Tergoda Cinta Dunia Maya

Tergoda Cinta Dunia Maya
Meniup luka


__ADS_3

Nirina pun hendak kembali pulang ke rumah, karena Bu Suni masih belum bisa masuk, jadi semua pekerjaan harus dia yang kerjakan,


"Aku harus beli dulu persediaan sabun untuk ketiga anakku dan sabun untuk cuci pakaian "


Ucap Nirina yang teringat jika stok sabun di rumah nya sudah menipis, dia pun akhirnya berhenti di sebuah minimarket untuk belanja kebutuhannya.


Setelah dirasa cukup, Nirina pun segera kembali melanjutkan perjalannya pulang.


Namun di pertengahan jalan, tiba-tiba saja mobil Nirina mogok.


"Loh ada apa ini? Kenapa mobil ini tiba-tiba mati?"


Nirina pun langsung mengotak atik kunci mobilnya, namun masih tidak menyala, kemudian dia keluar coba membuka bagasi depan dan melihat mesin mobilnya berasap.


Nirina sangat terkejut, ada apa dengan mobilnya? Mengapa ini terjadi? Karena ini pertama kalinya mobilnya mati mendadak seperti ini.


Nirina coba mencari kontak tukang bengkel namun tidak ada.


"Perasaan aku pernah save nomor bengkel yang di perempatan sana, tapi mana ya? Apa di ponselnya mas Ferdian?"


Tanya Nirina coba mengingat ingat semuanya, dan ternyata memang benar, Nirina menyimpan nomor bengkel itu di ponsel Ferdian,


Nirina pun coba menghubungi ferdian untuk menanyakan nomor tersebut.

__ADS_1


Ferdian yang saat itu sedang bersiap ijab qobul dengan Shinta dikejutkan dengan panggilan masuk di ponselnya dari Nirina.


"Hah Nirina? Ada apa dengannya? Apa dia tahu?"


Pikir Ferdian akan Nirina yang coba menghubunginya.


Ferdian mengambil ponselnya dan hanya melihat nama Nirina di ponsel itu.


Air matanya pun sedikit menetes disudut matanya, rasa penyesalan yang akan dia rasakan nanti pasti sangatlah sakit, apalagi jika sampai Nirina tahu dengan semua pernikahan rahasia ini.


"Sekali lagi maafkan aku sayang? Karena aku akan mengkhianatimu lagi"


Ferdian pun kembali menyimpan ponselnya tanpa menyempatkan waktu untuk menjawab panggilan dari Nirina.


Nirina merasa sedikit kecewa dengan sikap Ferdian yang semakin hari semakin tidak perhatian padanya, bahkan hanya untuk menyapa dan menanyakan kabarnya saja tidak ada sama sekali.


Nirina pun melihat ke arah sekitar berharap ada satu bengkel saja yang dekat dengan mobilnya yang mogok.


Namun ternyata tidak ada sama sekali dan akhirnya Nirina pun memutuskan untuk pulang menggunakan taksi dan membiarkan mobilnya dijemput montir bengkel nanti.


Karena kesal telponnya tidak dijawab Ferdian Nirina pun menutup kembali bagasi depan mobil dengan sangat keras hingga jarinya sedikit terjepit.


"Ah"

__ADS_1


Disaat Nirina hendak meniup jari nya yang terluka, tiba tiba saja seseorang menarik tangannya dan langsung meniup jarinya yang terluka tadi, Nirina pun terkejut karena ternyata Satria datang padanya untuk mengobati luka ditangannya itu.


"Satria kamu?"


Ucap Nirina merasa tidak percaya jika dihadapannya sekarang sedang berdiri seorang pria yang coba mengobati lukanya dengan semua kasih sayangnya yang masuk dalam hati Nirina.


Dan entah kenapa? Hatinya pun menerima semua kasih sayang dan perhatian dari Satria.


"Kamu tidak apa-apa kan?"


Tanya Satria pada Nirina yang masih terdiam menatap wajah Satria yang tampan.


"Hei


Hei Nirina, are you oke?"


Seketika Nirina pun tersadar dari lamunannya pada wajah Satria yang memikat,


"Ah, Satria kamu disini? Maafkan aku, eh terimakasih, eh aduh kenapa aku ini? "


Dengan senyum yang menggemaskan nirina salah tingkah di hadapan Satria, dan semua itu ternyata membuat Satria tersenyum melihatnya.


Nirina terlihat sangat lucu dengan sikap salah tingkahnya Dimata Satria.

__ADS_1


__ADS_2