Tangisan Seorang Menantu

Tangisan Seorang Menantu
Rencana baru


__ADS_3

...🔥🔥🔥...


Safinta menguatkan hatinya, mendengar ucapan tajam nan menusuk ke hatinya dari Sri.


Makan siang yang menyenangkan untuk Santi dan Sri, namun makan siang yang cukup menguras ke sabaran untuk Safinta.


Sri terus memuji dan membanggakan Santi di depan Safinta, begitu pun sebaliknya. Santi tidak segan untuk menjatuhkan harga diri Safinta, melemparkan tuduhan dan fitnahan kejam pada Safinta.


Safinta diam bukan berarti tidak bisa melawan perkataan dan tuduhan Santi, ia hanya menunggu waktu yang tepat, untuk membalas perkataan yang bisa membuat Santi dan Sri bungkam.


"Maaf tante, aku sudah selesai makan siangnya. Apa masih ada lagi yang perlu aku dengar?" tanya Safinta dengan sabar.


Setelah menengguk minumnya, Safinta menatap hangat sepasang mata Sri, yang tidak sedetik pun ramah saat melihatnya.


Santi mencibir Safinta, mengompori Sri untuk semakin membencinya, "Tuh kan, tante lihat sendiri sikapnya! Kurang ajar dan kurang sopan tante... sudah jelas jelas tante belum memintanya untuk pergi! Wanita ini malah dengan seenaknya bertanya pada tante!"


"Kamu tidak lihat, aku sedang berbicara dengan calon menantu ku hah! Maen memotong pembicaraan orang saja, tidak sopan kamu tuh! Tapi wajar sih... kurang didikan dan ajaran orang tua kamu tuh!" ejek Sri dengan bibirnya yang tajam.


Safinta melirikkan matanya, pada jam yang melingkar di pergelangan tangannya, "Maaf tante, tapi jam istirahat ku sebentar lagi akan habis, aku juga butuh waktu untuk sampai di kantor. Maaf tante, aku bukan pengangguran yang memiliki banyak waktu senggang, tan." Safinta menyunggingkan senyum puas pada Santi.


Santi mentap tajam Safinta, kurang ajarrr nih cewe, berani menghina gwe yang pengangguran banyak acara! Tapi dari mana juga dia tahu kalo gwe ini pengangguran?


Sri tampak berfikir untuk menahan Safinta lebih lama lagi, akan aku tahan dia sebentar lagi, aku ingin tahu, apa benar yang di katakannya itu. Lagi pula, mustahil Maulana akan menghubunginya.


"Tunggu lah sebentar lagi, aku ingin tahu seberapa sabar kamu menghadapi ku saat belanja." cicit Sri.


Santi menyeringai, aku harap kamu langsung ke hilangan pekerjaan Safinta, wanita sombong!


"Maaf tante, kalian berdua kan sudah selesai makan siangnya... kenapa kita tidak langsung saja belanja! Aku takut ka Maulana akan menghubungi ku, untuk memastikan aku sudah kembali ke kantor! Tante tidak berfikir ke arah itu bukan? Atau kalian memang ingin aku ke hilangan pekerjaan ku?" tebak Safinta, dengan bergantian menatap ke duanya.


Santi mengepalkan tayangnya, kurang ajarrr ini cewek! Makin lama makin minta di beri!


"Ehem... ya sudah tante... apa kata Safinta ada benarnya juga. Kita langsung aja belanja, tan!" Santi beranjak dari duduknya, mengajak Sri untuk belanja dengan menggandeng tangan wanita paruh baya itu.


Safinta mengekor di belakang, saat Santi dan Sri ke luar masuk toko, memilih milih beberapa barang dan berakhir dengan di tinggalkan begitu saja, saat ke duanya puas membuat puaing Safinta dan karyawan toko.


Sesekali Safinta melirikkan jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya, bagai mana ini, bisa telat kembali ke kantor aku... jika mereka dari tadi kerjaannya hanya mengobrak abrik barang orang, tanpa membeli saru pun.


Dreeet dreeet dreeet.

__ADS_1


Safinta menjawab panggilan telponnya, saat mengetahui siapa yang menghubunginya dengan bernafas lega.


Safinta membatin, malaikat tanpa bersayap ku datang, terima kasih ka... mungkin dengan begini, ibu mu akan membiarkan aku kembali ke kantor.


[ "Assalamualaikum, ka! Ada apa ka?" ] ucap Safinta yang kini berdiri di depan Sri yang tengah memilih beberapa kebaya untuk dirinya sendiri.


Santi yang tidak percaya langsung mencibir, "Alah paling cuma pura pura aja itu tan, atau jangan jangan Safinta memiliki teman pria lain yang dekat dengannya!"


Sri mengerutkan keningnya, benar juga apa yang di katakan Santi, bagai mana jika sampai mereka menikah, Safinta menghianati putra ku! Dan di saat mengandung, itu bikan janin milik putra ku! Dasar wanita ular, rencana jahat mu sudah tertebak oleh ku!


"Kamu bicara dengan siapa, Fin! Apa itu pria lain yang menghubungi mu?" tuduh Sri dengan tatapan tajam pada Safinta.


"Ini ka Maulana, tante." jawab Safinta.


[ "Waalaikum salam, sayang... apa aku tidak salah dengar sayang! Kamu sedang bersama dengan mama dan Santi? Itu mereka berdua kan? Mau apa kalian bersama?" ] cecar Maulana begitu telinganya mendengar suara ke dua wanita, yang jelas jelas tidak menyukai hubungannya dengan Safinta.


[ "Maaf ka, tadinya aku tidak ingin bilang, jika saat ini aku memang sedang bersama dengan tante Sri dan Santi." ] ucap Safinta dengan tenang.


"Jangan percaya tan, mana mungkin mas Maulana bisa memiliki waktu senggang untuk menelponnya!" ejek Santi dengan menyilangkan ke dua tangannya di depan dada.


[ "Boleh aku bicara dengan mama, sayang!" ] pinta Maulana.


"Tante, ka Lana ingin bicara sama tante." Safinta menyodorkan hapenya pada Sri.


Sri menerima hape Safinta, melihat di layar hape-nya nama si penelpon.


...Ka Lana...


...📞...


Sri mengerutkan keningnya, kuranga ajarrr Santi, ternyata benar yang sedang menelpon ini Maulana... putra ku!


Sri menempelkan benda pipih itu di telinganya, [ "Ehem.... Maulana, ini benar kamu nak?" ]


[ "Apa yang sedang mama lakukan, mah! Apa mama ingin meminta Safinta untuk menjauhi ku? Meminta Safinta untuk membatalkan pernikahan kami?" ] tuduh Maulana dengan meredam amarahnya.


Sri melirik tajam Santi, [ "Jangan menuduh mama seperti itu, nak... mama hanya ingin mengenal lebih jauh calon menantu mama. Kamu ini, apa mama tidak boleh dekat dengan calon menantu mama hah?" ] kurang ajarrr Santi, karena dia... aku kena semprot Maulana, andai aku tidak mendengarkan perkataannya!


[ "Kalo mama ingin mengenal lebih jauh lagi Safinta, untuk apa mama mengajak serta, Santi? Apa mama ingin membandingkan ke duanya? Pilihan ku tetap sama, mah! Aku akan menikahi Safinta." ]

__ADS_1


[ "Mama tidak mengatakan apa pun pada Finta, kamu kalo tidak percaya dengan mama... tanya kan saja langsung padanya!" ] Sri menyerahkan kembali hape itu pada pemiliknya.


[ "Ada apa ka? Jangan memarahinya tante ka." ] cicit Safinta, jelas ia dengar jika Maulana memarahi ibunya, tampak wajah Sri yang semakin asam di mata Safinta. Tidak sedap untuk di pandang.


[ "Katakan pada ku, di mana kalian, sayang! Aku akan menjemput kalian!" ] cicit Maulana.


[ "Tidak perlu ka, aku akan kembali ke kantor naik taksi... mama tadi menjemput ku di kantor dengan pak Mamad." ] ujar Safinta.


[ "Baik lah, hati hati kamu ya! Jika sudah sampai di kantor... kabari aku ya, sayang!" ] cicit Maulana.


[ "Iya, ka!" ]


Safinta menyimpan hapenya di dalam tasnya, "Maaf tante, aku harus kembali ke kantor... ka Lana berpesan untuk aku mengabarinya jika sudah sampai di kantor?"


"Aku harus bilang apa lagi! Sudah sana, kamu kembali saja ke kantor!" ucap Sri dengan ketus.


Safinta meraih tangan kanan Sri, dan mengecup punggung tangan kanannya, Sri tidak menolaknya namun saat bibir Safinta hendak menyentuh kulit punggung tangannya, Sri menahan tangannya.


Safinta kembali ke kantor dengan menggunakan ojek yang mangkal di depan mall. Tanpa harus menunggu lama lagi untuk ojeknya datang.


🌷🌷🌷


"Jadi, bangai mana tante... apa tante masih setuju dengan rencana ku! Membuat mas Maulana membatalkan pernikahannya dengan Safinta dan menikahi ku?" tanya Santi yang kini masih betah menemani Sri yang tengah menikmati pijetan di salon.


"Memang apa lagi rencana mu, Santi! Cukup ya, jangan aneh aneh! Yang ada Maulana akan semakin membenci tante!" gerutu Sri.


"Sebenarnya rencana baru ku aga ekstrimmm sih tante, tapi jika tante setuju... aku tidak ke beratan untuk mengorbankan diri ku, demi tante dan mas Maulana terbebas dari wanita ular itu, tante!" ucap Santi dengan tatapan liciknya.


Dalam hati Santi berkata lain, yang licik itu sebenarnya gwe, saking aja lo kaya... kalo gak, mana mau gwe nungguin lo di salon! Ngebosenin banget gwe!


Sri mengerutkan keningnya, "Apa rencana mu, Santi?"


bersambung.....


...💔💔💔💔...


Terima kasih sudah mampir untuk membaca, jangan lupa jempol bergoyang buat like.


Favoritin kalo suka 😊😊

__ADS_1


Abaikan jika gak suka 😉


__ADS_2