Tentang Ayah,Cinta,Dan Sahabatnya

Tentang Ayah,Cinta,Dan Sahabatnya
Butuh Waktu


__ADS_3

Setelah mengitari hampir seluruh area kampus itu, akhirnya Asrul menemukan juga apa yang dari tadi ia cari.


Sebenarnya pertemuan itu tanpa sengaja. Asrul mampir ke kantin hanya untuk rehat sejenak sambil pingin minum cappuccino, tapi siapa sangka malah gadis yang ia cari sedang berada di kantin itu.


Hmm... ternyata dunia ini memang selebar daun kelor, gumam Asrul dalam hati sambil senyum.


"Boleh duduk?"tanya Asrul setelah mendekati meja gadis itu.


Gadis itu menatap Asrul sejenak, lalu kemudian mempersilahkannya duduk.


"Silahkan... !"kata gadis itu sambil menunjuk bangku yang berada dihadapannya.


"Sudah lama nunggu?"tanya Asrul enteng seolah tidak ada masalah dengan pertanyaannya.


Iih... ini orang mabuk kali ya? gumam gadis itu bingung mendengar pertanyaan lelaki itu.


"Perasaan aku lagi nggak nunggu seseorang deh!"jawab gadis itu rada kesal."Mungkin si Abang salah tempat duduk kali?"sambungnya.


"Kalau begitu aku salah orang?"tanya Asrul pura-pura,padahal... ?!


Gadis itu senyum.


"Boleh kenalan?"tanya Asrul.


"Aku udah kenal!"jawab gadis itu singkat.


"Oh ya... !" Asrul heran.


"Asrul kan?"


Asrul mengangguk tambah heran.


"Mahasiswa semester enam, fakultas pertanian!"


Asrul bengong kayak kambing congek.


"Eh... sebentar! Kamu mahasiswi apa paranormal?"tanya Asrul penasaran.


Gadis itu senyum.


"Salah satu dari dua mahasiswa yang paling di gilai perempuan di kampus ini!"


"Sebentar... !"potong Asrul.


Gadis itu cuek, tak perduli Asrul memotong kalimatnya.


"Salah satu dari keduanya merupakan seorang play boy di kampus ini, dan yang satunya lagi seorang ice man.Dan saat ini pria dingin itu sedang berada di hadapanku.Benar kan?"tanya gadis itu.


"Tidak sepenuhnya benar!"sengkal Asrul.


"Bagian mana yang tidak benar?"tanya gadis itu.


"Yah, namaku memang Asrul,kuliah semester enam jurusan fakultas pertanian,hanya itu yang benar, selebihnya hoaks!"


"Jadi kau nggak setuju informasi terakhir yang kusebut barusan?"

__ADS_1


Asrul geleng-geleng kepala.


"Hahaha... informasinya nggak valid! Aku bukan salah satu dari orang yang kau sebutkan tadi, aku nggak pernah merasa di gilai cewek-cewek di kampus ini!"


"Hmm... awalnya sih aku juga nggak percaya informasi itu, menurutku kau lebih rame bahkan lebih gila dari sekedar sebutan ice man.Tapi dari jawabanmu barusan bisa kusimpulkan,mungkin selama ini kau tidak begitu respect terhadap perhatian cewek-cewek di kampus ini sehingga mereka merasa kau adalah pria yang sangat dingin"jawab gadis itu berargumentasi.


"Barangkali iya!"jawab Asrul seperti kepada dirinya sendiri sembari mengangguk-anggukkan kepalanya.


Tidak bisa dipungkiri memang, selama ini Asrul selalu mencoba menjaga jarak dengan cewek-cewek di kampus ini, ia takut jatuh cinta, ia takut akan bernasib sama seperti kisah cinta Sahabatnya, Rayyan, tiap hari berjuang dan berkorban untuk cinta, sementara bahagianya entah kapan? Hahaha... kasihan Rayyan!


Selama ini Asrul cuma datang ke kampus, setelah jam kuliah selesai Asrul langsung pulang ke kost-an, bahkan masuk ke kantin atau nongkrong ditempat tongkrongan pun jarang ia lakukan.Rutinitas yang dilakukannya selama hampir tiga tahun ini membuat ia tidak tahu ternyata ia di gandrungi cewek-cewek di kampus ini, dan bisa jadi itu juga yang membuat ia dijuluki ice man dikalangan mahasiswi.Entahlah ... !


"Menurutmu apa yang membuat mereka tergila-gila?" tanya Asrul sambil meminum cappucino yang ia pesan sebelum menyamperi gadis itu.


"Mungkin face kau yang innocent kali ya?!"


"Hahaha... omong kosong!"


"Serius! Face kau memang kayak baby yang tidak berdosa.Semua cewek-cewek di kampus ini setuju soal itu!"


Asrul makin ngakak mendengar pujian gadis itu.


"Maaf, aku nggak ada receh!"seloroh Asrul.


"Kebetulan! Aku juga nggak suka duit receh,aku lebih suka duit yang nominalnya gede!"jawab gadis itu menantang seloroh Asrul.


" Nah, itu masalahnya! Receh aja nggak ada,apalagi duit gede!"jawab Asrul membuat keduanya ketawa terkekeh-kekeh.


"Apa kau nggak pernah merasa cewek-cewek itu memperhatikanmu?"tanya gadis itu kemudian.


"Atau mungkin kau merasa mereka tidak pantas buatmu?"sambung gadis itu.


"Aku merasa nggak segitunya deh!"


"Jadi... ?"


"Sebenarnya ada satu diantara mereka yang sangat kukagumi kecantikannya,bahkan aku berkhayal satu saat bisa menjadi kekasihnya!"


"Oh... ya! Namanya siapa? Barangkali kau bisa mengandalkan aku jadi Mak Comblangnya!"


"Serius! Kau mau jadi Mak Comblang aku?"


"Iya siapa tau aku bisa bantu kau?"


"Apa untungnya buatmu?"


"Yah,mana tau receh yang tadi berubah menjadi jutaan!"


"Hahaha... " Asrul ketawa.


"Tapi aku nggak tau nama cewek itu!"sambung Asrul.


"Hahaha..." Sekarang giliran gadis itu malah yang ketawa.


"Baru kali ini aku ketemu pria aneh kayak kau!"sambung gadis itu masih tetap ketawa.

__ADS_1


"Emang kenapa?"tanya Asrul pura-pura bloon.


"Kalau kau benar-benar jatuh cinta sama gadis itu,semestinya kau mencari tahu tentang dia,setidaknya namanya kek?"


"Aku telah mencoba mengajaknya kenalan, tapi gadis itu nampaknya punya cara untuk menolak"


Gadis itu menatap Asrul sambil mengernyitkan keningnya.Entah kenapa ia merasa ada sesuatu yang aneh dengan jawaban pria itu.


"Sebenarnya sih baru sekali ketemu dengan gadis itu,dua kali sama ini... "sambung Asrul menggantung kalimatnya sambil memperhatikan reaksi gadis itu.


Degh... tiba-tiba gadis itu merasa detak jantungnya seolah berhenti,ia tidak menduga kata yang di ucapkan lelaki itu sesuai dengan apa yang dipikirkannya barusan.


"Nampaknya aku nggak bisa jadi Mak Comblangmu!"jawab gadis itu pura-pura tak paham dengan kalimat yang Asrul ucapkan.


"Kebetulan! Aku juga tidak membutuhkannya!"


"Hmm... " Gadis itu tersenyum tipis,"Apakah kau sedang berusaha menggodaku?"tanya gadis itu mencoba meguasai keadaan.


Asrul diam, ia hanya mencoba menatap mata gadis yang berbulu lentik itu.


"Tapi sayang, aku tidak suka jatuh cinta pada pandangan pertama!"sambung gadis itu meskipun di pertemuan pertama ia tak bisa menyembunyikan keterpesonaannya terhadap ketampanan cowok itu.


"Apakah cinta salah ketika ia datang di saat pandangan pertama?"tanya Asrul dengan tetap menatap erat wajah gadis itu.


"Memang tak bisa disalahkan, tapi aku lebih suka cinta yang berproses!"


"Dan ini juga merupakan bagian dari proses itu!"jelas Asrul meyakinkan.


"Tapi aku tidak suka yang instant!"


"Sama! Agar tidak terkesan instan, maukah kau menjalani proses itu?"


"Kita lihat saja nanti!"


"Apakah kau tidak bisa mengubah kalimatnya dengan kalimat yang bisa meyakinkan aku?"


"Aku merasa kalimat itu sudah tepat!"


"Oke!"jawab Asrul meski tak puas.


"Boleh tahu namanya?"sambung Asrul.


"Inta!"jawab gadis itu singkat.


"Nama panjangnya?"


"Intahia!"


"Nama yang gampang diingat."ucap Asrul sedikit menggombal,"Tapi aku yakin nama ini akan sulit untuk dilupakan!"


Gadis itu tersenyum sejuta makna,dan butuh waktu bagi Asrul untuk mencari arti yang tersembunyi dari senyuman itu.


Bersambung...


"

__ADS_1


__ADS_2