Tergoda Cinta Dunia Maya

Tergoda Cinta Dunia Maya
Minta maaf


__ADS_3

Mendengar Marina tidak ada di rumah Wisnu pun segera keluar untuk mencarinya, karena dia takut Marina tidak terima dengan semua kebenaran tentang ayahnya.


Sementara itu, Marina dan Satria bergegas untuk pulang.


Sepanjang perjalanan Marina dan Satria sangat asik bicara sehingga tercipta kehangatan dan kenyamanan diantara keduanya.


Marina yang biasanya tidak pernah bersikap hangat pada orang asing dan cenderung cuek, saat itu entah magic apa yang Satria gunakan, sehingga Marina bisa bersikap baik pada Satria.


"Oh ya nak, tapi maaf ya, om cuma bisa antar kamu sampai depan gerbang saja, om tidak bisa antar kamu sampai depan rumah"


"Loh kenapa om?"


"Tidak apa nak, om ada pekerjaan lain, tapi kamu tenang saja, om akan pastikan kamu selamat sampai masuk kedalam rumah, karena om akan pantau kamu dari luar hihi"


Marina tersenyum,


Dalam hati dia berkata andai papanya bisa bersikap seperti Satria, meskipun dia ada pekerjaan penting, tapi dia berusaha mementingkan keselamatan dirinya meski dia bukan siapa-siapa?


"Andai aku terlahir jadi anakmu?"


Tanya dan khayalan Marina yang mustahil


Hingga akhirnya mereka pun tiba tepat di depan gerbang rumah Nirina.


Disana terlihat Nirina sedang menunggu Marina pulang dengan cemas.

__ADS_1


Nirina nampak mengepalkan tangan dengan ponsel yang dia pegang dan sesekali.twrus berucap.


"Marina dimana kamu nak? Sudah sore seperti ini kamu belum pulang juga"


...


"Lihatlah bundamu sangat mencemaskan mu, minta maaf padanya karena kamu pulang terlambat oke"


Pinta Satria pada Marina untuk meminta maaf pada Nirina.


"Ia om terima kasih, kapan kapan kita bisa berjumpa lagi ya"


Jawab Marina tersenyum melepas kepergian Satria.


"Tentu saja sayang, kita akan berjumpa lagi, karena urusan kita belum selesai"


Tukas hati jahat Satria.


Saat melihat Marina datang, Nirina tidak bisa mengendalikan diri.


Dia sangat marah pada Marina karena sudah membuatnya cemas, ponsel Marina pun tidak bisa di hubungi.


"Kamu darimana saja nak? Bunda sangat mencemaskan mu, ponsel kamu mati tidak bisa di hubungi"


"Maafkan Marina bunda, Marina janji Mariana tidak akan mengulanginya lagi"

__ADS_1


Marina meminta maaf dengan jari kelingkingnya sebagai pertanda janji dia pada Nirina.


Nirina pun tidak bisa berlarut dalam marahnya pada Marina karena bagaimana pun dia adalah anaknya, harta terindahnya.


Nirina pun memeluk Marina erat.


Setelah Marina berjanji tidak akan mengulangi kesalahannya lagi, akhirnya keduanya pun masuk kedalam rumah.


Satria yang masih ada disana menyaksikan semua pemandangan harmonis keluarga Ferdian.


"Kamu memang bodoh Ferdian, sangat bodoh, begitu sempurnanya hidupmu dengan memiliki istri secantik Nirina dan anak-anak yang begitu sangat menyayangimu, tapi kamu menyia-nyiakan mereka dengan menikah secara diam-diam dengan wanita lain, pembalasanku belum usai Ferdian, tunggu pembalasanku"


Ujar Satria dalam hati teringat akan dendamnya pada Ferdian yang telah menyebabkan Asri adiknya meninggal.


Setelah melihat semuanya, Satria pun akhirnya pergi dari sana untuk menyusun rencana selanjutnya.


sementara Wisnu masih dalam perjalanan mencari keberadaan Marina yang belum pulang,


"Apa yang harus aku katakan pada Ferdian untuk ini? Astaga?"


Wisnu masih belum tenang sebelum dia benar-benar menemukan Marina dan bertemu dengannya.


Akhirnya dia kembali menghubungi Nirina untuk menanyakan kabar Marina.


"halo Rin, apa Marina sudah pulang?"

__ADS_1


__ADS_2