
“ Oh ya tujuan aku ke sini juga untuk itu pa, aku mau ajak papa tinggal sama aku aja, biar papa nggak sendirian juga." kata Satria.
“ Tapi sayang banget kalo harus ninggalin rumah ini sat." kata Pak Reno.
“ Kenapa? banyak kenangan dengan mama? kenangan mama sama papa bertengkar setiap hari? kenangan dimana aku yang masih kecil harus melihat papa dan mama bertengkar setiap hari? udahlah pa nggak usah inget-inget mama lagi, lagian mama kemarin ke rumah minta izin sama aku karna mama mau menikah dengan om Devan." kata Satria.
“ Mama kamu beneran mau nikah?" tanya Pak Reno seperti tidak percaya.
“ Iya pa, nggak ada gunanya mengingat-ingat mama lagi pa, sekarang yang penting papa tinggal sama aku dan Mbak Amel biar papa nggak kesepian, dan kalo penyakit papa kambuh lagi aku sama mbak Amel bisa selalu ada buat papa, Satria mohon pa." kata Satria.
Pak Reno bukannya menjawab, dia malah memegang kepalanya, ekspresinya seperti orang yang menahan sakit.
“ Papa kenapa pa?" tanya Satria panik.
“ Om kenapa om?" kata Acha juga ikut panik.
“ Kepala papa sakit satria.' kata Pak Reno dan tiba-tiba pak Reno pingsan.
Acha dan Satria langsung membawa Pak Reno ke Rumah sakit terdekat.
Dirumah Sakit pak Reno langsung di bawa masuk ke UGD, selama pemeriksaan pak Reno, Satria mondar-mandir tidak tenang.
“ Satria udah sat, Lo harus tenang jangan gini." kata Acha.
“ Tapi ini gara-gara aku Cha, ini yang gue takutin kalo papa tau semuanya, harusnya gue nggak cerita ke papa Cha, ini salah gue, ini salah gue, bodoh banget Lo sat." kata Satria frustasi mengacak-acak rambutnya.
“ Udah stop Satria, jangan gini papa Lo lagi sakit gini harusnya kamu doain biar papa Lo baik-baik aja bukan malah nyalahin diri Lo sendiri gini." kata Acha.
Setelah beberapa saat, Akhirnya dokter pun keluar.
“ Gimana keadaan papa saya dok?" tanya Satria.
“ Pak Reno tekanan darahnya naik, sebaiknya beliau jangan banyak pikiran dulu." kata Dokter.
“ Baik dok, saya boleh masuk belum dok?" tanya Satria.
“ Silahkan, kalo gitu saya permisi dulu." kata Dokter kemudian pergi.
Satria langsung menghampiri papanya yang terbaring lemah.
“ Pa maafin Satria, karna Satria tadi udah marah-marah sama papa, ini semua salah Satria pa." kata Satria menyalahkan dirinya.
“ Ngga Satria, ini bukan salah kamu." kata Pak Reno.
“ Satria cuma pengen papa tinggal sama aku dan Mbak Amel pa, Satria nggak mau penyakit papa kambuh kaya tadi, Biar Satria dan mbak Amel yang urus papa, Satria mohon pa." kata Satria menangis sambil memegang tangan papanya.
“ Baik papa akan tinggal sama kamu, papa akan menghabiskan usia papa sama anak-anak papa." kata Pak Heru.
__ADS_1
“ Makasih pa, Satria sayang sama papa, Satria nggak mau papa sakit, papa harus sembuh." kata Satria.
Acha yang melihat Satria yang menangis karena melihat papanya yang sakit pun menjadi teringat papa dan mamanya.
Acha memutuskan untuk menunggu di depan. Satria masih ngobrol bersama papanya. Tak lama kemudian Mbak Amel Datang.
“ Gimana kondisi papa Cha?" tanya Mbak Amel.
“ Om Reno sudah siuman mbak, sekarang Satri lagi di dalam." kata Acha.
Amel langsung masuk ke dalam ruangan.
“ Papa kenapa pa?" tanya Amel.
“ Papa nggak papa mel, kamu kok disini anak kamu dimana?" tanya Pak Reno.
“ Daffa aku titipin ke karyawan butik aku pak." kata Amel.
“ Papa baik-baik aja, kalian nggak usah khawatirin papa." kata Pak Reno.
“ Pokoknya Amel nggak mau tau, papa harus tinggal sama aku dan Satria, jangan sendirian terus la." kata Amel.
” Iya papa akan tinggal sama kalian berdua, papa akan selalu bersama kalian dan cucu papa." kata Pak Reno.
Makan malam untuk pak Reno pun datang, Amel menyuapi pak Reno.
“ Tadi mbak Amel liat Acha di depan Sat." kata Mbak Amel.
“ Sana cari Acha, kasian udah malem." kata Pak Reno.
Satria keluar ruangan, mencari Acha.
“ Kok disini Cha?" tanya Satria dan dia melihat Acha yang sepertinya habis nangis.
“ Kamu nggak kenapa Cha?" tanya Satria.
“ gue nggak papa kok sat, tadi cuma ngantuk aja." kata Acha.
“ Nggak mungkin, kamu habis nangis sat?" tanya Satria.
“ Nggak kok sat, oh ya gimana keadaan papa kamu?" tanya Acha yang mencoba mengalihkan pembicaraan.
“ Cha gue nanya kok nggak dijawab? Lo kenapa Cha? cerita sama gue, kata Lo harus cerita kan kalo ada masalah." kata Satria mencoba menenangkan Acha.
“ Gue nggak papa sat, tadi gue pas liat Lo nangis karna bokap Lo sakit, gue jadi inget papa sama Mama dulu sebelum meninggal." kata Acha.
Satria pun memeluk Acha.
__ADS_1
“ Udah nggak usah nangis lagi ya, papa sama Mama kamu di sana pasti udah bahagia, apalagi liat kamu sama Radit bahagia." kata Satria.
“ Makasih sat." kata Acha.
“ Yaudah yuk masuk, jangan disini sendirian." kata Satria.
Akhirnya mereka berdua masuk keruangan rawat pak Reno
“ Gimana keadaan om Reno?" tanya Acha.
“ Om baik-baik aja kok Cha, oh ya kalian pada makan dulu sana, biar papa disini nggak papa." kata pak Reno
“ Biar Satria yang cari makanan aja, Acha sama mbak Amel nunggu disini sama jagain papa." kata Satria.
“ Yaudah hati-hati sana." kata Mbak Amel.
“ Sini Cha om mau ngobrol sama kamu." kata Pak Reno.
“ Iya gimana om?" tanya Acha.
“ Tadi Satria cerita sama om, kata Satria kamu keinget sama papa mama kamu ya?" tanya Pak Reno.
“ Acha cuma jadi kangen sama mama papa om." jawab Acha.
“ Mama papa kamu pasti udah bahagia disana, sekarang tugas kamu cuma belajar biar sukses buar papa mama kamu bangga liat anaknya sukses, kamu boleh anggap saya sebagai papa kamu, jangan sungkan kalo ada masalah cerita saja sama om, Satria, atau mbak Amel." kata Pak Reno.
“ Iya makasih om." kata Acha.
Malam itu Acha dan Satria menginap di Rumah sakit untuk menjaga pak Reno, karena mbak Amel harus pulang untuk mengurus anaknya.
“ udah nelfon Radit belum Cha?" tanya Satria.
“ Iya tadi gue udah izin sama bang Radit kok sat." jawab Acha.
“ Oh ya nanti kalian mau kan temani papa ke acara pernikahan mama kamu Satria?" tanya Pak Reno.
“ Udah papa nggak usah mikirin itu dulu, yang penting sekarang papa harus sembuh." kata Satria.
“ Iya bener kata Satria om." kata Acha.
“ Bagaimanapun papa adalah mantan suami mama Satria, papa juga pengen lihat mama kamu dihari bahagia dia." kata Pak Reno.
Satria merasa sedih, karena papanya masih saja mementingkan kebahagiaan mamanya yang jelas-jelas akan menikah dengan orang lain.
“ Iya nanti aku sama Acha bakalan temenin papa, tapi papa harus istirahat dulu biar sembuh ya pa." kata Satria.
“ Iya makasih ya Sat, Cha." kata Pak Reno.
__ADS_1