Tergoda Cinta Dunia Maya

Tergoda Cinta Dunia Maya
Akhirnya tahu


__ADS_3

Setelah memastikan Marina benar-benar sudah tertidur, Satria ku segera menyusul Nirina menuju kantor Ferdian,


"Apa mungkin Nirina sudah mengetahui semua penghianatan Ferdian? Tapi darimana?"


Pikir Satria sepanjang jalan saat menyusul Nirina.


Dan benar saja, Nirina pun tiba di kantor suaminya, semua karyawan mengapa Nirina dengan ramah, karena tidak biasanya Nirina datang dengan sengaja ke kantor Ferdian.


Nirina pun segera menuju ruangan suaminya itu, yang sekarang sedang di sisi oleh Wisnu selalu tangan kanan dan sahabat masa kecilnya dulu.


Nirina masuk tanpa mengetuk pintu ataupun mengucap salam hingga membuat Wisnu tidak menyadari kedatangannya.


Dan untunglah saat itu Wisnu tidak sedang berhubungan dengan Ferdian sehingga tidak membuat Nirina curiga kepadanya.


"Rin, kamu kesini? Ada hal apa?"


Tanya Wisnu yang terkejut dengan kedatangan Nirina.


"Mana ponsel kamu? Mana?".


Dengan air mata yang tak mampu dia bendung, Nirina meminta ponsel Wisnu untuk menghubungi Ferdian berharap dia mau menerima panggilan darinya dari nomor Wisnu.


"Untuk apa? Kamu kenapa?"


Tanya Wisnu yang kebingungan dengan tingkah Nirina yang aneh.


"Tidak usah banyak bertanya, aku minta ponsel kamu, sekarang"

__ADS_1


Dengan nada keras Nirina bersikeras meminta ponsel Wisnu sekarang juga, dan akhirnya karena Wisnu tidak kunjung memberikan ponselnya, akhirnya Nirina pun merebut ponsel Wisnu dan segera mengaktifkan untuk menghubungi Ferdian.


"Buka kunci hp kamu"


Pinta Nirina pada Wisnu, sebagai sahabat baik, dia tentu sangat tahu betul apa yang sedang Nirina rasakan saat ini, Wisnu pun berpikir mungkin Marina sudah mengatakan semuanya pada Nirina, hingga akhirnya Wisnu pun tidak mampu mengelak, namun dia berusaha menjaga hati sahabatnya itu dengan memintanya untuk tetap tenang.


"Baiklah akan aku buka kunci ponselku, tapi bicaralah dulu padaku? Apa sebenarnya yang terjadi? Bicaralah padaku? Aku ini sahabatmu"


Ujar Wisnu coba menenangkan hati Nirina.


"Apa, sahabat, sahabat kamu bilang, ini yang namanya sahabat, sudahlah jangan berlaga sok polos, aku sudah tahu semuanya, jangan kamu berusaha menutupi kejahatan suamiku lagi, sudah cukup Wisnu sudah cukup, aku sudah tahu semuanya".


Jawab Nirina dengan penuh air mata yang kecewa pada sahabatnya sendiri karena dia juga ikut andil dalam menutupi kejatahan suaminya itu.


Wisnu pun tidak mampu membela diri saat semua kekecewaan Nirina tumpah padanya.


Nirina tidak menggubris semua pembelaan dan permintaan maaf snu padanya, diapun segera menghubungi Ferdian via telpon biasa,


Panggilannya pun tersambung dan berdering,


Hingga akhirnya Ferdian menjawab panggilannya.


"Ya ada apa Wisnu? Aku sudah bilang kan urus saja dulu semua kebutuhan Nirina dan ketiga anak-anakku disana, nanti setelah semua selesai, kamu segera kembali kesini? Banyak sekali pekerjaan yang belum terselesaikan, kamu juga harus ingat jangan sampai Nirina mencurigai ku karena aku tidak bisa menghubunginya, beri saja apapun alasan yang masuk akal agar dia percaya padamu, "


Ucap Ferdian saat menerima panggilan dari nomor Wisnu yang tidak tahu jika itu adalah Nirina.


"Ayo sayang, kita sudah di tunggu di luar"

__ADS_1


Suara Mrs Shinta Tan sangat terdengar jelas oleh telinga Nirina sendiri, hingga dia tak dapat menahan gejolak kesedihan yang sedari tadi dia tahan.


"Ya sebentar lagi sayang"


Jawab Ferdian pada Mrs Shinta dengan mesra membuat hati Nirina remuk dan hancur.


Dadanya pun serasa sesak. Hingga dia tidak mampu lagi mendengar semua yang suaminya katakan tentang semua kebenaran yang terjadi.


Nirina Coba menghela nafas yang panjang dan coba mengumpulkan sisa energi yang ada untuk melihat langsung suami tercintanya dengan wanita lain.


Nirina pun kembali menghubungi Ferdian via video call dari ponsel Wisnu.


Nirina yang sangat terpukul dengan semua kebenaran yang terjadi, coba berusaha untuk kuat, hingga akhirnya Ferdian menerima panggilan video tersebut dan Nirina berhasil menatap wajah sang suami yang sedang berdua bersama Mrs Shinta Tan di sebuah resto mewah.


Betapa terkejutnya Ferdian saat melihat wajah sang istri yang dia cintainya ada dihadapannya kini, meski hanya dalam sebuah video call,


"Nirina"


Ucap Ferdian yang tidak tahu jika Nirina sudah mengetahui semuanya.


Nirina pun terdiam sejenak, dia coba menghela napasnya lagi dan memberanikan diri untuk bicara.


" Besok surat perceraian kita akan segera aku urus mas"


Sebuah kalimat yang keluar dari bibir Nirina yang kecewa akan Ferdian berhasil membuatnya tidak berkutik.


ian.isn

__ADS_1


__ADS_2