
Wisnu pun akhirnya pergi dari pandangan Nirina, dia terus memikirkan Ferdian dengan seribu kesibukannya yang tidak bisa menyempatkan diri untuk menghubunginya.
"Sesibuk apapun pasangan kamu, jika dia memang mencintaimu, dia pasti akan menyempatkan waktu untuk mengabari mu"
Tukas Satria dari belakang.
Nirina pun menghentikan langkahnya saat mendengar semua itu.
Semua yang dikatakan satria memang benar,
Perlahan Satria pun berjalan menghampiri Nirina, dari belakang dia membisikkan.
"Kamu tidak akan kesepian, ada aku disini yang mencintaimu"
Nirina pun terpejam dan menghela napasnya dalam saat Satria membisikan kata cinta kepadanya.
"Sekarang juga, aku minta kamu pulang Satria, aku mohon, dan oh ya terimakasih karena kamu sudah berbohong dengan menjadi seorang chef disini, tapi sekarang, Wisnu sudah tidak ada jadi pulanglah"
"Aku tidak akan pulang, aku akan menemani kamu disini, sampai kami menyadari jika aku benar-benar mencintaimu"
"Terserah"
Nirina pun pergi menuju kamar dan menguncinya dari dalam, dia tidak ingin Satria sampai mengikutinya.
Melihat Nirina yang pergi meninggalkan dirinya tanpa sedikitpun menatapnya Satria pun tersenyum.
"Sekarang kamu bisa meninggalkan aku seperti ini sayang, tapi besok kamu sendiri yang akan mencari ku"
Senyum licik Satria sebelum dia benar-benar pergi dari rumahnya Nirina.
Dari dalam kamar, Nirina menangis mengingat Ferdian,
"Apa kamu sudah tidak mencintaiku mas, sampai kamu menitipkan pesan pada Wisnu? Padahal kamu sendiri bisa menghubungiku walaupun hanya lima menit"
Tangis Nirina terisak.
__ADS_1
Karena ini kali pertama menurutnya Ferdian sesibuk ini,
Karena biasanya Ferdian selalu bisa menyempatkan waktu untuk ya walau hanya sebentar saja.
"Sepertinya kamu memang sudah tidak mencintaiku lagi"
Nirina pun tersadar kala mendengar suara motor Satria menyala di luar, Nirina berdiri dan melihat ke arah luar, ternyata Satria pergi.
"Maafkan aku Satria"
Lirih Nirina melihat kepergiannya.
...
Nirina pun melihat jam di dinding, sudah waktunya dia menjemput Devan dan Citra.
Diapun segera bersiap dan langsung tancap gas.
Di tempat lain, Satria pun mendapat informasi dari anak buahnya mengenai Ferdian.
Jam sekolah pun berakhir, dengan niat awal, Marina berpesan pada adiknya untuk tidak mengatakan pada bunda jika dirinya pergi ke kantor ayahnya.
"Ia ka, ka marina hati-hati ya"
Marina pun segera pergi dengan taksinya, sementara Citra menunggu sang bunda datang menjemput.
...
"Informasi apa yang kalian dapat tentang bajingan itu?".
Tanya Satria pada anak buahnya.
"Informasi yang sangat bagus bos"
Anak buahnya pun langsung menceritakan informasi yang dia dapat dari sumber yang terpercaya, dia mengatakan semua kebenaran tentang Ferdian yang diam-diam sudah menikahi Mrs Shinta Tan salah satu investor besar di perusahaannya, dan saat ini mereka sedang berbulan madu di sebuah hotel ternama di Jambi.
__ADS_1
"Sial, Ferdian bajingan, ternyata kamu belum berubah juga ya, berapa wanita lagi yang kan kamu hancurkan, bum cukupkah kamu memiliki satu mutiara indah yang begitu mencintaimu? "
Ujar Satria yang kesal setelah mengetahui semua kebenaran tentang Ferdian, dendamnya pun semakin mendalam, ingin rasanya saat ini juga dia menghajar dan menghabisi Ferdian.
"Tenang Satria, kamu tidak boleh terbawa suasana, kamu harus bisa tenang, semua rencana sudah di depan mata, selangkah lagi maka Ferdian akan hancur"
Lanjut hatinya akan semua rencana yang sudah dia susun tapi demi membalaskan dendam pada Ferdian agar hidupnya hancur.
Dilain tempat, Marina kini tiba di kantor sang papa,
"Nona Marina? Ada perlu apa ya?"
Tanya salah seorang pegawainya.
Marina pun mengatakan jika ada sesuatu yang harus dia bawa di ruangan papanya.
"Saya boleh masuk kan mba?"
Tanya Marina sopan pada karyawan papanya itu.
"Tentu saja nona Marina, masuklah, kebetulan disana ada pak Wisnu"
Jawabnya.
"Jadi om Wisnu ada disini? Tapi kenapa papa tidak ikut?"
Tanya hatinya.
Marina pun menuju ruangan Ferdian, saat Marina tiba disana, pintu sedikit terbuka hingga Marina bisa mendengar Wisnu sedang bicara apa dari balik pintu.
"Om Ferdian pasti sedang bicara dengan papa? Aku harus segera masuk untuk bicara dengan papa"
Langkah Marina pun mendadak terhenti kala mendengar
"Semua perintah pak Ferdian sudah saya lakukan, Nirina tidak tahu jika pak Ferdian sudah menikah dengan Mrs Shinta Tan, Nirina pun tidak mencurigai mu, tapi dia justru sangat mencemaskan mu dan anak-anaknya, karena ketiga anakmu begitu sangat merindukanmu pak, Nirina pun justru berpesan agar kamu bisa menghubungi ketiga anakmu, karena mereka sangat merindukanmu"
__ADS_1
Ucap Wisnu di balik telepon bicara dengan Ferdian yang menanyakan keadaan keluarganya.
.