Talak! Setelah Akad

Talak! Setelah Akad
Tiba-tiba


__ADS_3

''Kak berhenti!''


Seketika Alvin menginjakkan kakinya pada pedal rem, sehingga membuat bunyi decitan rem yang memekik keras.


''Ada apa?'' tanya Alvin dengan khawatir.


Sejenak Delisa hanya diam, lalu menoleh kearahnya. ''Aku turun disini saja. Terima kasih.'' Delisa hendak meraih kenop pintu mobil, tapi dengan cepat Alvin menahan tangannya.


Mata mereka bertemu cukup lama. Rasa bersalah sangat terlihat dari iris mata Alvin. Dia tahu apa alasan Delisa bersikap seperti itu, maka dari itu ia dengan tulus meminta maaf.


''Delisa, maaf kalau aku lancang. Tapi memang itu yang sesungguhnya,'' lirih Alvin.


Delisa tidak berkata apa-apa, ia hanya diam. Alvin memperhatikan wajah Delisa yang mengeluarkan keringat, ia terus perhatikan Samapi ketika Alvin merasa ada yang tidak beres dengan Delisa karena wajah Delisa memucat dengan tiba-tiba.


''Ada apa? apa kamu sakit?'' tanya Alvin yang segera memeriksa suhu tubuh Delisa. Dan seketika kedua matanya melebar sempurna karena merasakan suhu Delisa yang meningkat.


''Astaga! kamu sakit?!'' Alvin khawatir, ia panik melihat keadaan Delisa.


Delisa menggelengkan kepalanya lalu menepis tangan Alvin dan segera keluar dari mobil. Lalu....


Uueekkkk!


Delisa memuntahkan isi perutnya dipinggir jalan, entah kenapa tiba-tiba ia merasa mual, kepalanya terasa pusing, jantungnya berdebar begitu kencang tidak seperti biasanya.

__ADS_1


Alvin yang melihat itu tentu khawatir, ia segera menghampiri Delisa dan membantunya dengan membawakan tisu dan air mineral. Dengan sabar Alvin terus memijat tengkuk leher Delisa hingga Delisa pun merasa baikan dan terduduk lemas.


''Ada apa dengan kamu, huh?'' Alvin menyeka keringat-keringat yang membasahi dahi Delisa, juga sisah cairan yang keluar dari mulutnya.


''Kuta kerumah sakit!'' Alvin akan memapah Delisa tapi Delisa menolaknya, ia tidak mau kerumah sakit. Sungguh dia sangat membenci rumah sakit.


''Enggak! aku udah baik-baik aja, antar aku pulang!''


''Tapi–''


''Kak aku mohon…'' lirih Delisa dan akhirnya dengan terpaksa Alvin mengiyakannya.


Tapi baru saja, Delisa akan masuk ke mobil tiba-tiba … Brukk!


Delisa ambruk dan beruntung Alvin cepat menangkap tubuhnya. Raut wajah Alvin begitu khawatir, seraya terus memanggil-manggil nama Delisa tapi tidak ada tanggapan dari Delisa.


Ia menancapkan gasnya tanpa pikir panjang, tidak peduli jalanan sedang ramai yang terpenting baginya Ia harus membawa Delisa kerumah sakit terdekat.


''Delisa kamu kenapa?'' panik Alvin dan tiba-tiba ia melihat bibir Delisa membiru, perasaannya tidak enak, ia menduga memang ada yang tidak beres.


Sesampainya di halaman klinik, karena memang yang terdekat disana hanya ada klinik, kalau untuk kerumah sakit perlu perjalanan jauh.


''Dokter tolong periksa istri saya!'' teriak Alvin dan kemudian beberapa perawat berdatangan lalu membawa Delisa kedalam untuk diperiksa.

__ADS_1


Beberapa menit bahkan hampir satu jam ia menunggu diluar ruangan. Akhirnya Seorang dokter keluar dari sana dan menemuinya.


''Istri Anda sudah membaik, dia sedang istirahat sekarang,'' ujar Dokter tersebut.


''Dia kenapa Dok?''


''Istri Anda memiliki Alergi pada serbuk bunga. Tapi ada yang perlu saya tanyakan, kenapa bisa serbuk bunga itu masuk kedalam pencernaannya?''


Alvin tersentak, mengingat apa yang telah dimakan oleh Delisa tadi. Karena yang dia ingat Delisa memakan makanan yang sama dengannya, dan tidak ada kandungan bunga di makanan mereka.


''Tapi Anda tenang saja, istri Anda sedang dalam pemulihan saja, setelah sadar nanti Anda bisa langsung membawanya pulang. Permisi.''


Dokter itu berlalu, dan Alvin masih memikirkan apa yang disampaikan oleh Dokter itu.


Ia merogoh saku kemejanya dan menghubungi satu nomor yang ada di barisan paling pertama di kontak panggilannya.


''Mam! Aku mau tanya, apa tadi ada kandungan bunga yang terdapat di makanan yang Delisa makan?''


"Tidak ada nak, memangnya kenapa?''


''Tidak apa-apa, kalau begitu aku tutup!''


Lalu Alvin beralih menghubungi nomor lain, ia menunggu jawabannya dengan tidak sabar.

__ADS_1


''Cari tahu kandungan apa saja yang di makan oleh Delisa tadi! Dan siapa yang memberikannya, beritahu secepatnya. Ingat ini serius!''


Alvin menutup panggilan, dan menghela nafasnya kasar. Sungguh jika ia mengetahui siapa yang membuat Delisa sampai seperti ini, entah nasib buruk apa yang akan diberikan oleh Alvino Abraham itu.


__ADS_2