
Nirina sangat terkejut dengan pengakuan Satria jika dirinya adalah seorang chef baru yang menggantikan tugas bi Sumi masak di rumahnya.
Namun karena keadaan yang memaksa, Nirina pun meng iya kan pengakuan Satria.
"Mmh ia dia adalah Satria chef baru disini, biasa anak anak maunya makan yang enak, jadi aku carikan chef untuk mereka, oh ya tapi ada apa kamu kesini? Mas Ferdian, apa dia ikut?"
Seketika pikirannya tertuju pada Ferdian suaminya, Nirina ingin tahu keadaannya dan mengapa dia seolah-olah menghilang tanpa kabar akhir-akhir ini.
Mendengar nama Ferdian, Satria pun merasa geram rasa bencinya tidak mampu dia tahan hingga dia mengepalkan tangannya berusaha untuk menyembunyikan emosinya.
Namun ternyata Wisnu merasa agak mengenali wajah Satria.
"Oh ya, tapi perasaan kita pernah bertemu, tapi dimana? Wajahmu sangat tidak asing bagiku"
Ujar Wisnu pada Satria.
"Mungkin kamu bertemu dengan Satria di restoran atau cafe jika sedang meeting, karena dia kan seorang chef".
Nirina coba menjawab pertanyaannya.
Wisnu dan Nirina pun pergi ke ruang tengah untuk bicara serius.
Ferdian pun merasa curiga namun dia tidak bisa mengikuti mereka karena Wisnu bisa curiga kepadanya.
Nirina pun bertanya ada hal apa yang membuatnya datang ke rumah Nirina.
Wisnu pun terdiam dan menghela nafasnya panjang.
__ADS_1
Dia coba berpikir merangkai kata untuk menutupi perselingkuhan suami sahabat kecilnya itu.
"Oh ya bagaimana keadaanmu? Sudah lama juga kamu tidak pernah datang kesini? Dan bagaimana keadaan mas Ferdian disana? Dia baik baik saja kan?"
Tanya Nirina pada Wisnu.
Wisnu pun mengatakan jika kabarnya baik-baik saja Ferdian pun sama.
"Hanya saja suami mu ..."
"Mas Ferdian kenapa?"
"Ferdian akhir akhir ini sedang di sibukkan dengan keadaan kantor yang sedang goyah Rin, ada beberapa investor besar yang mencabut investasinya, sehingga Ferdian harus berusaha menstabilkan keadaan kantor agar tetap aman, jika tidak kamu bisa bayangkan kan ribuan karyawan bertumpu harapan hidupnya pada perusahaan dia, Ferdian tidak mau sampai perusahaannya bangkrut dan membuat semua karyawannya kelaparan. itu sebabnya dia tidak ada waktu untuk menghubungi kalian, terkadang aku juga merasa kasihan kepadanya, dia selalu pulang dalam keadaan yang sangat lelah"
Wisnu menceritakan sesuai yang Ferdian minta pada Nirina.
Nirina pun terkejut dan merasa kasihan pada suaminya itu.
Tanya Nirina meminta Wisnu untuk mengajaknya.
Namun Wisnu menolak, dia tidak ingin Nirina ikut bersamanya ke Batam,
"Ferdian meminta ku untuk menyampaikan permintaan maafnya kepada kamu dan ketiga anakmu karena dia tidak bisa menghubungimu untuk beberapa bulan ini, dia meminta kamu untuk mengerti dengan keadaannya, karena situasi disana selain signal yang kurang bagus, ya itu dia, suamimu sedang berjuang dengan pekerjaannya"
Lanjut Wisnu coba menutupi semua kejahatan Ferdian.
Namun dari balik dinding, Satria yang mendengar semua itu merasa curiga akan kebenaran cerita yang Wisnu sampaikan pada Nirina, karena sedari tadi Wisnu selalu memainkan jari jemarinya seakan dia merasa tidak tenang saat bicara dengan Nirina, dan hal itu pula yang menyebabkan kecurigaan Satria timbul.
__ADS_1
Satria pun coba menghubungi anak buahnya untuk mencari tahu informasi tentang kebenaran cerita dari Wisnu mengenai Ferdian.
"Cepat kamu cari tahu kebenaran dari kabar Ferdian, beritahu aku secepatnya "
Ujar Satria dengan sinis nya saat mengucap nama bajingan itu.
...
Setelah dirasa cukup, Wisnu pun pamit kembali ke kantor pada Nirina yang terlihat sedih dan bingung, terlihat sekali kekhawatirannya pada raut wajahnya yang asri.
Sesekali Wisnu pun menatap wajah sahabat kecilnya itu, dalam hati ingin sekali dia membuat senyum di bibir sahabatnya itu, karena bagaimana pun sebagai sahabat yang baik tentunya Wisnu tidak tega melihat Nirina sedih.
Wisnu berdiri dan coba memalingkan wajahnya agar dia tidak merasa iba melihat kekhawatiran Nirina.
"Aku pamit dulu, hanya itu yang ingin sampaikan sama kamu Rin, jaga diri kamu dan anak-anak disini, jika perlu apa-apa kamu jangan sungkan untuk menghubungi aku, oke"
Dengan tatapan kosong Nirina hanya menjawab "ia " pada Wisnu.
Saat Wisnu melangkah, dia tidak sengaja melihat Satria seperti mengawasinya, dan itu membuat Wisnu curiga padanya, Wisnu coba mengingat ingat wajah Satria yang tidak asing itu, tapi dia masih belum bisa mengingatnya.
"Aku yakin aku pernah bertemu dengan pria itu, tapi bukan di restoran, dimana dan siapa dia, sepertinya dia bukan orang baik?"
Pikir Wisnu dengan tatapannya melihat ke arah Satria yang sedang bermain dengan pisaunya.
Nirina pun berdiri dan mengantar Wisnu sampai kedepan pintu rumah.
"Wisnu, tunggu sebentar, tolong sampaikan pada mas Ferdian jika sempat hubungi anak-anak, karena mereka selalu menanyakan keadaannya, aku mengerti dengan kesibukan dia, tapi tidak dengan mereka, mereka sangat merindukan papanya"
__ADS_1
Pinta Nirina pada Wisnu untuk menyampaikan pesannya pada Ferdian.
Wisnu pun mengangguk dan tersenyum pada Nirina,