
"Pagi bidadari ...!"
"Pagi juga bidadari ...!" Enny membalas sapaan Arumi dengan menyertakan seulas senyum manis di bibirnya.
Arumi yang sejak tadi menunggu sahabatnya itu di pintu gerbang kampus juga membalas senyum Enny dengan senyuman yang tak kalah manisnya.
"Nampaknya di antar yayang barunya lagi nih?" Arumi mulai menggoda.
Enny diam,tak merespon pertanyaan Arumi.
Dari awal sejak Rayyan memboncengnya pagi ini ke kampus,Enny telah memprediksi Arumi akan menjadikan topik ini sebagai bahan untuk menggodanya.
"Kapan-kapan boleh dong yayang barunya dikenalin ama kita?"
"Boleh request?"tanya Enny mengabaikan pertanyaan Arumi barusan.
"Request apaan sih?"
"Ganti topik.Topik yang tadi udah basi!"
"Ganti topik? Nggak bisa! Si Topik udah pulang kampung!"
Enny ketawa ...
Berdebat ama makhluk yang satu ini memang payah,boro-boro mau menang,nyari draw ajapun susah,gumam Enny.
"Aku nggak nanya si Topik,urusan dia mau pulang kampung mau apa kek? Yang aku minta,aku nggak mau ngebahas yayang baru yang kau sebut itu?"
"Kenapa ...?"tanya Arumi.
"Nggak ada! Malas aja!"
"Bukan malas tapi takut!"
"Takut apaan?"
"Takut aku tikung ...."
"Iiih bersaing ama kamu? Nggak level!"
"Nanti nyesal?!"
"Arumi ... udahlah! Lain kali aja soal yayang baru kita bahas ya!"ucap Enny sambil mempercepat langkahnya menuju ruangan kampus.Arumi pun mengikuti ...
***
"Tahu nggak kejadian yang lagi viral di kota Medan hari ini?"tanya Arumi kepada Enny ketika keduanya sedang duduk di taman yang masih berada di lingkungan kampus itu.
"Nggak! Nggak tertarik!"
"Video-nya udah beredar luas di medsos lho ...l"
Arumi tetap nggak tertarik.Arumi lebih tertarik memperhatikan sepasang kupu-kupu yang sedang terbang berkejaran di seputar taman itu.
Pasangan kupu-kupu itu seolah tak perduli kehadiran makhluk lain termasuk dirinya.
Keduanya asyik beterbangan dari bunga yang satu ke bunga yang lain.
Kupu-kupu yang Enny perkirakan berkelamin betina,memiliki sayap dengan kombinasi warna yang indah,kepak sayapnya begitu lembut dan gemulai.
Kemanapun sang betina,kupu-kupu jantan selalu mengekor di belakangnya,barangkali ia sedang menjaga kekasihnya agar merasa nyaman menghisap madu aneka bunga.
__ADS_1
Arumi merasa dongkol ketika melihat Enny yang tidak menggubris berita yang ia sampaikan.
'Serius nggak mau tahu nih?"tanya Arumi sambil mengusir sepasang kupu-kupu yang menjadi fokus perhatian Enny dari tadi.
"Apaan sih?"protes Enny yang merasa keasyikannya memperhatikan sepasang kupu-kupu itu diganggu Arumi.
Arumi cuek seolah diri tak merasa bersalah.
"Apaan? Apaan? tau nggak video ini!"tanya Arumi sambil memperlihatkan video yang ada di Hp-nya tepat di depan wajah Enny.
Enny kaget bukan kepalang,ternyata orang yang ada di video itu adalah dirinya.
Kejadian semalam telah di rekam oleh seseorang lalu kemudian di upload dan di posting di medsos.Dalam kurun waktu yang begitu singkat video itu telah tersebar luas di jagad maya.
Berbagai macam tanggapan dan komentar netizen terkait kejadian itu.Ada yang nyinyir,ada yang mencibir,ada yang setuju dan ada juga yang terkesan.
Pro dan kontra sudah pasti dan tak bisa dihindari,karena setiap orang memiliki cara pandang yang berbeda dalam menilai sesuatu masalah.
Apapun yang dilakukan,kedua sikap itu pasti ada,karena pro ada ketika kontra juga ada,keduanya seiring dan serempak datang.
"Kapan sih kejadiannya?"tanya Arumi mencoba mengkonfirmasi.
"Semalam! Tak lama setelah kau naik angkot,tiba-tiba ...." Enny menjelaskan kronologi kejadian semalam secara detail.
"Jadi siapa lelaki tampan yang menjadi pahlawan itu?"
Enny menggelengkan kepala.
"Nggak mungkin namanya aja nggak tahu?"
"Namanya sih Rayyan."
"Tinggalnya dimana? Nomor Hp-nya ada nggak?" tanya Arumi beruntun.
"Baru tahu ternyata ada juga bidadari yang dungu."
"Maksudnya ...?"tanya Enny dengan mata melotot.
"Masak cowok seganteng itu kau biarkan berlalu begitu saja."
"Sikap seperti itu menggambarkan ternyata ada juga bidadari yang murahan." Enny membalas serangan Arumi dengan skak mat.
Arumi tertawa ...
Enny juga tertawa,merasa game kali ini draw dengan skor 1-1.
***
Sebentar-sebentar Enny mendongakkan kepalanya menatap ke kejauhan ketika ia dan Arumi hampir seperempat jam duduk di halte menunggu angkot pulang.
Terkadang Enny melirik jam yang ada ditangan kirinya,tapi kemudian ia berdecak seperti orang yang sedang gelisah.
Perilakunya itu mengundang keheranan Arumi.
"Kenapa sih kau kayak cacing kepanasan?"tanya Arumi.
"Nggak ada!"jawab Enny singkat.
Sebelum Arumi bertanya lebih lanjut,angkot yang menuju rumahnya tiba lebih dulu.
"Aku pulang duluan ya ..!"ujar Arumi sambil menaiki angkot.
__ADS_1
Enny menganggukkan kepala.
"Daaagh ...! Sampai jumpa lagi besok."Arumi melambaikan tangannya sambil duduk manis dalam angkot.
'Daaagh ...!" Balas Enny juga dengan melambaikan tangannya,tapi Arumi tetap dapat menangkap kegelisahan yang berusaha Enny sebunyikan.
Kegelisahan Enny berawal dari pagi ketika ia mengiyakan ajakan Rayyan mengantarnya pulang selepas kuliah.
Enny merasa bodoh seperti kerbau yang dicucuk hidungnya.
Ia tak habis pikir kenapa begitu gampang mengiyakan ajakan laki-laki itu meskipun hanya sekedar mengantarnya pulang.
Semakin dekat waktu yang dijanjikan Enny pun semakin gelisah.
Enny tidak ingin Rayyan hadir ketika Arumi masih disampingnya.
Kalau itu terjadi ...? Ia akan habis di godain Arumi.
Rentetan pertanyaan Arumi yang akan membuatnya pusing sudah terbayang duluan.
Kapan jadian? Udah lama pacaran? Koq nggak ngasih tau sih? Inikan Rayyan yang ada di video itu? Ganteng amat? Bla-bla-bla ...
Pertanyaan mirip interview itu akan membuat mumet,mendingan mak lampir itu nggak tahu,gumam Enny dalam hati.
Enny merasa plong.Beban kegelisahan itu terkurangi sedikit ketika Arumi pulang duluan.
Kini kegelisahan Enny terfokus pada Rayyan.
Benarkah Rayyan akan datang menepati janji mengantarnya pulang?
Enny menengok jam tangannya kembali.
Lima menit lagi waktu yang tersisa untuk membuktikan benarkah janji itu akan ditepati?
***
"Udah lama nunggu?"tanya Rayyan ketika sampai satu menit lebih awal dari janji yang ditetapkan di halte tempat Enny menunggu.
Enny tidak menjawab,ia hanya tersenyum ...
Ternyata Rayyan datang menepati janjinya dan on time,pertanda ia seorang lelaki yang disiplin dan bertanggung jawab,pikir Enny.
"Koq ditanya senyum sih?"
"Emang kenapa? Nggak boleh? senyum itu kan ibadah!"
"Ibadah sih ibadah! Tapi pikirin juga nasib orang lain...."
"Maksudnya ...?"tanya Enny rada bingung.
"Kan pernah kubilang,kebanyakan nengok senyumanmu bisa-bisa aku meleleh ..."
Enny ketawa ...
"Gombalannya basi!!!"jawab Enny cemberut manja.
"Siapa juga yang menggombal? Aku bicara fakta!"
"Fakta! Fakta! Buktinya ...?"
"Belum! Ntar lagi ...!"jawab Rayyan membuat Enny ketawa.
__ADS_1
Bersambung ...