Tentang Ayah,Cinta,Dan Sahabatnya

Tentang Ayah,Cinta,Dan Sahabatnya
Sekilas Info


__ADS_3

Intahia merupakan salah satu mahasiswi baru,ia cantik dan secara perlahan tumbuh menjadi salah satu primadona di kampus itu.Awalnya banyak mahasiswa yang mencoba menaklukkan hatinya, tapi semua mundur dan tak berujung sebelum salah satu dari mereka mendapatkan cintanya.Kenapa... ?


"Aku rasa kau harus mengurungkan niatmu untuk mencintainya."nasehat Fadlan, sahabat Asrul di kampus ketika Asrul menanyakan gadis itu kepada teman kuliahnya itu.


"Emang kenapa... ?"tanya Asrul."Apa dia udah nikah?"sambungnya.


"Nggak juga sih, cuma saat ini kau sedang bersaing dengan orang yang nampaknya mustahil kau kalahkan!"ujar Fadlan seperti sedang mengingatkan.


"Mustahil dikalahkan? Emang dia petarung MMA?"seloroh Asrul seperti tak peduli, baginya siapa saja boleh mendapatkan cinta gadis itu sebelum ia berstatus sebagai istri orang lain.


"Saingan kau berat bro!" Lagi-lagi Fadlan mengingatkan.


"Orangnya masih manusia kan? Masih mau kentut kan?"tanya Asrul tak menanggapi dengan serius ucapan temannya itu.


Fadlan ketawa mendengar pertanyaan Asrul yang sedikit nyeleneh.


"Masih mau sih! Cuma baunya mungkin lebih menohok kentutmu... hahaha... "jawab Fadlan seloroh sambil ketawa.


"Itu mah tergantung makanan yang di konsumsi bro!"bantah Asrul ketawa.


"Justru itu.Dia makannya hamburger, fizza ,pokoknya makanan berkelas deh! Sementara kau makanannya paling tinggi juga rendang jengkol! Hahaha... "


Asrul lagi-lagi ikut tertawa.


"Dulu banyak cowok di kampus ini yang mencoba mendekatinya, tapi setelah tau gadis itu gebetan si keparat itu, satu persatu pejuang cinta itu mundur secara teratur."sambung Fadlan masih menyisakan tawanya.


"Koq si keparat? Nampaknya ada dendam pribadi jugai nih?"tanya Asrul menggoda kawannya itu.


"Iya! Aku juga termasuk salah satu orang yang tersingkir dari persaingan itu."


"Hahaha ....." Asrul ketawa meledek "Makanya jangan terlalu banyak makan petcin! Jadinya kayak gini nih! Belum apa-apa udah keok! Tampang kau aja yang rock,ternyata hati kau dangdut juga rupanya!"sambung Asrul menyindir tampang sangar kawannya itu.


Fadlan tertawa kecut.


"Kau bisa ngomong kayak gitu karena belum kenal orangnya bro! Ntar juga kalau udah kenal, aku yakin kau bakal mundur juga!"


"Mundur...mundur! Maju aja belum udah mundur kau bilang!"sahut Asrul ketawa, Fadlan juga ketawa.


"Tapi aku yakin bro, tidak lama lagi gadis itu akan jatuh ke dalam pelukan si brengsek itu."ujar Fadlan memprediksi.


"Nah,sebelum itu terjadi kau akan melihat tanganku ini melingkar di bahu gadis itu lebin dulu bro!"ucap Asrul yakin dan penuh optimis.


"Jangan terlalu banyak bermimpi."sahut Fadlan. "Nanti nggak kesampean kecewanya terlalu berat bro!"sambungnya.


"Ini bukan mimpi, tapi ini kenyataan yang akan aku buktikan!"


"Terserah kaulah bro! Emang orang kalau udah kebanyakan makan petcin, kayak gini nih, rada sulit dinasihatin!"jawab Fadlan menyindir.


Asrul ketawa. Ia merasa Fadlan telah membalikkan kalimatnya kepada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Oke! Siapa sih si brengsek yang kau sebut tadi?"tanya Asrul mau tak mau merasa penasaran juga dengan lelaki yang disebut Fadlan si brengsek itu.


"Kenapa? Penasaran apa mulai gentar?"tanya Fadlan.


"Hahaha... Selama dia masih masih manusia nggak ada kata gentar dalam kamus hidup kita bro!"


"Jadi ngapain kau tanya?"


" Cuma penasaran aja! Ya...lazimnya sebuah perang,kita harus tahu dong seperti apa lawan yang bakal kita hadapi."


"Setelah tahu baru mundur, gitu?"


"Akh... ! kau dari tadi ngomongin mundur aja, kebanyakan makan petcin lo!"kelakar Asrul.


Fadlan ketawa mendengar smash balik kawannya itu.


"Oke... !"sambung Fadlan masih tetap ketawa.


"Oke oke! Oke apaan?"potong Asrul sebelum Fadlan sempat menyambung kalimatnya.


Fadlan makin ketawa.


"Makanya dengar dulu petcin! Orang baru mau ngomong udah kau potong duluan... "


Kali ini Asrul yang terkekeh.


"Lanjut... "sambungnya.


"Si keparat apa si brengsek?"potong Asrul membuat Fadlan mulai dongkol.


"Terserah kau dah... !"jawab Fadlan.


Asrul tertawa senang melihat kawannya yang mulai kesal itu.


"Mau dengar nggak! Katanya pingin tahu saingannya kayak apa?"tanya Fadlan rada mengancam.


"Iya cepatan!"ujar Asrul.


"Namanya tau nggak?'


"Ee... lontong! justru nggak tahulah makanya nanya ama kau dodol!"


"Oke...! Namanya Noval, dia mahasiswa paling populer dikalangan cewek-cewek dikampus ini."


"Oh ya...! Bukannya kau yang paling populer dikampus ini?"kelakar Asrul membuat Fadlan tertawa.


"Hahaha...iya juga sih! Cuma kepopuleran kita beda bro, Noval populer dikalangan cewek-cewek dikampus ini, sementara kita populer dikalangan janda-janda di luar kampus ini"canda Fadlan.


"Hahaha... " Asrul tak sanggup menahan tawanya.

__ADS_1


"Puas... !!! udah tau tampang sangar kayak gini masih kau bilang lagi populer! Populer dari hongkong... ?!"semprot Fadlan membuat Asrul makin mengakak.


"Habis bahasa kau terlalu lebay bro! Populer? Dia mahasiswa apa artis sih?"tanya Asrul.


"Dikampus ini dia lebih dari itu?"jelas Fadlan.


"Anak mana sih dia bro?"


"Dia satu angkatan ama kita, cuma dia anak hukum."


"Fakultas hukum?"


"Iya! Dia seorang play boy, ia memiliki segalanya untuk mendapatkan cewek manapun yang ia inginkan.Menurut info yang aku dengar, belum ada satupun cewek di kampus ini yang sanggup menolaknya ketika ia mengajaknya kencan."


"Woow... "


"Wow kenapa? Takut...?"


"Siapa takut? Justru aku tertantang untuk menyingkirkannya!"


"Dan satu lagi... "sambung Fadlan, "Dia ganteng dan mewah!"


"Mewah? Maksudnya apaan sih?"


"Nggak kere kayak kau! Dia memiliki segala fasilitas, dia anak tunggal dari seorang pengusaha paling tajir di kota ini."


"Tapi cinta kan nggak mandang materi bro!"


"Itu dulu... sebelum ada kapal terbang!"ujar Fadlan sambil ketawa,"Jaman sekarang mana ada cewek yang nggak doyan duit!"sambungnya.


"Jadi itu alasannya yang buat kau jomblo seumur hidup?"ledek Asrul.


"Aku memang harus akui face-mu juga tidak kalah ganteng dari Noval, tapi sampai detik ini aku juga belum pernah melihat kau menggandeng cewek, jadi apa alasan kau menjomblo seumur hidup? " Tanpa menjawab pertanyaan Asrul, Fadlan balik bertanya dengan pertanyaan yang sama.


"Kita beda bro! Selama ini aku jomblo bukan karena nggak ada yang mau kayak kau, cuma aku merasa dengan sendiri aku jauh lebih happy dan enjoy!"


"Akh... alasan! Tapi ya udahlah, karena aku juga merasa alasanku persis dengan jawabanmu barusan."


"Plagiat lo!"sindir Asrul senyum.


"Maksudnya?"tanya Fadlan berlagak bodoh.


"Iya! Kalau mau cari jawaban yang kreatif dikit dong, masak alasan kau ama aku sama sih? Emangnya aku kembaranmu?"


"Hahaha.... " Fadlan ketawa dengar candaan kawannya itu."Tapi rasanya aku juga nggak kepingin jadi kembaranmu,karena itu akan membuatku merasa tertekan setiap orang menanyakan perbedaan yang begitu mencolok diantara kita."sambungnya enteng.


Asrul tersenyum...


Bersambung...

__ADS_1


"


__ADS_2