga, semoga nantinya Lo bisa jadi Kaka yang baik juga buat Satria." Batin Acha.
Setelah selesai membereskan buku, farel pun membawa buku ke meja petugas untuk dicatat nomor bukunya.
Setelah selesai keduanya kembali ke kelas. Dan melanjutkan perjalanan.
...~~~...
Saat pulang sekolah Acha pulang bersama Satria lagi.
“ La Lo pulang sama siapa?" tanya Satria.
“ Habis ini palingan dijemput sama supir Sat." jawab Lala.
“ Yaudah kalo gitu kita duluan ya." kata Satria.
“ Iya hati-hati." jawab Lala.
“ Acha apaan sih, maksud dia apa coba? dia kan udah tau kalo gue suka sama Satria, kenapa dia malah deketin Satria sih." kata Lala kesal.
Tiba-tiba ada geng vinz ( Tasya, Selly, Azizah)
“ Hai la... Lo kenapa kok keliatan kesel gitu sih?" tanya Tasya sok perhatian.
“ Bukan urusan kalian." kata Lala.
“ Cerita aja sama kita, siapa tau kita bisa bantu." kata Azizah.
“ Biar gue tebak, Lo pasti di tikung kan sama sahabat Lo sendiri?" kata Selly.
“ Emang bener La? jahat banget sih Acha." kata Tasya.
“ Keliatannya sih anak baik-baik, eh ternyata suka nikung sahabat sendiri." kata Azizah.
“ Gimana kalo kita bantuin Lo?" tanya Tasya.
“ Bantuin apaan?" tanya Lala.
“ Ya biar Lo Deket sama Satria." kata Tasya.
“ gimana caranya?" tanya Lala.
“ Lo tau kan farel anak baru itu?" kata Selly.
“ iya kenapa?" tanya Lala.
“ keliatannya farel suka sama Acha." kata Azizah.
“ Terus?" tanya Lala.
__ADS_1
“ Ya Lo bikin mereka tambah dekat aja, Lo dukung mereka, biar Lo bisa sama Satria, gimana ide gue? mantap kan?" kata Tasya.
“ Iya saya, makasih buat ide nya ya." kata Lala kemudian pergi.
Setelah Lala pergi, Geng Vinz pun tertawa bersama-sama.
“ Bodoh banget sih tuh anak." kata Tasya.
“ Namanya juga udah buta karna Cinta, ya gitu jadinya, sampe sahabat sendiri jadi korbannya." kata Selly.
“ Terus rencana Lo selanjutnya apa Sya?" tanya Azizah.
“ Kita tinggal liat aja Satria nggak bakalan bisa Deket lagi sama Acha, kita nggak perlu turun tangan buat hal sepele kaya gini, kita tunggu saja usaha Lala buat pisahin mereka berdua, dengan gitu Acha dan Lala bakalan berantem, dan di saat itu gue bisa deketin Satria." kata Tasya.
“ Oke juga rencana Lo." kata Selly.
...~~~...
Satria mengantar Acha pulang.
“ Makasih udah anterin balik." kata Acha.
“ Sama-sama, oh ya besok berangkat bareng lagi yuk?" kata Satria.
“ Kalo besok kayaknya gue bawa motor sendiri deh Sat, soalnya sekalian mau ada acara sama temen-temen." kata Acha.
“ Ntar kan biar gue anterin kaya tadi." kata Satria.
“ Nggak usah sat, soalnya besok bakalan pulang malem, lain kali aja ya." kata Acha.
“ Yaudah kalo gitu, gimana malming kita jalan?" tanya Satria.
“ Nggak ah, gue nggak mau, kalo jalan tuh capek." kata Acha.
“ Maksudnya jalannya naik motor." kata Satria
“ Gimana-gimana sat, jadinya jalan apa naik Motor?" kata Acha.
“ Ya maksudnya tuh keliling-keliling sambil naik motor gitu." kata Satria.
“ Cuma keliling nggak menarik, nggak ngajakin shopping gitu?" tanya Acha.
“ Yaudah terserah mau kemana deh, udah mulai matre nih anak." kata Satria.
“ Kok matre sih, realistis mas Satria, hidup itu emang butuh uang buat shopping, buat hibur diri." kata Acha.
“ Yaudah iya-iya achaaa... itung-itung latian buat jadi suami Lo." kata Satria.
“ Dih nggak usah ngasal kalo ngomong tuh, lagian siapa juga yang mau sama Lo." kata Acha.
“ Alah nggak usah sok jual mahal deh." kata Satria.
“ Harus donk, masak jadi cewek murahan sih." kata Acha.
“ Yaudah kalo tetap jual mahal juga nggak papa, ntar gue beli, ntar gue minta uang sama papa." kata Satria.
“ Enak aja main minta aja, emangnya nanti mau ngomong nya gimana?" tanya Acha.
“ Ya tinggal minta uang, buat ngelamar Acha, pasti papa langsung kasih, sekalian ijab qobul juga pasti papa siapin." kata Satria.
“ Udah sana balik-balik, makin ngaco aja Lo ngomongnya Sat, masih kelas 11 juga, udah mau main nikah aja." kata Acha.
“ Yaudah deh gue balik dulu, malming kita ketemu di cafe biasa ya." kata Satria kemudian pergi.
“ Iya-iya, Yaudah balik sama." kata Acha
__ADS_1