
Setelah menemukan buku yang mereka cari, mereka membayar bukunya.
“ Biar sekalian gue aja la yang bayar." kata Satria.
“ Nggak usah sat, biar gue bayar sendiri aja." kata Lala.
“ Udah nggak usah, biar sekalian aja ya, nggak boleh nolak." kata Satria.
“ Yaudah deh." kata Lala.
Mereka pulang bareng.
“ Makasih ya sat, udah bayarin bukunya" kata Lala.
“ Iya sama-sama la." kata Satria.
“ Oh ya tadi Acha jadinya balik sama siapa, dia ikut rapat kan? soalnya tadi bilangnya mau balik duluan." Kata Lala.
“ Tadi Acha ikut rapat kok, emang dia bilang gimana tadi?" tanya Satria.
“ Katanya mau balik duluan, ya mungkin karna nggak mood juga karna tadi dituduh ambil proposal." kata Lala.
“ Emang kenyataan gitu kan, proposal nya ada di tasnya Acha." kata Satria.
“ Tapi belum tentu juga kan Acha yang ambil, mungkin ada yang sengaja taruh proposal itu di tas nya Acha, karna gue yakin nggak mungkin Acha yang ambil." kata Lala.
“ Tapi siapa kalo bukan Acha, ya secara gue mikir gitu juga karna dia mungkin nggak suka sama gue " kata Satria.
“ walaupun keliatannya galak gitu, tapi dia nggak sejahat itu juga kali sat, lagian tadi waktu istirahat dia itu sama gue dikantin, kapan coba ngambil proposal itu dari tas Lo." kata Lala.
“ iya juga ya, kenapa gue langsung nuduh Acha." Batin satria.
“ La sebenernya Acha sama Bagas itu pacaran nggak sih?" tanya Satria.
“ Kalo itu sih gue nggak tau sat, Walaupun dia sahabatan sama gue udah lama, tapi kalo soal masalah pribadinya tuh nggak pernah cerita sama gue, dan dia juga tipe orang yang susah di tebak sat." kata Lala.
“ Oh gitu ya " kata Satria.
Saat di perjalanan, HP Satria bunyi. Satria pun meminta bantuan Lala untuk mengambilkan HP nya yang ada di saku jaket. Dan memegangkan HPnya.
“ Hallo gimana dit?" tanya Satria ternyata telfon dari Radit.
“ Lo lagi dimana, gue tungguin di bengkelnya bang Azmi nih, buruan ke sini" Kata Radit.
“ Iya gue otw ke sana." kata Satria.
“ Siapa sat?" tanya Lala.
“ Radit La." kata Satria.
“ Bang Radit kenapa?" tanya Lala.
“ Dia suruh gue ke bengkelnya bang Azmi, mau ikut?" kata Satria.
“ pengen sih, tapi nanti pulangnya gimana?" tanya Lala.
“ Tenang...kan ada gue la." kata Satria.
“ Yaudah gue ikut deh." kata Lala.
Sampai di bengkelnya Azmi.
Dan ternyata Acha juga ikut Radit nongkrong di bengkelnya Azmi.
“ Dari mana aja si Lo sat?" tanya Radit.
“ Abis beli buku gue." kata Satria.
“ Kok sama Lala?" tanya Radit.
__ADS_1
“ Iya tadi ketemu di toko buku, sekalian aja balik bareng." kata Satria.
“ Achaa..." kata Lala duduk di sebelah Acha.
“ dari mana la?" tanya Acha.
“ Abis dari toko buku." kata Lala.
Motor Acha sedang diperbaiki satria, karna Azmi sedang memperbaiki motor yang lain.
“ Dit nih motornya udah beres, dicoba dulu gih." kata Acha.
“ Sana dicobain dulu Cha." kata Radit.
“ Kalo masih ada yg kurang ntar bilang aja sama gue, biar gue perbaiki lagi." kata Satria.
Setelah mencoba motornya, Acha kembali lagi ke bengkel.
” Gimana?" tanya Satria.
“ Iya udah enak kok motornya." kata Acha.
Ternyata sudah malam. Lala pun ingin pulang.
“Aduh ternyata udah malem, terus gue baliknya gimana?" tanya Lala.
“ Bareng gue aja la, kan motor gue udah jadi." kata Acha.
“ Nggak usah biar Lala sama gue aja, Yaudah yuk la biar gue anterin pulang." kata Satria.
“ Yaudah kalo gitu gue balik dulu ya Cha." kata Lala.
“ Iya hati-hati la." kata Acha.
setelah mengantar Lala, Satria balik lagi ke bengkelnya Azmi.
“ Radit mana Cha?" tanya Satria.
“ oh ya kok Lo belum balik?" kata Satria.
“ Kan motor gue dipake bang Radit." kata Acha.
“ Kan bisa pake punyanya Radit." kata Satria.
“ Kunci motor bang Radit dibawa juga, padahal udah malem banget, benar-benar nggak tau waktu banget sih bang Radit, mana besok berangkat sklah lagi" kata Acha.
“ Lo mau balik?" tanya Satria.
“ Iya, tapi harus nunggu bang Radit ke sini dulu." kata Acha.
“ Yaudah biar gue anterin Lo balik aja." kata Satria.
“ Nggak usah, gue nunggu disini aja dulu." kata Acha
“ Kan udah malem, kalo Radit ke sininya kemaleman gimana?" tanya Satria
“ Iya juga ya." kata Acha.
“ Yaudah balik sama gue aja, sekalian gue juga mau balik." kata Satria.
“ kenapa barusan nggak balik sekalian." kata Satria.
“ Ya ada kelupaan barang gue di tempatnya bang Azmi." kata Satria.
“ Oh." kata Acha singkat.
“ Gue ambil barangnya dulu, tungguin sini." kata Satria.
“ Yaudah buruan sana." kata Acha
__ADS_1
Satria kembali.
“ Yaudah yuk Bali, udah malem." kata Satria.
Diperjalanan pulang, mereka hanya diam. Setelah menempuh jarak yang lumayan lama, akhirnya sampai di rumah Acha.
“ Makasih udah anterin gue." kata Acha kemudian masuk.
“ Tunggu dulu Cha?" Kata Satria.
“ Ada apa lagi? Lo minta ongkos kaya ojol?" tanya Acha.
“ Engga, gue mau minta maaf aja sama Lo." kata Satria
“ Minta maaf buat apa?" tanya Acha.
“ Soal proposal, harusnya gue nggak asal nuduh Lo gitu aja." kata Satria
“ Lo nggak salah kok, kan kata Lo emang terbukti gue yang salah, karna proposal itu ada di tas gue, ya walaupun Lo nggak mikir dulu kalo itu ada yang sengaja taruh di tas gue." kata Acha
“ Makannya gue minta maaf Cha..." kata Satria.
“ Gue udah maafin Lo kok, dan kayaknya bener deh saran Lo, lebih baik ngundurin diri aja kalo emang nggak siap." kata Acha.
“ Lo beneran mau ngundurin diri Cha?" tanya Satria.
“ Mungkin, dan tentang proposal itu cuma pembukaan, dan nantinya gue nggak tau, gue bakalan difitnah apa lagi." kata Acha.
“ Ya masak Lo langsung nyerah gitu aja sih Cha, nanti kita cari siapa yang udah tega fitnah lo" kata Satria.
“ Ngga perlu sat, gue juga udah terlanjur males, Yaudah balik gih udah malem, gue juga mau masuk" kata Acha.
kemudian Acha masuk rumah.
“ Lo fikirin dulu Cha, jangan main ngundurin diri aja." kata Satria teriak karna Acha sudah berjalan masuk ke rumah
Pagi hari di sekolah.
“ Cha gue bawain makanan nih buat Lo." kata Satria.
“ Makanan apaan? tumben banget." kata Acha.
“ Ini spesial gue bikin buat Lo." kata Satria.
“ Lo nggak lagi demam kan? atau mungkin abis kejedot?" kata Acha memastikan.
“ Enggak lah, Yaudah dimakan gih." kata Satria.
Acha memakan makanan dari Satria.
“ Gimana? enak nggak?" tanya Satria.
“ Lumayan sih, dan gue yakin ini bukan Lo yang bikin kan?" tanya Acha.
“ hehehe, tau aja Lo Cha, oh ya Cha Lo beneran mau ngundurin diri? jangan dong Cha..." kata Satria memohon-mohon Kepada Acha.
“ Oooo jadi dari tadi Lo ngebaikin gue karna biar gue nggak jadi ngundurin diri?" tanya Acha.
“ Iya sih." kata Satria.
“ Tenang aja gue nggak jadi ngundurin diri kok, nggak dibolehin sama Bu Rita." kata Acha.
“ Serius Lo Cha?"tanya Satria.
“ Iya serius lah." kata Acha.
“ Tau gitu buat apa gue mohon-mohon dari tadi Sama Lo " kata Satria.
“ Mana gue tau... tapi Lo nyesel kan kalo gue ngundurin diri?" kata Acha.
__ADS_1
“ Ya nggak juga sih." Kata Satria.
“ Alah bilang aja kaleee." kata Acha