
Di perjalanan pulang.
“ Habis ini mau kemana Cha?" tanya Satria.
“ Gatau." jawab Acha.
“ Gimana sih Lo Cha, di tanyain malah gak tau." kata Satria.
“ Ya gue juga bingung, bang Radit masih pergi sama temen-temennya, dan gue males dirumah." kata Acha.
“ Gue mau ketemu sama temen gue mau ikut nggak? atau mau balik aja ke rumah Lo?" tanya Satria.
“Kan gue udah bilang, males dirumah, Yaudah gue ikut Lo aja deh." kata Acha.
“ Yaudah kalo gitu." kata Satria.
Mereka ke basecamp geng motornya Satria.
“ Sebenarnya Lo mau kemana sih? gedung kosong gini." kata Acha.
“ Nggak usah banyak nanya, yuk masuk aja." kata Satria.
“ Lo masuk duluan aja, gue mau ambil kunci motor gue dulu." kata Satria
Acha pun memasuki gedung itu. Dia disambut sama beberapa orang yang tampang dan penampilannya seperti preman.
“ Hai cantiiiikk, mau cari siapa?" tanya salah satu orang itu.
mereka mendekati acha.
” Nggak usah Deket-deket." kata Kata Acha.
“ Cantik-cantik kok galak banget sih." kata orang itu.
“ gausah sentuh - sentuh gue, awas aja Lo ya kalo berani sentuh gue." kata Acha.
“ Uhhh takut, gak usah marah-marah gitu donk cantik." kata Orang itu.
Satria akhirnya datang.
“ Hey jangan ganggu dia." kata Satria dari kejauhan.
“ Ada mangsa bos, masak didiemin aja sih." kata orang itu yang ternyata anak buah Satria.
“ Dia cewek gue, jangan berani sentuh dia, kalo ada yang berani sentuh dia sedikit pun, kalian akan tau sendiri nanti akibatnya." kata Satria.
“ Oh ternyata ini Bu bos kita, maaf ya bisa, silahkan masuk." kata orang itu.
Satria menggandeng Acha masuk.
“ Hey bro... dari mana aja Lo?" tanya Faris.
“ Lo Acha kan?" tanya Riski.
“ Iya, kok Lo kenal gue?" tanya Faris.
“ iya donk, Satria kan selalu cerita tentang Lo." kata Riski.
“ Apaan sih Lo Ki, mereka berdua itu temen gue yang waktu sunmori ketemu sama Lo itu." kata Satria.
“ Oh iya gue inget." jawab Acha.
“ Tumben ajak cewek ke sini, Lo tau kan nggak sembarang orang boleh masuk sini." kata Faris.
“ Tenang aja, aman kok." kata Satria.
“ Lagian ada apanya sih tempat ini? pake nggak boleh masuk segala." jawab Acha kesel.
“ Nggak ada apa-apanya kok Cha, oh ya mau minum apa?" tanya Satria.
__ADS_1
“ Nggak usah." jawab Acha.
Acha di sana hanya mendengarkan Satria dan teman-temannya ngobrol.
“ Cha, Lo nggak pengen balik?" tanya Satria.
“ Nanti aja, bang Radit juga belum balik." kata Acha.
“ Oh ternyata Lo adiknya Radit?" tanya Faris..
“ Iya, emang kenapa?" kata Acha.
“ Pantesan, Satria berani bawa Lo masuk ke sini." kata Faris.
“ Emangnya kenapa?" tanya Acha.
“ Udah nggak usah dengerin omongan mereka." kata Satria.
“ oh ya bro, minum nih." kata Riski menyodorkan minuman keras.
Acha menarik tangan Satria.
“ Lo ajakin gue kesini, jadi nggak usah macem-macem Lo ya, kalo sampe Lo minum ntar gimana baliknya?" kata Acha membisiki Satria.
“ Tenang aja, cuma Dikit kok." kata Satria.
“ Yaudah gue balik duluan aja, lagian gue juga masih waras kali, kalo gue balik sama Lo, itu namanya nyari mati." kata Acha.
“ Yaudah enggak-enggak, jangan balik duluan, balik Sama gue aja udah malem." Kata Satria.
“ Nih diminum woy." kata Riski
“ Nggak Ki, nanti aja." kata Satria.
“ Tumben banget, biasanya semangat banget kalo di ajakin minum, lagian hidup butuh ketenangan bro." kata Riski.
“ Lo nggak liat dia Dateng ke sini Sama siapa?" tanya Faris.
“ Diem ya kalian berdua, atau mau nih gelas gue lempar ke muka kalian." ancam Satria dengan wajah yang emosi.
“ Santai broo, inget yang bisa kendalikan diri itu cuma dengan lupain semua beban hidup, bukan cewek bro." kata Satria.
Riski mendekati Satria.
“ Dari pada lama-lama, mending kita nikmatin langsung aja disini, biar kita bisa puas, dan gak perlu booking cewek." bisik Riski.
Satria langsung menarik kera baju Riski, dia hendak memukul Riski.
“ SATRIA!!! lepasin, apa-apaan sih Lo? kata Acha.
“ Dia pantes diginiin Cha." kata Acha.
“ Apa-apaan sih Lo, lagian mereka kan temen Lo." kata Acha.
“ Lo nggak tau Cha." kata Satria.
“ Yaudah emang gue nggak tau, dan lebih baik gue balik dari pada harus menyaksikan drama kalian." jawab Acha kemudian pergi.
Satria langsung melepaskan cengkeramannya. dan langsung mengejar Acha.
“ Segitunya dia ngejar cewek." kata Faris.
“ Demi uang 50 juta bro." kata Riski.
“ Oh ya, bener juga Lo ya." kata Faris
“ Tunggu Cha." Satria menarik tangan Acha.
“ Ada apa? gue mau balik." jawab Acha.
__ADS_1
“ Biar gue anterin, udah malem." kata Satria.
Akhirnya Acha pulang bersama Satria. Di perjalanan mereka hanya diam. Sampailah di rumah Acha.
“ Satria tunggu." panggil Acha kepada Satria saat Satria mau pulang.
“ apa?" tanya Satria.
“ Kenapa kamu harus bertingkah kaya tadi?" tanya Acha.
“ Lo nggak tau Cha apa yang mereka pikir kan, mereka mau...." kata Satria tidak melanjutkan bicaranya.
“ Mau apa? dan emangnya Lo nggak ada temen lain selain mereka ?" kata Acha.
“ Udahlah Cha nggak usah dibahas, gue balik dulu, permisi." kata Satria kemudian pergi.
“ Apa sih maksudnya tuh anak, bikin gue bingung aja." kata Acha.
Pagi hari disekolah.
Satria datang, dia tak menyapa Acha sama sekali.
“ Satria." panggil Lala.
“ Kenapa la?" tanya Satria.
” Ini aku bawain makanan buat kamu." kata Lala.
“ Makasih ya la." kata Satria.
“ Kok nggak dimakan kaya biasanya? atau Lo nggak suka?" tanya Lala.
“ Suka kok, kebetulan tadi udah makan, jadi nanti aja maknanya." kata Satria.
“ Oh gitu, Yaudah jangan lupa dimakan ya." kata Lala.
“ Pasti la, makasih ya." kata Satria kemudian Lala pergi.
“ Perhatian banget Lala sama Lo sat?" kata Acha mencoba mengajak Satria bicara.
“ Bukan urusan Lo, setidaknya dia tulus." kata Satria kemudian pergi.
“ Kenapa ya tuh anak? apa masalah semalem? sebenernya apa yang terjadi ya? sampai Satria bisa marah dan hampir mukul Riski?" tanya Acha pada diri sendiri.
“ Yaudah nanti gue cari tau aja deh ke basecamp mereka." kata Acha.
Malam Hari
Acha memutuskan untuk datang ke basecamp geng motor nya Satria.
“ Hai bos cantik, kok nggak sama bos Satria?" tanya orang yang ada di basecamp.
“ Iya, satria nya lagi ada urusan." jawab Acha.
Dari dalam Riski datang.
“ Hai Acha, kok kamu ke sini? ada apa? mana satrianya?" tanya Riski.
“ Satria lagi ada urusan, oh ya aku mau nanya sama kamu, kenapa semalem Satria marah gitu dan hampir mukul Lo?" tanya Acha.
“ Yaudah yuk masuk dulu, biar gue jelasin di dalem." kata Riski dan dengan polosnya Acha pun ikut masuk ke gedung kosong itu.
Di dalam gedung.
“ Loh kok pintunya di tutup Ki?" tanya Acha heran
“ Iya biar enak aja ngobrolnya" jawab Riski.
perasaan Acha nggak enak. Benar saj, Riski mendekati Acha dan dia mulai berani menyentuh Acha.
__ADS_1
“ Nggak heran sih kalo Satria naksir sama lo Cha, Lo itu emang cewek yang cantik dan pastinya polos banget." kata Riski merangkul Acha.
” Apaan sih Lo kik? lepasin ." kata Acha mencoba mendorong Riski.