Tak Bisa Bersama

Tak Bisa Bersama
Petir


__ADS_3

“ Eh tapi ide Satri boleh juga tuh Cha, Lo nanti tinggal minta masukan buat tema nya aja." kata Lala.


“ Yaudah ntar gue coba diskusikan sama yang lain." kata Acha.


“ Nggak ada niatan buat ucapin makasih gitu?" tanya Satria.


“ Buat apa?" tanya Acha.


“ Ya kan gue udah kasih solusi ke Lo, biar acara sekolah lebih berkelas dari pada rencana Lo." kata Satria


“ Rese banget sih Lo, lagian gue juga nggak minta solusi dari Lo kan, jadi suka-suka gue donk." kata Acha


“ Udah-udah, kalian ini ribut aja, yuk mending kita makan aja biar kenyang." kata Lala.


Saat sedang makan HP Lala berbunyi. Ada telfon dari mamanya kalo Lala sudah dijemput.


“ Hallo la, ini mama udah di depan cafe yang kamu bilang." kata Mamanya Lala.


“ Yaudah kalo gitu tungguin dulu ma, Lala mau keluar dulu." kata Lala.


“ Yaudah buruan ya, soalnya nanti takut kemaleman mau jemput papa kamu." kata Mamanya Lala.


“ Iya ma." jawab Lala kemudian mematikan telfonnya.


“ Kenapa la?" tanya Satria.


“ Nyokap gue udah jemput sat, gue duluan ya, soalnya mau jemput bokap gue di bandara." kata Lala.


“ Yaudah kalo gitu hati-hati ya la." kata Satria.


“ Duluan ya Cha." kata Lala.


“ Iya la hati-hati, salam buat Tante Ranti sama om Edo." kata Acha


“ Iya nanti gue samperin ke mama papa." kata Lala kemudian pergi.


Sekarang hanya ada Satria dan Acha.


“ Ngapain Lo lihat-lihat?" kata Acha.


“ PD banget sih, siapa juga yang liatin Lo." kata Satria.


“ Yaudah gue mau balik, Lala juga udah balik." kata Acha.


“ Nggak mau gue anterin?" tanya Satria.


“ Nggak perlu, gue bisa sendiri." kata Acha kemudian pergi meninggalkan Satria.


Saat Diparkiran Acha hendak naik motor, tapi motornya tidak bisa dinyalakan. Satria juga kebetulan liat Acha.


“ Rese banget sih nih motor, pake mogok segala." kata Acha.


“ Makannya punya motor itu dirawat, bisa-bisanya sampe mogok." kata Satria baru datang.


“ Seneng kan Lo liat motor gue mogok?" kata Acha.


“ Seneng banget, bisa ngetawain Lo bisa ninggalin Lo sendirian disini hahaha." kata Satria.


“ Lo nih bener-bener ya, nggak punya hati banget, tolongin gue apa gimana kek." kata Acha.


“ Lo minta tolong sama gue? nggak salah denger?" kata Satria.

__ADS_1


“ Udah lah terserah Lo mau bilang apa, dasar nggak punya hati." kata Acha.


Acha mencoba menghubungi abangnya, tapi nggak ada jawaban.


“ Ih bang Radit mana sih? kok nggak jawab telfon gue." kata Acha.


“ Gimana nih? Lo mau tetep nungguin Abang Lo itu?" kata Satria.


“ Kalo Nggak mau bantu mending pergi gih sana." kata Acha kesel.


“ Yaudah gue pergi." kata Satria.


“ Eh sat Lo bener-bener ya." kata Acha menarik tangan Satria.


“ Katanya nyuruh gue pergi? ya gue pergi aja." kata Satria.


“ Ya masak Lo bener-bener nggak ada rasa empati sama gue sih? bantuin gimana gitu." kata Acha.


“ Gue mau aja sih bantuin Lo, tapi nada minta tolong Lo itu nggak ikhlas tau nggak?" kata Satria.


“ Ya terus gue harus gimana? tanya Acha.


“ Yang ikhlas donk minta tolong ya, biar gue mau tolongin Lo." kata Satria.


“ Mas Satria yang kata temen-temen gue paling ganteng di sekolah, bantuin gue ya motor gue mogok." kata Acha.


“ Ya masak gitu?" kata Satria


“ Satria Alfaro.... tolongin gue ya...pliss...." kata Acha.


“ Tolongin apa?" kata Satria sengaja mau membuat Acha kesal.


“ Eh tunggu Cha, gue cuma becanda." kata Satria.


“ Kalo nggak ikhlas bantuin mending nggak usah, gue bisa sendiri." kata Acha.


“ Ya ini gue mau telfonin bengkel dulu." kata Satria.


“ Niatnya mau bikin dia kesel, malah gue yang di bikin emosi Sama dia, bener-bener nih cewek susah banget ditaklukkin." Batin Satria.


Satria menghubungi bengkel motor sepupunya.


“ Hallo bang" kata Satria.


“ Iya gimana Sat?" tanya Sepupu Satria yang bernama Azmi.


“ Bang gue boleh minta tolong nggak?" tanya Satria.


“ minta tolong apa Sat?" tanya Azmi.


“ Lo suruh karyawan Lo buat Dateng ke cafe D, ini ada motor temen gue mogok." kata Satria.


“ Oh Yaudah kalo gitu gue suruh karyawan gue buat ke sana." kata Azmi.


“ Thanks ya bang." kata Satria.


“ Iya sat." kata Azmi.


“ Gimana motor gue?" tanya Acha.


“ Buang aja ditempat sampah." kata Satria.

__ADS_1


“ Lo tuh nggak usah asal ngomong." kata Acha.


“ Tungguin bentar, mau ada montir ambil nih motor." kata Satria.


Tak lama kemudian montir itu datang.


“ Mas Satria saya disuruh pak Bos kesini, katanya motor teman mas Satria mogok?" tanya montir.


“ Iya mas, nih yang ini tolong diperbaiki ya." kata Satria.


“ Yaudah saya coba cek dulu ya." kata Montir.


“ Gimana mas?" tanya Satria.


“ Ini perlu dibawa ke bengkel aja mas, soalnya saya nggak bawa alat yang buat benerin kerusakannya." kata Montir.


“ Terus gimana?" tanya Satria.


“ Tenang aja mas, saya tadi ajak temen saya kok, nanti biar dibantu step motor nya yang mogok." kata Montir.


“ Yaudah yuk balik." ajak Satria kepada Acha


“ Terus motor gue?" tanya Acha


“ Udah gue jual sama montirnya." kata Satria.


“ Serius donk Sat?" tanya Acha.


“ motornya mau dibawa ke bengkel dulu Achaa... Lo mau nunggu motornya selesai? ini aja udah jam 11 malem." kata Satria.


“ Yaudah gue mau balik aja." kata Acha.


“ Eh Lo mau kemana Cha, udah malem." kata Satria langsung mengambil motor dan menyusul Acha.


Satria menyusul acha yang tetep jalan kaki.


“ Cha biar gue anterin udah malem." kata Satria.


“ Nggak usah, gue mau nyari taksi aja." kata Acha.


“ Hello Acha... ini udah malem, mana ada taksi lewat, yang ada Lo malah digangguin sama preman." kata Satria.


“ Biarin." kata Acha


“ Keras kepala banget sih nih anak." Batin Satria.


Tiba-tiba ada suara petir, Acha yang takut dengan petir langsung menghentikan langkah kakinya dan mendekati Satria.


“ Lo kenapa Cha?" tanya Satria.


“ Nggak, gue nggak papa, buruan anterin gue balik." kata Acha.


“ Lo takut sama petir?" tanya Satria.


“ Nggak, buruan anterin gue balik." kata Acha.


“ Makannya nggak usah sok-sokan mau pulang sendiri, giliran denger petir aja takut." kata Satria.


“ Awas aja Lo ya sat, hari ini Lo menang, tapi lain kali nggak bakalan gue biarin Lo menang." Batin Acha.


Akhirnya Acha pulang bersama Satria. Satria mengantarkan Acha sampai ke rumahnya. Diperjalanan mereka berdua tak ada yang bicara, mereka hanya fokus dalam pikiran masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2