Tentang Ayah,Cinta,Dan Sahabatnya

Tentang Ayah,Cinta,Dan Sahabatnya
Bidadari Kembar


__ADS_3

Setelah sampai di depan kampus,pengemudi ojek on line itu menghentikan kereta maticnya tepat di depan pintu gerbang kampus itu.


"-Makasih tumpangannya Bang."ucap gadis itu setelah turun dari kereta sembari membayar ongkos sesuai dengan tarif yang tertera di aplikasi transportasi on line itu.


Tapi sang driver ojol yang bernama Rayyan itu tidak menerimanya.


" Kenapa?"tanya gadis yang bernama Enny itu bingung.


"Aku dilarang menerima bayaran dari penumpang yang berstatus bidadari."jawab Rayyan sedikit ngegombal.


Tak urung Enny pun tersenyum ...


"Yang larang siapa?"tanya Enny meladeni gombalan pria yang sejak awal tak pernah terlihat wajahnya karena memakai masker dan mengenakan helm.


" Hati nurani sendiri!"jawab Rayyan ngegombal lagi, Enny pun tersenyum kembali.


Duh ... Senyuman itu.Sungguh senyuman yang teramat manis untuk dikenang,sekaligus senyuman yang akan sulit untuk di lupakan,bhatin Rayyan.


"Sebelum berpisah boleh nggak kalau aku minta sesuatu?"tanya Rayyan.


"Mmm ... boleh! Tapi permintaannya nggak boleh yang aneh-aneh."


"Aneh sih nggak?! Cuma lain kali siapa tahu Tuhan memberikan kita kesempatan bertemu kembali,tolong jangan terlalu sering mengeluarkan senjata."


"Senjata apaan?"tanya Enny bingung namun tetap menyelipkan senyuman manis di bibirnya.


"Tuh senyuman ..."kata Rayyan sambil menunjuk bibir merah merekah milik Enny yang sedang tersenyum.


"Lama-lama aku bisa meleleh dibuatnya."


Enny tertawa ... "Meleleh? Emangnya lilin?"sahutnya sembari melangkah menuju pintu gerbang kampus itu,meninggalkan Rayyan yang enggan bergeming dari tempatnya, terpesona.


Sebelum sampai ke pintu gerbang,tiba-tiba Enny di kejutkan oleh seseorang.


Rayyan yang melihat adegan itu kembali terkesima untuk ke dua kalinya pagi ini.


Orang yang mengejutkan Enny juga adalah seorang gadis yang tak kalah cantiknya dengan Enny.


Kecantikan kedua gadis itu bak pinang di belah dua.Mereka bagaikan bidadari kembar,yang membuat siapapun akan bingung ketika di minta memilih salah satu di antara keduanya.


Rayyan duduk termangu di jok kereta maticnya yang masih terparkir.


Siapa gadis itu? Apakah gadis itu sahabat Enny atau barangkali kembarannya? Pikir Rayyan.


Sebelum ke dua bidadari itu berlalu,samar-samar Rayyan sempat mendengar Enny memanggil gadis cantik yang di sebelahnya itu dengan panggilan Arumi.


Rayyan bingung ... Apa kampus ini hanya di peruntukkan untuk bidadari saja,pikir Rayyan sambil men-starter keretanya.Pergi berlalu ...


***


Enny dibuat terkejut oleh seseorang ketika Enny hendak memasuki pintu gerbang kampus itu.

__ADS_1


Enny menoleh kebelakang.


"Iiih ... Arumi! kau bikin kaget aku aja.Kalau sempat jantungku copot gimana?"


Gadis cantik yang di panggil Arumi itu cuma cengar-cengir.


"Dibilangin cengengesan ... jelek tau nggak?"


"Biarin wueekh ...! Dari pada situ cantik tapi nggak laku,mending aku biar jelek tapi happy."


"Nggak laku? Dengkul mu nggak laku! Yang nawar antri,aku aja yang nggak mau jual."


"Kenapa nggak di jual Bu?"tanya Arumi bercanda.


"Karena kelopaknya masih kuncup,belum mengembang ... ." Kedua sahabat itu tertawa riang.


"Kenapa yah kalau orang lagi jatuh cinta bawaannya ketawa terus?"pancing Arumi ke topik yang lain.


"Siapa? Kau?"


"Situlah ...! Yang ketawa dari tadi kan situ?'


"Aku ketawa bukan karena jatuh cinta Bu.Aku ketawa karena di sampingku ada mak lampir." Kedua gadis cantik itu kembali tertawa bersama.


"Jadi yang tadi siapa?"


"Yang mana?"


"Iih ... tanganku gatal kali pingin ngejewer bibir monyong mu itu."


"Jewer? Emangnya kuping di jewer?"


"Iya habis kalau ngomong asal aja.Ntar pulang kampus kita mampir ke bengkel dulu."


"Ngapain?"


"Beli kampas rem!"


"Maksud lo?" Arumi pasang akting bloon karena udah tau maksud sahabat kentalnya itu.


"Iya,biar di tempel di bibirmu itu.Jadi kalau ngomong ntar udah ada remnya." Enny ketawa setelah mengucapkan kalimatnya.


"Boleh! Tapi belinya dua pasang,yang satu buat aku sisanya buat kamu." Kedua bidadari itu tertawa bersama lagi.


"Kapan jadiannya?"tanya arumi masih penasaran.


"Jadian apaan sih? Maksud kamu sama cowok yang ngantar aku tadi? Iya kan?"


Arumi pura-pura tak dengar.


"Dia itu bukan cowok aku, dia itu driver ojek on line."sambung Enny menjelaskan.

__ADS_1


"Tapi koq ngobrolnya mesra kali.Senyam- senyum sampai ketawa-ketiwi segala."


"Arumi ... Udah dong,Please! Sampai detik ini aku belum berpikir untuk pacaran.Prioritas utama aku cita-cita dan keluarga.pacaran itu mah nomor sekian gitu ... nomor paling buncitlah."


"Orangnya ganteng nggak sih?"


"Maksudnya kalau ganteng mau jadiin aku mak comblang gitu?"


" Tahu aja dukun beranak!"


"Dukun beranak? gigi kau tuh yang dukun beranak!"


lagi asyik bercanda ria,tiba-tiba kedua bidadari itu terkejut mendengar pemberi tahuan dari pengeras suara bahwa lima menit ke depan acara akan segera di mulai.


"Mampus ...!" Tiba-tiba Enny teringat bahwa yang akan bertindak sebagai MC dalam acara yang sebentar lagi akan diadakan itu adalah dia dan si kunyuk yang berada di sampingnya itu.


"Ada apa sih?"tanya Arumi yang juga lupa telah menerima tugas sebagai MC di acara kampus yang akan di gelar hari ini.


"Yang di tunjuk sebagai MC kan kita?" Enny mengingatkan sahabatnya.


"Oh iya?!" Arumi baru teringat.


"Iya,iya?! ini semua gara-gara kau dodol!"


"Koq gara-gara aku sih? Wewek gombel kalau ngomong suka-sukanya aja,heran?! Ini kan gara-gara kau juga dodol!"balas Arumi tak mau kalah.


"Baru tahu ternyata ada juga bidadari yang keras kepala nggak mau kalah!"tukas Enny sembari menggaet tangan sahabatnya itu.


Mereka lari- lari kecil menuju aula tempat di adakannya acara,sambil ketawa-ketiwi ria.


Enny dan Arumi sudah menjalin persahabatan sejak empat tahun yang lalu.Sejak mereka duduk di bangku SMA.


Dan karena ikatan persahabatan itu juga keduanya sepakat untuk kuliah di universitas yang sama.


Meskipun keduanya sama-sama gadis cantik,tapi sebenarnya mereka memiliki karakter yang berbeda.


Enny orangnya lebih kalem,bawaannya tenang dan terkesan agak pendiam,itu kalau lagi sendirian.Tapi kalau udah bareng Arumi yang super riang itu,karakter Enny yang asli seketika akan hilang.


Kalau udah bercanda terkadang keduanya sampai suka lupa waktu.


Meraka tidak peduli bahwa mereka adalah bidadari.


Meraka tidak perduli bahwa banyak mata-mata nakal yang memperhatikan tingkah laku mereka.


Terkadang Enny merasa risih bila terlalu lama diperhatikan para lelaki-lelaki nakal itu.Tapi bagi Arumi masa bodoh.Emang gue pikirin,bhatin Arumi.


Orang cantik juga berhak bahagia.Apa hanya karena cantik lalu dilarang bercanda demi menjaga sikap dan image sebagai orang cantik?


Iiihh ... najis tralala.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2