
Setelah selesai acara,kedua bidadari itu keluar dari aula,tempat di selenggarakannya acara yang digelar kampus hari ini.
Tugas sebagai MC (Master of Ceremony) yang mereka emban sukses dan mendapat banyak pujian.
Skill public speaking yang mereka miliki sangat mumpuni.Keduanya begitu komunikatif ketika melakukan interaksi dengan audiens.Kemampuan mereka menyelipkan ice breaking ditengah berjalannya acara
diacungi jempol oleh banyak audiens yang hadir di acara itu,termasuk para senior dan beberapa dosen yang hadir.
Performa yang apik serta ditunjang dengan wajah keduanya yang super cantik,membuat para lelaki yang menjadi sebagian besar audiens dalam acara itu merasa betah dan tak bosan-bosan memandang kecantikan kedua MC itu.
"Kalau MC-nya kayak gini,acaranya berakhir sampai perang dunia ke-3 pun aku betah nungguin nya!"celetuk seorang audiens kepada rekan yang duduk di sebelahnya.
"Kapan rupanya perang dunia ke-3?"tanya lelaki yang disebelahnya pura-pura bloon.
"Terserah ...! Pokoknya selama kedua gadis itu jadi MC,aku akan tetap di sini."
Lelaki yang di sebelahnya tersenyum.
"Bukan kayak kau waktu jadi MC saat tanggal 17-an kemaren ...,"sambung lelaki itu mengingatkan rekannya ketika ditunjuk jadi MC di HUT kemerdekaan di komplek perumahan mereka.
"Baru ngomong satu kalimat udah batuk, ngomong satu kalimat batuk.Kau yang MC aku yang ngos-ngosan ..."celetuk lelaki itu membuat orang di sekeliling mereka ikut menahan tawa.
***
"Nggak di jemput ama yayang barunya nih?"goda Arumi kepada sahabatnya setelah keduanya berada diluar aula.
Enny tak menggubris ocehan Arumi,malah Enny makin mempercepat langkahnya.
"Hei ... tunggu!"panggil Arumi yang sudah tertinggal tiga langkah dari Enny.
Enny pura-pura tak dengar dan terus melangkah ...
"Hei bolot ... tunggu!!!"teriak Enny lebih keras.
Di panggil bolot,Enny tergelitik hatinya,kemudian menghentikan langkah menunggu bidadari nyinyir itu.
"Ada apa sih Mali teriak-teriak! kita ini lagi di kampus,bukan di hutan,tahu?!"
"Bodo amat ...! Mau di kampus kek,mau dihutan kek,emangnya kenapa?"
"Malu di tengok orang."
"Makanya kalau di panggil orang,nyahut!"
"Males ...!"
"Males apa budeg?"
"Dua-duanya ... Puas!!!"
__ADS_1
Arumi ketawa ...
***
Setelah keluar dari lingkungan kampus,keduanya melangkah menuju halte,menunggu angkot sebagai transportasi yang akan membawa mereka pulang menuju alamat dan rumah masing-masing.
Enny dan Arumi menunggu angkot yang berbeda karena memang alamat rumah keduanya beda dan berlainan arah.
Selang beberapa menit kemudian angkot yang trayeknya melewati alamat rumah Enny tiba lebih dulu.
"Daag ...! sampai ketemu lagi besok!"ucap Enny melambaikan tangan sambil masuk ke angkot.
"Kalau yayang barunya ntar ngejemput gimana?"balas Arumi menggoda.
"Udah! Makan aja sendiri."
"Makan sendiri? Emangnya cemilan!" Arumi sewot.
Enny ketawa ...
***
Hari yang cukup melelahkan,batin Enny ketika berada di dalam angkot.
Tapi kendatipun begitu ada perasaan puas dan bangga atas apa yang telah di lakukannya hari ini.
Awalnya Enny sempat ragu ketika ditunjuk dan dipercaya sebagai MC untuk berdampingan dengan Arumi.
Selain searching di google,Enny juga mencari referensi dari buku-buku yang ada di perpustakaan untuk menunjang penampilannya agar tidak grogi ataupun demam panggung ketika perform.
Beruntung Enny memiliki sahabat seperti Arumi yang telah banyak membantu dan men-supportnya.
Arumi memang sahabat yang baik,meskipun terkadang sangat menyebalkan.
Enny sering merasa iri terhadap sahabatnya itu,selain cantik Arumi juga merupakan gadis yang tergolong smart.
Arumi memiliki rasa confidence yang tinggi dan gampang beradaptasi dengan lingkungannya yang baru.
Banyak orang yang menyukai Arumi,karena gadis itu sangat supel dan ramah.
Enny teringat ketika mereka duduk di bangku SMA.
Sejak kelas satu sampai tamat mereka duduk sebangku,selalu bersama,kemanapun satu yang lain pasti ada disampingnya.
Meskipun bersahabat,tapi kalau urusan prestasi keduanya selalu bersaing untuk menjadi yang terbaik.
Keduanya selalu bergantian menyandang predikat sebagai juara satu di kelasnya sampai mereka tamat.
Enny memang lebih dominan,tapi yang membuat Enny iri kepada sahabatnya itu,Arumi mampu meraih segalanya dengan mudah tanpa beban.Sementara Enny untuk meraih prestasi harus berjuang ekstra keras,menguras pikiran dan mengorbankan banyak waktunya.
__ADS_1
Arumi seorang gadis periang yang hobby bercanda,suka ceplas-ceplos dan suka jahil.
Enny terkadang senyum sendiri kalau mengingat kejahilan-kejahilan yang di lakukan sahabatnya yang suka usil itu.
Seperti hari ini,entah dari mana Arumi mendapat istilah "yayang baru",padahal setahu Enny Arumi juga belum pernah pacaran sama seperti dirinya.
Tiba-tiba istilah "yayang baru" itu mengingatkan Enny kepada driver transportasi on line yang memboncengnya pagi tadi.
Rayyan ... yah Rayyan ... Enny masih ingat nama pria yang baik itu,pria yang disebut Arumi yayang barunya.
Apa alasan Arumi menyebut Rayyan yayang barunya?
Barangkali Arumi melihat Enny begitu akrab ketika ngobrol dengan Rayyan,padahal selama ini Enny selalu menjaga jarak bila ada lelaki yang berusaha mendekatinya.
Enny juga heran koq bisa secepat itu akrab dengan lelaki yang baru dia kenal.
Biasanya Enny akan bersikap canggung dengan orang yang baru dikenalnya,terlebih orang baru itu seorang lelaki.
Tapi lelaki yang bernama Rayyan ini beda.Rayyan mampu membuat Enny merasa nyaman.
Cara Rayyan mengungkap kata serta sopan santunnya yang tulus menunjukkan dia seorang lelaki yang baik,mungkin alasan itulah yang membuat Enny merasa nyaman dengan Rayyan.
Selama ini banyak lelaki yang berusaha mendekatinya dengan berpura-pura baik padahal aslinya buaya darat.Baik cuma setingan untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.Lelaki memang penuh intrik dan tipu daya ...
Enny nggak tahu perasaan nyaman yang di rasakannya ketika bersama Rayyan pertanda ia mulai jatuh cinta sama lelaki itu?
Enny Ragu apakah cinta bisa datang secepat itu?Bahkan sebelum ia mengenal wajah lelaki itu?
Menurut Enny Arumi terlalu cepat menyimpulkan Rayyan sebagai yayang barunya.
Beberapa teman sekolah Enny memang sudah mulai pacaran ketika duduk di bangku SMA.Bahkan ada satu dua di antara mereka yang telah pacaran sejak SMP.Tapi Enny dan sahabatnya Arumi memilih fokus kepada cita-cita yang mereka impikan.
Enny dan Arumi sudah merasa nyaman dengan persahabatan yang mereka jalin,tanpa membutuhkan makhluk yang disebut pacar.
"kata ustadz, pacaran itu lebih banyak mudharat ketimbang manfaatnya."hibur Arumi satu ketika saat teman yang lain pacaran sedang keduanya masih setia menjomblo.
"Banyak mudharat apa nggak ada yang mau?"goda Enny waktu itu.
"Nggak ada yang mau? iih ...nenek gayung nampaknya udah mulai meragukan kecantikanku ya?"
Enny yang disebut Arumi nenek gayung cuma bisa cemberut.
"Tau nggak kisah tujuh bidadari yang turun dari kahyangan.Tujuh bidadari itu turun ke bumi untuk mandi ke sebuah telaga yang sangat indah."
"Satu hari salah satu dari ketujuh bidadari itu tidak bisa pulang ke kahyangan karena selendangnya di sembunyikan seorang pemuda yang terkesima melihat kecantikan bidadari itu.'
"Tau nggak bidadari itu siapa?"tanya Arumi.
"Nggak ...!"jawab Enny senyam-senyum karena udah menduga ending dari kisah ini paling cuma pepesan kosong.
__ADS_1
Bersambung ...