Tergoda Cinta Dunia Maya

Tergoda Cinta Dunia Maya
Kesepakatan Mrs Shinta Tan


__ADS_3

Pertemuan pun diatur sekretaris Ferdian untuk membicarakan kesepakatannya.


Dan pertemuaan itu akhirnya terjadwal kan,


Ferdian bertemu dengan klien bernama Mrs Shinta Tan, seorang CEO wanita dari perusahaan besar yang selama ini bekerja sama dengannya.


Ferdian sudah siap dengan stelan rapihnya untuk menemui Mrs Shinta Tan.


Mrs Shinta pun akhirnya datang sih dengan stelan kantornya yang rapih dan seksi.


Keduanya kini duduk berdua di satu meja, keduanya sudah saling mengenal cukup lama, dan dari sejak lama juga Mrs Shinta menyukai Ferdian dengan semua kinerja dan ketampanannya, hingga sampai sekarang Mrs Shinta masih betah sendiri karena berjanji akan menunggu Ferdian.


Kedekatan Mrs Shinta dengan Ferdian memang diketahui oleh Nirina, karena Nirina melihat dan mendengarkan sendiri saat Mrs Shinta memintanya untuk menikah dengannya dan menjadi yang kedua, tentunya sebagai seorang istri, Nirina sakit hati dan tidak rela jika sampai Ferdian mengkhianati dan membagi cintanya.


Namun Ferdian menolak Mrs Shinta dan tetap setia pada Nirina saat itu.


Dan kali ini, masih dengan tawaran yang sama, sebagai investor saham paling besar di perusahaan Ferdian tentunya Mrs Shinta berkuasa penuh atas perusahaannya, jika dia sampai mencabut semua sahamnya, maka perusahaan Ferdian akan gulung tikar.


"Langsung saja, sebenarnya apa maksud kamu melakukan semua ini? "


Tanya Ferdian pada Mrs Shinta.


Dengan tenangnya Mrs Shinta menatap wajah Ferdian dalam, tangannya menyentuh dagu Ferdian dan sedikit menggodanya.


"Masih keinginan yang sama, aku hanya ingin kita bersama Ferdian"

__ADS_1


Jawab Mrs Shinta tidak bisa membuat Ferdian berpikir jernih,


"Semua keputusan ada ditangan kamu, jika kamu setuju menikah denganku, maka aku akan merubah semua kesepakatan kita, namun jika kamu masih tidak mau denganku, maka jangan salahkan aku jika ribuan karyawan mu akan kelaparan karena perusahaan tempat mereka bekerja bangkrut. Hihi


Tentunya kamu tidak mau semua itu terjadi kan?


Maka pikirkanlah sayang, well kamu juga tidak usah takut Nirina akan mengetahui semuanya, karena aku akan diam"


Jawab Mrs Shinta sambil menutup mulut dengan satu jarinya, dan dengan tatapan yang genit pada Ferdian.


Ferdian pun dibuat bingung dengan pilihan Mrs Shinta, di satu sisi dia tidak tega membiarkan ribuan karyawannya akan kelaparan karena perusahaannya bangkrut, namun di satu sisi lain dia juga tidak mungkin menghianati Nirina, wanita yang dia cintai, ibu dari ketiga anaknya.


"Aku beri kamu waktu dua hari untuk memikirkan semua ini"


Lanjut Mrs Shinta pada Ferdian.


Sementara di tempat lain, seperti biasa Nirina melakukan aktifitas rumahnya bersama ketiga anaknya.


"Oh ya bunda, papa ko belum ada nelpon ya? Tidak biasanya?


Tanya Citra pada Nirina.


Nirina pun terdiam, mungkin Ferdian masih belum mau meminta maaf padanya, pikir Nirina.


"Mungkin papa kalian masih sibuk dengan pekerjaannya, nanti dia juga menelpon kalian"

__ADS_1


Jawab Nirina coba Menenangkan hati anaknya.


Nirina pun mengajak kedua gadisnya untuk membantu dia memasak di dapur, dengan suka hati Citra dan Marina pun ikut membantu, sedangkan si bungsu Devan menunggu masakan sudah jadi di depan tv.


"Devan sini deh, seru loh daripada nunggu jadi "


Teriak Marina si sulung pada Devan memintanya untuk ikut membantu, karena merasa kesal akhirnya Devan pun ikut bersama mereka membantu Nirina memasak.


Nirina sengaja menyiapkan bahan masakan untuk membuat spaghetti kesukaan anak-anak.


Sedangkan dia hanya mengarahkan Citra dan Marina untuk berlatih membuat bumbunya.


"Kalian bisa kan? Sebentar ya bunda ada telpon dulu "


Nirina pun berlalu karena tiba-tiba nomor tak dikenal masuk di handphone nya.


Saat Nirina menjawab panggilannya, ternyata Satria yang menelpon Nirina,


Nirina terkejut karena untuk pertama kalinya Satria berani menelponnya, dan untunglah dia menelpon disaat Ferdian sedang tidak ada di rumah.


Perasaan Nirina campur aduk antara takut, malu dan senang,


Sebagai istri yang baik, tentunya Nirina takut dengan adanya Satria yang terus memberinya perhatian, akan menimbulkan fitnah atau masalah untuknya, sedangkan hati kecilnya mengatakan jika adanya Satria membuat hatinya yang kesepian sedikit terobati.


Satria bertanya sedang apa Nirina sekarang? Dan bagaimana kondisi Devan setelah dari rumah sakit?

__ADS_1


Nirina pun menjawab jika Devan sudah mulai membaik dan saat ini Nirina dan ketiga anaknya sedang memasak di dapur.


__ADS_2