Tentang Ayah,Cinta,Dan Sahabatnya

Tentang Ayah,Cinta,Dan Sahabatnya
Tentang Rasa


__ADS_3

"Sampai disini aja ...."


Rayyan menghentikan kereta matic-nya di depan sebuah gang kecil menuju rumah Enny.


"Yakin nggak di antar sampai ke rumah?"tanya Rayyan setelah gadis itu turun dari kereta.


"-Makasih! Disini aja ...."


"Boleh tahu nomor Hp-nya?"tanya Rayyan sebelum Enny beranjak pergi ...


"Buat apa?"


"Buat obat!"


"Obat apa?"


"Obat bisul!" Enny dan Rayyan sama-sama tertawa,teringat dialog yang hampir sama ketika mereka pertama kali berjumpa.


"Emang kudisnya udah sembuh?"tanya Enny mengingatkan candaan Rayyan kala itu.


"Ha-ha-ha ... habis kamu ditanya nomor Hp,malah nanya buat apa?" Rayyan ketawa,Enny juga ...


***


0812-76**-****.


Berulang kali Rayyan memperhatikan nomor Hp itu,seolah sedang menghapalnya.Padahal nggak.Ia hanya menimbang apakah harus menekan angka itu sehingga terhubung dengan pemiliknya atau tidak?


Keinginan hati Rayyan meng-calling nomor itu malam ini ia urungkan.Teringat pesan Enny ketika memberikan nomor kontak itu agar tidak menghubunginya saat di rumah.


Rayyan sempat nanya,"Kenapa ...?"


Enny membisu,tak merespon pertanyaannya.Agak aneh memang tapi Rayyan berusaha positif thinking,barangkali itu merupakan ranah privacy Enny yang harus ia hormati.


"Jadi kapan bisa di hubungi?"tanya Rayyan.


"Ketika nggak di rumah."


"Kapan nggak di rumah?"


"Itu masalahnya! Aku hampir nggak keluar rumah selain ke kampus,tapi kampus juga memberlakukan aturan agar meng-silent atau me-non aktifkan Hp selama kegiatan kuliah berlangsung."jawab Enny memberikan penjelasan.


"Jadi buat apa kau ngasih nomor ini?"


"Buat obat ...!"jawabnya tersenyum seraya berlalu.


Rayyan tersenyum mengingat jawaban gadis itu,jawaban yang ia rasakan seolah senjata makan tuan.


***


Ditempat lain diwaktu yang sama Enny juga tak bisa memejamkan mata,teringat semua kejadian sore tadi.


Terkenang lelaki yang menjadi pahlawannya.Ternyata lelaki itu Rayyan,lelaki yang tak bisa ia pungkiri telah memberikan ketenangan dan kenyamanan.


Apalagi kejadian sore tadi,Rayyan semakin mempertegas bahwa dirinya adalah lelaki yang bisa dijadikan sebagai tempat berlindung dari rasa was-was dan ketakutan.


Kurang lebih sebulan yang lalu Enny berjumpa pertama kali dengan Rayyan.Rentang waktu itu membuat Enny hampir lupa dengan nama itu,karena ia disibukkan berbagai macam tugas,baik dari kampus ataupun tugas rutin yang ia kerjakan di rumah.


Sebenarnya Enny bukan mau melupakannya,hanya saja ia terlalu sibuk sehingga tak ada waktu untuk mengenangnya.


Enny merasa pertemuan itu pertemuan biasa saja,tidak ada yang istimewa.Sama halnya pertemuan Enny dengan beberapa lelaki sebelumnya,kecuali lelaki misterius yang ada di angkot itu.Tapi yang membedakan Rayyan dengan lelaki yang lain,Rayyan mampu membuatnya nyaman tanpa ada rasa was-was dan curiga.


"Siapa tahu Tuhan mempertemukan kita kembali." Enny masih ingat kalimat yang di ucapkan Rayyan kala pertemuan itu.Dan omongan Rayyan benar-benar terbukti.Pertemuan yang kedua kali ini memberikan kesan yang teramat dalam di hati Enny.


Lelaki itu hadir disaat yang tepat,disaat Enny membutuhkan pertolongan.Sepertinya kejadian itu Tuhan desain sedemikian rupa agar ia dan Rayyan dipertemukan kembali,sebagai wujud dari doa Rayyan kala pertemuan pertama mereka waktu itu.


Andai Rayyan tak ada waktu itu,barangkali smartphone miliknya yang baru beberapa minggu ia beli dengan susah payah karena harus mengumpulkan uangnya dari sisa ongkos sejak SMA akan berpindah tangan.


Enny memperhatikan Hp yang sempat di copet yang ia letakkan saat ini disampingnya.


Enny meraih Hp-nya,dan entah kenapa ia berharap lelaki itu menghubunginya,kalaupun nggak setidaknya Rayyan mengajaknya chating-an malam ini,dari pada nggak tidur,pikir Enny.Enny lupa telah memberikan ultimatum kepada Rayyan agar tidak menghubunginya ketika di rumah.

__ADS_1


***


Seperti biasa,pagi itu Enny menunggu angkot di depan gang menuju rumahnya.Tapi tumben hari ini angkot yang trayeknya melewati kampus Enny datangnya agak lama.


Beberapa angkot yang lewat,belum satupun yang menuju kampusnya,kalaupun ada penumpangnya sudah penuh,tak ada tempat duduk yang tersisa.


Tiba-tiba sebuah kereta matic berwarna hitam ngerem mendadak tepat di depannya.Enny sontak terkejut dan tak sempat mengenali kereta matic yang sudah dua kali ia tumpangi itu karena kejadiannya secara cepat dan tiba-tiba.


'Iiih bikin aku jantungan aja!"celetuk Enny setelah pengemudi kereta itu membuka helmnya.


'Butuh tumpangan?"tanya Rayyan sambil tersenyum.


"Tidak untuk pengemudi yang ugal-ugalan!" Enny cemberut.


"Yang ugal-ugalan siapa?"


"Kalau bukan ugal-ugalan yang barusan namanya apaan?'


"Bukan ugal-ugalan,aku takut keduluan angkot,terpaksa speed ala Valentino Rossi ku keluarkan daripada ketinggalan ...!" Rayyan ketawa.


"Emang mau ngejar siapa?"tanya Enny berlagak bodoh.


"Ngejar bidadari agar tidak naik angkot!"


"Dari tadi aku disini,perasaan nggak ada bidadari?"


"tuh ...!!!" Pandangan Rayyan menatap agak jauh sementara telunjuk tangan kanannya menunjuk Enny.


Enny tersenyum sambil menepis jari yang menunjuk dirinya.


"Dasar!!! Laki-laki memang pandai menggombal!"


"Karena perempuan memang suka di gombal!"


"Yee ... Sorry ya! Nggak semua kali?!"


"Iya memang nggak semua! Nggak semua bisa nolak ...!" Rayyan ketawa sementara Enny cemberut manja.


Tanpa menjawab Enny langsung naik kereta dan duduk manis di boncengan.


"Nggak pegangan?"tanya Rayyan menggoda.


"Nggak muhrim ... !"


Rayyan tertawa ...


"Okelah kalau begitu.Siap ...!!!"


"Siap apaan?"tanya Enny


"Siap tinggal landas ...!"


Enny menepuk bahu Rayyan.Rayyan cuma tersenyum ...


"Aku turun kalau ngebut ...."jawab Enny bermanja ... manja sekali.


"Nggak usah takut! Aku sama Valentino Rossi masih ada hubungan darah ...!"


"Hubungan darah apaan? Darah biru sama darah kotor ...?"


Tak ayal Rayyan sontak tertawa ngakak ...


Ternyata cewek ini pandai juga ngelucu,gumam Rayyan.


"Bukan hubungan kayak gitu ..."kata Rayyan masih ketawa


"Jadi hubungan darah kayak apa?"tanya Enny.


"Sama-sama cucu nabi Adam ...."


Kali ini Enny yang ketawa ...

__ADS_1


"Udah akh! Jalan yuk ...! Nanti terlambat!"ajak Enny.


"Oke.Baca do'a dulu ..."


"Do'anya gimana?"tanya Enny agak malu.


"Serius nggak tahu ...?!"


Enny menganggukkan kepalanya.


"Kalau gitu ikuti aku ...."


"Oke ..."jawab Enny.


"Bismillaahi ...."


"Bismillaahi ...." Enny mengikuti.


"Majareeha ...."


"Majareeha ...."


"Wa mursaha ...."


"Wa mursaha ...."


"Inna Robby ...."


"Inna Robby ...."


"Laghofurur Rohiim ...."


"Laghofurur Rohim ...."


"Coba sendiri ..."


"Bismillaahi majareeha wa mursaha inna Robby laghofurur rohiim."


"Pintar! Udah punya pacar belum?"


Enny menepuk bahu Rayyan untuk kedua kalinya.


"Apa hubungannya?"jawab Enny ketawa.


"Hubungan darah biru dengan darah kotor ...?"


"Nggak nanya!"jawab Enny membuat Rayyan terkekeh.


"Iyan ... udahlah yah! Aku takut terlambat ..." Sambung Enny memelas.


"Okelah ...."jawab Rayyan sambil men-starter keretanya.


"Aku bisa nebak,semalam kamu pasti nggak bisa tidur ...." Rayyan membuka perbincangan setelah keduanya lagi OTW.


"Koq tahu ...?!"jawab Enny heran.Padahal Rayyan asal nebak aja.


"Iya ... karena kamu mikirin aku!"jawab Rayyan tersenyum.


"Huuuh ... mikirin kamu,sorry ya! Nggak ada waktu!" Enny sewot.Tapi Enny juga tak bisa memungkiri apa yang di bilang Rayyan barusan memang iya.


"Koq sewot?"


"Siapa yang sewot? Kamu tuh yang ke-pede-an ..."


Rayyan ketawa ...


"Aku juga semalam nggak bisa tidur ...!"sambung Rayyan.


"Mikirin aku ...?"


"Nggak! Di kost ku banyak nyamuk ...." Rayyan ngakak membuat Enny makin sewot,tapi hanya sekejap karena kemudian Enny pun ikut tertawa.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2