
“ Gimana kaki Lo sat?" tanya Acha.
“ Kaki gue udah nggak papa kok Cha, tapi masih sedikit sakit sih kalo buat jalan." kata Satria.
“ Dulu gue juga pernah gitu pas jatuh sat, terus kata mama disuruh kompres pake es batu biar nggak bengkak." kata Acha.
“ Gue belum sempet kompres sih tadi Cha." kata Satria.
“ Yaudah biar gue mintain es batu ke mbak Amel dulu ya." kata Acha
“ Iya boleh Cha." jawab Satria.
Radit pun kembali ke kamar Satria.
“ Oh ya bro gue denger dari Acha nyokap Lo mau nikah lagi?" tanya Satria.
“ Iya dit, dan itu bener-bener bikin pusing kepala gue, padahal gue berharap nyokap sama bokap bisa rujuk lagi." kata Satria.
“ Yaudah Lo yang sabar ya, mungkin dengan gini nyokap Lo bisa bahagia." kata Radit.
“ Iya dit, kemarin juga mama datang ke sini minta restu katanya." kata Satria.
“ Terus gimana?" tanya Radit.
“ Ya gue restuin mama buat nikah lagi, karna mungkin emang itu yang bisa bikin Mama bahagia, dan gue juga bilang ke bokapnya farel, kalo meskipun dia nikah sama mama, bokap gue tetep papa Reno." kata Satria.
“ Terus bokapnya farel gimana?" tanya Radit.
“ dia sih cuma diem aja, tapi dari awal gue liat dia, gue udah ngerasa kalo dia itu orang yang nggak bener dit." kata Satria.
Saat Satria dan Radit sedang ngobrol, Acha datang dengan membawa handuk dan es batu.
“ Biar gue kompres dulu sat kakinya." kata Acha.
“ Iya Cha, bentar gue mau duduk dulu." kata Satria.
“ Iya duduk dulu, lanjutin ngobrolnya biar gue yang kompresin kaki Lo." kata Acha.
“ Oh ya sat, emang bokapnya Farel orangnya gimana sih?" tanya Radit.
“ Ya gitu sok baik sama gue, sok perhatian, padahal gue yakin dibalik itu semua udah ada yang direncanain sama dia." kata Satria.
“ Lo juga harus tetep jaga nyokap Lo, buat jaga-jaga kalo emang yang Lo bilang itu bener." kata Radit.
“ Oh ya Cha, besok Lo ada acara nggak?" tanya Satria.
“ nggak ada kayaknya sat, emang ada apa?" tanya Acha.
__ADS_1
“ Gue mau minta temenin Lo ke rumah bokap gue, gue mau kasih tau ke papa kalo mama mau nikah beberapa hari lagi." kata Satria.
“ Kok nyokap Lo nggak ngomong langsung ke bokap Lo sat?" tanya Radit.
“ Gue emang yang ngelarang mama buat ke rumah papa, karna waktu itu mama juga ngajak bokapnya farel, gue takut kalo papa jadi drop aja denger ini, karna memang papa juga ada darah tinggi." kata Satria.
“ Tapi kalo saran gue ya sat, mending bokap Lo ajakin tinggal bareng Lo aja sama mbak Amel juga, jadinya ada yang ngurusin bokap Lo kalo bokap Lo lagi sakit." kata Acha.
“ Bener juga bro kata Acha, dan Lo juga nanti biar nggak kesepian dirumah sendirian, apalagi kalo mbak Amel udah balik ke rumahnya." kata Radit.
“ Tapi papa tuh selalu nolak gue ajak ke sini dit, dia tuh udah tua tapi tetep aja sibuk ngurusin perusahaan." kata Satria.
“ Ya kan Lo bisa bicarain baik-baik sama bokap Lo sat, ini juga demi kebaikan bokap Lo, dan kan bokap Lo bisa nyuruh orang kepercayaannya buat urus perusahaan yang di kota Z, dan bokap Lo biar urus perusahaan yang disini aja biar bisa Deket sama Lo." kata Acha.
“ Iya ya Cha, biar besok sekalian gue ngomong sama bokap gue, dan kayaknya dia juga nggak mau pindah ke sini karna memang udah nyaman sama rumah disana karna mungkin banyak kenangan sama mama juga." kata Satria.
“ Ya Lo kasih pengertian baik-baik, dan tunjukkan kalo emang Lo peduli sama bokap Lo." kata Radit.
“ Iya dit, ntar gue ngomong sama papa, Lo bisa kan temenin gue besok Cha?" tanya Satria.
“ Bisa Kok sat." jawab Acha.
Mereka bertiga ngobrol bersama sampai larut malam.
“ Yaudah gue sama Acha balik dulu ya sat." kata Radit.
“ Balik dulu ya sat." kata Acha.
“ Iya hati-hati Cha, makasih ya udah mau kompresin kaki gue." kata Satria.
“ Iya sama-sama, istirahat biar kakinya cepat sembuh." kata Acha.
“ Iya pasti Cha." kata Satria.
Di perjalan pulang
“ Kasian banget Satria ya bang, orang tua dia masih ada semua tapi malah mereka pisah dan bahkan mamanya mau nikah lagi, pasti itu bukan hal yang mudah di terima seorang anak." kata Acha.
“ Iya Cha, padahal dia selama ini pengen banget orang tuanya bisa rujuk, tapi kalo nggak ditanya pasti dia tuh nggak bakalan cerita Cha kalo ada masalah." kata Satria.
“ Pantesan waktu itu dia cuma diem aja." kata Acha.
“ Untung juga kamu nanya ke dia waktu itu, kalo nggak mungkin cerita Cha, kalian kaya Deket banget sekarang." kata Radit.
“ enggak kok bang, malah Satria sekarang Deket banget sama Lala." kata Acha.
“ Kamu cemburu ya?" tanya Radit .
__ADS_1
“ Enggak kok bang, lagian kalo emang mereka ada hubungan juga aku nggak papa, yang penting bisa liat Lala bahagia." kata Acha.
“ kamu tuh selalu gitu Cha, nggak pernah mikirin diri sendiri, selalu mikirin kebahagiaan orang lain dan rela mengikhlaskan semuanya yang seharusnya milik kamu." Batin Radit
“ Yaudah kalo emang gitu, siapapun yang nantinya kamu pilih bisa bahagiain kamu." kata Radit.
“ Iya bang, kalo untuk sekarang sama bang Radit aja Acha udah bahagia, karna Acha juga nggak punya siapa-siapa lagi selain bang Radit." kata Acha.
“ Abang juga Cha, yang penting Abang liat kamu bahagia aja udah bikin Abang bahagia Cha." kata Bang Radit.
Pagi hari
Ini adalah hari libur, Satria menjemput Acha untuk mengajaknya ke rumah bokapnya.
“ Kaki Lo udah sembuh sat?" tanya Acha
“ Udah Cha, kalo belum mana mungkin aku bisa sampe sini." kata Satri
Di rumah papanya Satria
“ Assalamualaikum pa..." kata Satria mengetuk pintu.
Pintu pun terbuka.
“ Wa'alakumsalam.... Satria, Acha?" kata Pak Reno.
“ Iya pa, gimana kabar papa?" tanya Satria.
“ Papa baik, gimana kabar kalian berdua?" tanya Satria.
“ Kabar Acha baik kok om." kata Acha.
“ Satria juga kabarnya baik kok pa, cuma kakinya lagi sakit karna kemarin jatuh." kata Satria.
“ Kok bisa?" tanya Pak Reno.
“ Iya, kemarin waktu latian basket." kata Satria.
“ Oh gitu, lain kali hati-hati Satria, Yaudah yuk masuk dulu yuk." kata Pak Reno.
Pak Heru memanggil pembantunya untuk membuatkan minuman untuk Acha dan Satria.
“ Oh ya kok papa di rumah? biasanya papa ke perusahaan?" tanya Satria.
“ Iya papa lagi nggak enak badan, tadi pagi kepala papa pusing dan berat banget buat jalan jadi papa putusin buat libur dulu, dan papa cuma pantau semuanya dari rumah." kata Pak Reno.
“ Tuh kan papa mesti gitu, aku udah bilang kan pa, kalo papa itu istirahat aja nggak usah kerja terlalu capek, papa bisa nyuruh orang kepercayaan papa buat urus semuanya, nanti papa tinggal kontrol berapa Minggu sekali aja." kata Satria.
__ADS_1
“ Papa cuma nyari kesibukan aja sat, biar papa nggak bosen di rumah sendirian terus." kata Pak Reno.