Tergoda Cinta Dunia Maya

Tergoda Cinta Dunia Maya
Menyendiri dulu


__ADS_3

Wisnu hanya bisa menjaga hati Nirina dengan menutupi semua kebusukan suaminya itu.


Wisnu pun hendak menemui Nirina nanti sepulang dia mengantar sekolah ketiga anaknya.


"Ini bukan saat yang tepat untuk menemui Nirina, biar nanti saja aku langsung ke rumahnya "


Pikir Wisnu saat melihat keceriaan Nirina dan ketiga anaknya.


Wisnu pun kembali ke kantor terlebih dahulu, sedangkan Nirina berangkat mengantar Devan, Citra dan Marina.


Di perjalanan Devan membayangkan dim sum lezat yang bundanya buatkan kemarin.


"Bunda nanti pulang sekolah, buatkan lagi dim sum kayak kemarin ya, rasanya enak sekali"


"Hah, oh ya nak"


Nirina gugup kala mendengar permintaan Devan, karena dim sum yang kemarin mereka makan adalah masakan Satria bukan dirinya.


"Bagaimana ini, aku sudah berniat tidak ingin lagi berhubungan dengannya, tapi mereka"


Nirina pun dilanda kebingungan dengan semua permintaan anaknya.


Nirina terdiam dan fokus pada laju jalan mobilnya, sejenak dia berpikir mungkin nanti biar dia pesan online saja makanan yang Devan minta.


Melihat bundanya terdiam Marina pun sedikit merasa cemas, dia mengira jika bundanya masih tidak enak badan, sepulang sekolah dia pun berniat hendak pergi ke kantor Ferdian untuk mencari informasi tentang papanya kenapa dia tidak bisa di hubungi.


"Bunda nanti jangan jemput Marina ya, pulang sekolah Marina ada kelas tambahan jadi bakal terlambat pulang ke rumah "


Ijin Marina berbohong pada Nirina.


"Oke baiklah tuan putri, kamu telpon saja ibu nanti kalau sudah selesai, biar nanti bunda jemput lagi"

__ADS_1


"Tidak usah bunda, Marina bisa pulang sendiri ko"


"Yasudah, tapi hati-hati ya"


Marina dan Citra pun turun dari mobil dan berpamitan pada Nirina.


"Belajar yang pintar ya nak"


"Ia jangan pacaran mulu"


Timpa Devan dari belakang meledek kakaknya.


"Apa sih Devan, awas ya kamu gak akan kakak bantu kamu lagi mengerjakan tugas"


Jawab Citra dengan kesal.


Nirina pun hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat kedua kakak beradik itu sedang saling menyerang.


Nirina pun kembali melajukan mobilnya menuju sekolah Devan.


"Ka Marina, memangnya ada kelas tambahan apa Kaka pulang sekolah? Bukankah ini hari Rabu, tidak ada lah tambahan waktu belajar"


Kata Citra bertanya pada kakaknya.


Marina pun meminta Citra untuk tidak memberitahu bundanya, karena sebenarnya dia hendak pergi ke kantor papanya.


"Kasihan bunda, dia sangat kelelahan dan kesepian cit,


Sudah satu Minggu ini juga papa tidak bisa dihubungi, mungkin bunda juga sakit karena memikirkan papa, itu sebabnya Kaka pulang sekolah mau pergi ke kantornya, kakak mau cari tahu tentang papa?"


Citra pun mengerti dan mendukung niat kakaknya itu.

__ADS_1


"Devan belajar yang rajin ya, nanti bunda jemput"


Ucap Nirina saat tiba di sekolah Devan.


"Baiklah bunda "


Devan pun masuk kedalam sekolah, Nirina kembali melajukan mobilnya, sepanjang jalan dia memikirkan semua permintaan Devan dan niatnya untuk tidak menghubungi Satria lagi.


Nirina pun berhenti di sebuah taman menghadap danau, dia duduk sendiri di kursi menatap hamparan air yang begitu luas.


Nirina coba menghela napasnya panjang guna mencari ketenangan.


Nirina kini dilanda kegalauan yang begitu dalam akan semua yang sudah terjadi padanya.


Hati kecilnya mengatakan jika dia sudah jatuh cinta untuk yang kedua kali pada pria yang beda, namun pikirannya juga mengatakan jika perasaannya itu sangatlah salah.


"Apa yang harus aku lakukan "


Nirina menangis tersedu,


"Kemana kamu juga mas, kenapa kamu tidak ada kabar samasekali padaku dan anak-anak?"


Tanya Nirina dalam tangisnya menanyakan keberadaan Ferdian.


Nirina menangis sejadinya mengingat semua yang sudah dia lakukan bersama Satria.


Dan tiba-tiba saja ponsel Nirina berdering, Satria berulang kali coba menghubunginya karena dia tidak melihat Nirina ada di dalam rumahnya.


Nirina mengusap air matanya dan menutup telponnya.


Saat ini dia masih belum siap bicara dengan Satria setalah apa yang sudah dia lakukan padanya.

__ADS_1


"Maafkan aku Satria, aku malu, dan aku merasa bersalah karena telah mengkhianati mas Ferdian. aku merasa hina saat ini"


Ucap hati Nirina saat melihat nama Satria di ponselnya.


__ADS_2