
Delisa terbelalak kaget, dengan sekuat tenaganya, ia mendorong tubuh Wahyu lalu melayangkan tamparan yang begitu keras, hingga meninggalkan lebam disana, juga sudut bibirnya yang terlihat mengeluarkan darah.
''Brengsek kau, Wahyu!'' pekik Delisa, daaann...
Bugh!
Tubuh Wahyu terhuyung kebelakang, ia terjatuh ke aspal. Dan sekarang bukan hanya sudut bibirnya yang mengeluarkan darah, hidungnya pun juga, ia mimisan karena terkena hantaman dari seorang pria tegap yang entah sejak kapan datang.
Delisa terjingkat, ia benar-benar terkejut melihat itu. Tapi hatinya merasa lega karena ternyata yang datang adalah Alvino.
Delisa mengusap bibirnya sedikit kasar, merasa jijik dengan dirinya karena terkena ciuman dari bibir Wahyu, pria yang ia benci bahkan karena ini, ia semakin membencinya.
''Bajingan!'' Alvino berjongkok didepan Wahyu yang masih terduduk di aspal.
''Sekali lagi kau berusaha mengambil dia dari ku! aku pastikan bukan hanya hidung mu yang berdarah, karena timah panas ku akan menembus jaringan otak mu!'' Ancam Alvino yang tidak main-main, ia bicara sungguh-sungguh.
Alvin tahu apa yang Wahyu lakukan itu semata-mata ingin membuat dia cemburu sehingga menjauh dari Delisa. Tapi Alvin bukan tipe pria seperti itu, Alvino akan menaruh kepercayaan besar pada wanita yang sudah ia tetapkan menjadi wanitanya. Dan wanita beruntung itu adalah Delisa.
Alvino menoleh kearah Delisa yang masih menyeka bibirnya, dan dapat terlihat jelas Delisa menyekanya dengan kasar hingga membuat sekitar bibirnya memerah.
__ADS_1
Dengan segera Alvino beranjak dan menghampiri Delisa, ia ambil tangan Delisa, menjauhkannya dari bibir yang sudah terlihat membengkak itu.
''Sudah! tidak apa-apa. Kita bisa mencucinya, jangan menyakiti dirimu sendiri, hmm?'' Delisa menangis, Alvin segera membawa Delisa kedalam pelukannya. Ia semakin yakin rasa sakit yang didapatkan dari jatuhnya Talak itu, sangat menyakitkan terlihat dari rasa benci Delisa pada Wahyu.
''Dia mencium ku, Wahyu mencium ku, kak…'' tangis Delisa didalam dekapannya.
''Iya, iya aku tahu. Kita bisa mencucinya.'' Alvino terus berusaha menenangkannya tapi Delisa masih menangis. Hingga iapun mengambil sebuah cara agar Delisa tenang.
Alvino melepaskan pelukannya, menangkup kedua sisi wajah Delisa dan tanpa diduga, Alvin justru mengecup bibir Delisa.
Dan benar, Delisa seketika menghentikan tangisnya. Matanya menatap langsung mata biru Alvino. Dan merasa tidak ada perlawanan, Alvino justru kembali mendaratkan lagi bibirnya yang bahkan bukan hanya sekedar kecupan, tapi ini adalah ciuman yang dalam.
Alvin melepaskan Delisa, membantu menyeka lembut bibir Delisa seraya berkata, ''Maafkan aku, ini satu-satunya cara untuk menghapus jejak pria brengsek itu dibibir mu.'' Alvino melihat pipi Delisa yang memerah.
Ia kembali membawa Delisa kedalam pelukannya, memeluk dengan mata ya g terpejam. Ia sedang marah.
''Aku marah melihat dia mencium mu, rasanya ingin sekali merobek mulutnya saat ini juga. Siapapun tidak boleh menyentuh mu, kamu milik ku, Delisa.'' Alvino mengusap kepala Delisa. Dengan satu tangan lainnya mengepal kuat dibelakang tubuh Delisa karena menahan emosinya.
Melihat kemesraan Delisa dan Alvino, Wahyu tertunduk lemas, harapannya sudah tidak ada lagi. Lantas untuk apa dia masih berada di sana untuk membuatnya terluka? Wahyu pun beranjak dan berlalu pergi setelah menoleh sejenak.
__ADS_1
''Maaf…'' lirih Delisa, yang sebenarnya itu untuk apa juga ia meminta maaf.
Alvin menggelengkan kepalanya, ''Kamu enggak harus minta maaf. Aku hanya marah dengan diri ku sendiri karena telat datang. Kamu enggak apa-apa 'kan?'' Delisa menggelengkan kepalanya cepat.
''Kakak tau aku ada disini?'' tanya Delisa dengan suara parau.
''Maaf Del. Aku tadi telpon Pak Delon untuk memberi tahu ke Kak Alvin.'' Diva berjalan kearahnya dengan dua gelas plastik es krim yang tadi mereka pesan.
''Terima kasih,'' ucap Alvin pada Diva.
''Enggak masalah, Kak,'' sahut Diva ''Ini es krim mu! lap air mata mu itu, kau terlihat buruk,'' cetus Diva, membuat Delisa sedikit terhibur.
Dan merekapun pergi dari sana.
Happy reading...
Hay mampir juga ke novel teman ku yuk! enggak kalah serunya lho 🤗 Author Chika Ssi
__ADS_1