
“ Besok-besok lagi sekalian ikutan perang yang pake pistol aja biar lebih keren." kata Acha dengan nada tinggi sambil menekan luka Satria.
“ Auaua... sakit Cha... pelan-pelan donk, bukannya malah sembuh, malah tambah parah nanti." kata Satria.
“ Lo sih ngeselin banget." kata Acha.
“ Ya maaf." jawab Satria.
“ Besok-besok lagi nggak usah ada acara berantem-berantem lagi ah sat, emangnya nggak sakit? kalo pihak sekolahan tau gimana? seorang ketua OSIS merangkap jabatan menjadi ketua geng motor, udah gitu kerajaan berantem, balapan, minum-minum." kata Acha.
“ Lagian itu juga buat hiburan Cha." kata Satria.
“ Udah aja terserah Lo, nih obatin sendiri lukanya?" kata Acha.
Tiba-tiba ada Radit yang baru pulang kuliah.
“ Muka Lo kenapa bro? Lo berantem lagi? tapi keliatannya agak parah." tanya Radit.
“ nggak, gue nggak papa." jawab Satria.
Acha membawakan minuman untuk Satria.
“ Nih diminum dulu." kata Acha
“ Loh kok kamu udah balik Cha? katanya mau ada rapat OSIS? sebenarnya kalian dari mana sih? kok muka Satria juga babak belur gini?" tanya Radit.
Acha dan Satria hanya tatap-tatapan bingung mau menjawab apa. karena takut Radit marah.
“ Iya bang,itu apa namanya, rapatnya jadinya besok, iya kan sat?" kata Acha mencari alasan.
“ Terus muka Satria kenapa?" tanya Radit.
“ Sebenernya tadi..." Satria belum selesai bicara, Acha langsung main Nyamber.
“ Tadi tuh kita di kroyok preman bang, dan Satria gini karena ngelawan premannya." kata Acha berbohong.
“ Masak? tumben banget Lo sampai babak belur gini?" kata Radit.
“ Ya karna premannya banyak bang." kata Acha.
“ Kenapa kamu nggak bantuin?" tanya Radit.
“ Ya karena kata Satria aku disuruh minta bantuan aja." kata Acha.
“ Kalian nggak bohong kan?" tanya Radit lagi untuk memastikan.
“ Iya nggak bohong kok kak, buat apa bohong coba? mending bang Radit mandi aja sana, bersih-bersih, pasti capek kan abis pulang kuliah.x kata Acha.
“ Yaudah Abang masuk dulu." kata Radit.
Radit pun masuk ke kamarnya.
__ADS_1
“ kok Lo bohong sih Cha?" tanya Satria.
“ Terus maksud Lo gue harus jujur gitu sama bang Radit, kalo Lo dimarahin bang Radit gimana?" tanya Acha.
” Ya tinggal bilang aja, kalo Lo yang pergi ke sana duluan." kata Satria.
“ Jahat banget sih Lo sat." kata Acha.
“ kalo nggak ada gue gimana coba tadi? mungkin Lo udah buat mainan sama mereka." kata Satria.
“ Iya juga ya, untung ada Lo sat, kalo nggak bisa abis gue, nanti mahkota gue hilang." kata Acha.
“ Mahkota apaan?" tanya Satria.
” Ya mahkota yang udah gue jaga dari dulu, dan nantinya bakal gue kasihin ke suami gue kelak. kalo mahkotanya udah ilang, nanti apa yang mau dikasihin ke suami gue kelak?" kata Acha.
“ Makanannya jaga diri baik-baik, jangan sampai salah pergaulan, apalagi sampai kaya tadi, bikin bangga calon suami Lo nanti." kata Satria
“ Oh ya btw makasih ya sat, Lo udah tolongin gue, Lo sampai rela babak belur gini demi nolongin gue." kata Acha.
“ gue ngelakuin ini juga karna ada alasan yang sangat besar Cha, Lo orang spesial yang udah mewarnai hidup gue." Batin satria.
“ Woi sat, satriaaa..." panggil Acha karna Satria hanya bengong sambil senyum-senyum.
“ Eh iya kenapa Cha?" tanya Satria.
“ Lo nih di ajak ngobrol malah bengong sambil senyum-senyum sendiri gitu." kata Acha.
“ Oh ya, terus kalo Lo nanti balik ke rumah, pasti mbak Amel bakalan tau donk kalo liat muka Lo gini." kata Acha.
“ ya pasti kalo itu." jawab Satria.
“ Terus gimana?" tanya Acha.
“ Ya tinggal nggak usah balik aja, simple kan?" kata Satria dengan santainya.
“ Emang kalo nggak balik Lo mau tidur dimana? mau balik ke basecamp itu lagi?" tanya Acha.
“ Banyak tempat yang mau nampung gue, tenang aja." kata Satria.
“ Oh ya, gue lupa, Lo kan playboy kelas kakap, jadi pasti banyak pacar Lo yang mau nampung si playboy ini." kata Acha.
“ Ya engga lah, lagian kalo gue ngga balik ke rumah, nggak bakalan juga gue sampai nginep di rumah cewek, apalagi belum nikah." kata Satria.
“ Terus rumah gue apa? kan gue cewek juga?" tanya Acha.
“ Ya itu beda, kan emang gue udah sejak dulu biasa nginep disini, sebelum Lo tinggal di sini." kata Satria.
“ Terus Lo mau tidur dimana?" tanya Acha.
“ temen gue banyak, jadi dimana aja bisa, yang penting bukan di rumah Lo." kata Satria
__ADS_1
“ Emang kenapa? biasanya juga nginep di rumah gue." kata Acha.
“ Nggak, gue nggak mau, gue masih kesel sama Lo atas kejadian tadi." kata Satria.
“ Terus maksudnya Lo marah sama gue?" tanya Acha.
“ Yap, karna kalo nggak gara-gara Lo yang banyak tingkah ini ke basecamp, pasti nggak bakalan gini ceritanya." kata Satria.
“ Ya kan udah lewat juga kali, gue juga minta maaf." kata Acha
“ Iya emang udah gue maafin sih, tapi masih kesel dikit sama Lo." kata Satria.
“ Itu namanya Lo belum maafin gue, Lo nggak ikhlas maafinnya, dasar setengah-setengah." kata Acha.
“ Oh ya udah malem, gue mau balik dulu." kata Satria.
“ Serius Lo mau pergi? muka Lo aja masih gitu? emang badan Lo nggak sakit apa?" tanya Acha.
“ pokonya gue nggak mau tau, besok Lo harus tanggung jawab, pijitin gue sampai sembuh." kata Satria.
“ Idih apaan coba maksudnya?" tanya Acha.
“ Udah ah, gua mau pergi, bilangin ke Abang Lo, gue tungguin di cafenya bang Azmi." kata Satria.
“ Eh-eh tunggu dulu." kata Acha menarik tangan Satria.
“ Hello bang Satria yang keras kepala.... Lo nih abis berantem, abis dikroyok, muka Lo aja babak belur gitu, bukannya istirahat malah mau ajakin Abang gue nongkrong, gimana sih Lo sat? tanya Acha.
“ Tenang aja, besok paling sembuh kok." kata Satria.
“ Terus Lo mau tidur dimana?" tanya Acha.
“ Di bengkelnya bang Azmi Achaa...." kata Satria.
" Emang ada tempat tidur?" tanya Acha.
“ Iya ada, udah belum nanyanya? ada yang mau di tanyain lagi nggak?" tanya Satria.
“ Nggak. kalo suka sama orang tuh jangan setengah-setengah." kata Acha.
” Maksudnya?" tanya Satria.
“ Engga, udah sana pergi." kata Acha.
“ Lo ngusir gue?" tanya Satria.
“ Iya, sana istirahat, atau mau gue telfonin mbak Amel, biar gue aduin." kata Acha.
“ Iya-iya, nggak usah aneh-aneh Lo Cha, awas aja sampe Lo nelfon mbak Amel, abis Lo sama gue." kata Satria.
“ Nggak takut." jawab Acha kemudian masuk ke rumah.
__ADS_1
“ Ada-ada aja Lo Cha." kata Satria.