
Keesokan harinya, saat Nirina terbangun dari tidur, dia merasa ada sesuatu yang hilang darinya, tapi apa?
Nirina melihat ke setiap arah sudut kamar mencari sesuatu yang biasa ada di dalam kamarnya, sesuatu kebiasaan yang akan dia lakukan setelah bangun dari tidur.
"Kenapa aku merasa aneh dengan pagi ini? "
Tanya hati Nirina memandang ke depan setelah terjaga dari tidurnya.
Nirina pun akhirnya menyadari jika ternyata sesuatu yang bilang itu ialah perhatian dari Satria.
Karena biasanya setiap pagi Nirina selalu mendapat telpon atau pesan darinya walau hanya sekedar menanyakan kabar atau meminta Nirina segera bangun dan menyiapkan sekolah anak-anaknya.
Tapi pagi ini semua itu hilang seketika setelah Nirina meminta Satria untuk pergi.
Nirina pun kini kembali merasa kesepian, Ferdian tidak ada kabar, dan sekarang Satria pun menghilang.
Hari hari Nirina kini seakan tiada arti tanpa ada perhatian dari pria yang dia cintai, dia pun hanya pasrah menjalani kesehariannya sebagai ibu rumah tangga yang mengurus ketiga anaknya.
Seakan mengerti dengan semua kesepian yang dirasakan oleh ibunya, Marina pun bertanya.
__ADS_1
"Oh ya bund, teman bunda kenapa tidak pernah terlihat lagi?"
Tanya Marina saat sarapan pagi.
Nirina pun tersedak karena kaget, teman siapa yang Marina maksudkan?
"Maksud kamu siapa nak?"
Nirina balik bertanya.
"Itu loh bunda, teman bunda, siapa namanya, om Satria, ya om Satria Bun"
Jawab Marina mengingat nama Satria yang telah mengantar dia pulang tempo hari itu.
Darimana dia tahu jika Satria adalah temannya?
Belum sempat Nirina bertanya, Marina pun menceritakan jika sebenarnya sore itu dia bisa pulang karena nasihat dari Satria.
"Awalnya Marina tidak ingin pulang bund, Marina sangat kecewa sama papa, karena dia tidak ikut pulang dengan om Wisnu, tapi om Satria menasihati aku untuk tidak melawan dan berpikir buruk pada kedua orangtuanya, om Satria juga meminta aku untuk tetap menemani bunda dan jangan membuat bunda sedih"
__ADS_1
Cerita Marina pada Nirina.
Nirina pun dibuat haru dengan semua yang Marina ceritakan padanya tentang Satria.
Dia juga tidak curiga pada Marina jika seandainya Marina bukan kecewa lantaran papanya tidak pulang, melainkan kecewa karena papanya sudah menghianati mereka.
Nirina pun kini dibuat tersiksa karena semua permintaan ya pada setiap untuk pergi darinya dan melupakan semua yang terjadi,.
Padahal dia sendiri tidak bisa melupakan Satria, karena yang dia rasa saat ini, semakin hari dia coba melupakan Satria, batinnya semakin tersiksa karena rindu akan sosok Satria dan semua perhatiannya.
Nirina pun sedikit menitikkan air matanya.
Marina yang melihat air mata itu pun bertanya mengapa bundanya menangis?
"Tidak nak, bunda hanya kelilipan sedikit"
Jawab Nirina coba menyembunyikan semua kesedihannya.
Semua keluarga Nirina mengetahui jika Ferdian sosok suami yang baik dan perhatian pada dirinya dan keluarganya, namun di kehidupan nyata ternyata semua itu hanyalah sebuah khayalan yang tidak akan mungkin terjadi karena Ferdian sangat sibuk dan mencintai pekerjaannya.
__ADS_1
Ambisinya untuk menjadi seorang penguasa sangatlah menggebu di hatinya, sehingga dia akan melakukan berbagai cara untuk menjaga dan menaikkan perusahaannya agar tetap jaya.
Ferdian pun rela meninggalkan keluarganya hanya untuk menikahi Mrs Shinta sang investor terbesar di perusahaannya agar bisnisnya tetap berjalan aman dan tidak mengalami kebangkrutan.