Talak! Setelah Akad

Talak! Setelah Akad
Bunga Yang Kembali Mekar


__ADS_3

Keesokannya. Apa yang dikatakan Alvino kemarin bahwa calon mertuanya ingin bertemu, Delisa pun sudah siap sepagi ini.


Ia bercermin diri, memperhatikan penampilannya yang tidak akan terlihat berlebihan untuk bertemu dengan calon mertua.


Kreekk...


"Eh? kamu udah bangun?" Fauzan masuk dengan membawa sarapan untuk Delisa.


"Heum, Bang! bagaimana?" Delisa memperlihatkan penampilannya saat ini, memutarkan tubuhnya didepan Fauzan.


"Sudah bagus, kamu mau kemana? ada kuliah pagi?"


Delisa menggelengkan kepalanya, "Mama Alish ingin bertemu dengan ku," jawab Delisa malu-malu.


"Cie, Mama!" goda Fauzan.


"Apasih Bang!"


"Oh ya, Tuan Elvano juga sudah menghubungi Abang, beliau meminta Abang mencari hari baik untuk tunangan kalian."


Delisa terbelalak, lantas ia pun segera mendekat ke arah Fauzan. "Terus?!"


"Ya Abang mana ngerti sama yang begituan, Abang juga udah kasih kabar Ibu, tapi Ibu juga menyerahkan itu pada Abang."


"Terus?!"


"Ya Abang bilang kalau mereka aja yang cari, karena Abang enggak begitu paham."


"Terus, terus?!"


Peletak!


Fauzan menyentil kening Delisa, karena kesal pada adiknya yang sejak tadi hanya mengucapkan kata yang sama.


"Abang sakit!"

__ADS_1


"Ya habisnya. Terus, terus mulu! nabrak!" Fauzan berbalik ingin pergi tapi dengan cepat Delisa menghalaunya.


"Iih! Abang! Terus apa jawaban Papa Alvin?" Delisa benar-benar merasa penasaran.


''Kepo!'' Seperti biasa Fauzan akan menjahili Delisa dan membuat Delisa berteriak karenanya.


''Abang!!!'' pekiknya karena Fauzan sudah berlari pergi dari sana.


Pertemuan Delisa dan Alisha kali ini bukan hanya sekedar bertemu. Tapi alisha mengajaknya untuk memilih gaun pengantin yang Delisa inginkan. Delisa terus menolak karena Alisha memilihkannya dengan harga yang tidak main-main, tapi Alisha tidak kehilangan akalnya, dia sedikit berbohong kalau gaun itu adalah gaun yang paling murah.


Delisa awalnya tidak percaya, tapi karena Alisha meminta bantuan pada staff butik akhirnya Delisa pun percaya.


''Papa mu tidak ingin ada pertunangan, dia mau langsung menggelar pernikahan!'' ucap Alisha tiba-tiba.


''Hah?''


''Iya, enggak apa 'kan?''


''Enggak masalah kok Mam!'' sambar Alvin yang baru saja datang.


''Kak?''


Berbeda dengan Alvin yang begitu percaya dirinya memamerkan kemesraan di depan orang tuanya, Delisa justru tertunduk dengan pipi yang memerah karena malu.


Menyadari calon menantunya itu merasa malu. Alisha pun membelai pipi Delisa seraya berkata, ''Tidak perlu malu lagi, Mama senang mendengarnya.''


*


Hari di mana penantian setiap wanita untuk memakai sebuah gaun yang indah di depan para tamu undangan pun terwujud hari ini.


Delisa sudah didandani secantik mungkin dengan riasan yang natural namun masih meninggalkan kesan manis pada wajah perempuan 22 tahun itu. Ia melihat dirinya dari ujung kepala sampai ujung gaunnya dari pantulan cermin. Sepintas ia mengingat hari di mana ia merasakan sakit hati yang luar biasa. Karena di hari pernikahan dan di depan penghulu setelah mengucapkan ijab qobul kata Talak pun terucap dari pria bajingan yang dia kenal.


Ada Rasa trauma yang membekas di ingatannya sehingga membuat tangannya gemetar saat ini. Tapi tiba-tiba ia tersentak karena ada sepasang tangan yang menggenggam tangannya dari samping, yang ternyata tangan itu adalah tangan Alisha Ibu dari Alvino.


Alisa menatap hangat pada bola mata coklat Delisa, iya mengerti dengan apa yang saat ini Delisa pikirkan. Tangan yang gemetar dan berkeringat sudah menjelaskan semuanya. Bahwa saat ini Delisa sedang melawan rasa traumanya.

__ADS_1


"Jangan takut, Mama akan pastikan semua berjalan dengan lancar. Benar 'kan Bu?'' ucap Alisha dan bertanya pada seorang wanita paru baya yang juga berdiri disisi lain Alisha. Ya, itu adalah Ibu sambung Delisa dan Fauzan.


''Benar sayang, jangan mengingat hal yang menyakitkan itu lagi. Karena masalalu mu dan sekarang sangat berbeda. Ingatlah, banyak yang menyayangimu, sayang." Ibu sambung Delisa menitikkan airmata terharu.


Diva yang ditunjuk sebagai bridesmaid pun sudah menggunakan gaun khusus yang juga dipilihkan oleh Delisa untuk sahabatnya itu. Menatap haru pada Delisa yang dia sendiri tahu perjalanan hidup sahabatnya tidaklah mudah.


"Kamu akan bahagia setelah ini, Del," gumam Diva.


Waktu baik akan segera tiba, Delisa dihimpit oleh kedua wanita paru baya yang tak lain adalah Ibu dari Alvino dan ibu sambungnya. Dan dibelakang sudah ada Diva yang membantu agar gaun pengantin yang dikenakan Delisa terekspos dengan indah.


Menatap semua para tamu yang matanya tertuju padanya, tatapan yang seakan menyembunyikan pujian, lalu matanya juga tertuju pada Abangnya, yang saat ia tatap langsung tertunduk dan dia tahu kalau Fauzan tengah menyembunyikan air matanya. Delisa tersenyum lalu beralih menatap pria yang juga memakai pakaian yang serasi dengannya, setelan jas putih. Pria itu menatap dengan penuh cinta padanya, ya dia adalah Alvino.


Sungguh, Delisa tidak menyangka kalau ternyata dia bisa memakai gaun pengantin untuk kedua kalinya dan dengan gaun yang tentunya sangat berbeda. Dia mengira akan terus terpuruk dengan setatus jandanya, tapi tidak, seorang pria baik datang bersama keluarganya meminta dirinya untuk menjadi bagian hidup mereka.


''Aku adalah bunga yang sempat layu, karena tandusnya tanah. Tidak lagi memiliki harapan untuk kedepannya, karena masa depan ku, ku anggap sudah hancur, dihancurkan oleh pria yang tidak bertanggung jawab. Tapi ternyata seorang pria bernama Alvino Abraham yang awalnya tidak sama sekali aku mengenal dan tidak mau mengenalnya, saat ini berdiri menunggu ku duduk disampingnya. Lantas rasa syukur mana yang harus aku dustakan? aku bahagia, aku beruntung karena memiliki orang-orang baik. Abang, terima kasih sudah mengurus Delisa selama ini, Abang adalah pahlawan ku setelah Ayah. Tidak ada lagi yang bisa ku utarakan untuk Kakak laki-laki seperti Abang, yang terus berdiri digarda terdepan untuk melindungi adik mu ini.''


Terima kasih juga untuk para riders karena sudah mau membaca kisah seorang gadis bernama Delisa, kalian ikut menyaksikan perjalanan hidupnya yang bahkan tidaklah mudah bagi kita yang ada di dunia realita. Ditalak setelah Akad didepan penghulu dan semua tamu undangan, sangatlah menyakitkan.


Tapi karena kesabarannya, Delisa pun bisa bahagia karena dipinang oleh pria baik dan bertanggung jawab seperti Alvino Abraham.


......END......


Hay kesayangan Author, maaf ya kalau TAMAT nya cerita ini membuat kalian kecewa, tapi memang jalan ceritanya sudah selesai, Terima kasih untuk kalian yang terus mendukung author, author sayang kalian 🤗😘😘😘


JANGAN LUPA! mampir juga ke novel ku yang lainnya ya!!


- TURUN RANJANG


- PENGKHIANATAN DALAM PERNIKAHAN


Enggak kalah serunya kok🤭 Ditunggu kedatangannya di novel baru aku🤗 bye-bye 👋👋


Ini Covernya 👇🏼


__ADS_1



Ditunggu kehadirannya 🤗🤗


__ADS_2