Tergoda Cinta Dunia Maya

Tergoda Cinta Dunia Maya
Penipuan Shinta


__ADS_3

Nirina pun segera menutup telpon tersebut dan menangis sejadinya, ingin rasanya dia berteriak sekeras mungkin, tapi rasa sesak di dada membuat suaranya seakan tak mampu keluar untuk mewakili perasaannya yang hancur.


Hanya air mata membasahi pipi mewakili hatinya yang sakit saat ini, dengan sesekali dia menggebrak meja sekedar membuktikan jika dia sedang marah dan kecewa.


"Maafkan aku Rin?"


Wisnu meminta maaf untuk semua yang terjadi pada sahabatnya itu.


"Jahat kamu"


Jawab Nirina pada Wisnu,


"Jadi selama ini kamu dan mas Ferdian telah mengkhianati aku, tega kamu Wisnu, tega"


Jawab Nirina sekuat tenaga menahan sesak di dadanya.


"Aku tidak bermaksud mengkhianatimu Rin, aku tidak punya pilihan lain selain diam, karena Ferdian juga melakukan semua itu karena terpaksa, percayalah"


Wisnu coba membela Ferdian untuk semua yang telah dia lakukan dengan Mrs Shinta.


"Terpaksa katamu, terpaksa apa? Kalaupun memang dia terpaksa, dia bisa bicara denganku sebelumnya apa yang terjadi, tidak seperti ini, kamu tidak akan pernah bisa merasakan sakit nya hati ini nu, hatiku sangat hancur, bagaimana aku bisa menghadapi anak-anakku jika mereka tahu papanya telah mengkhianati mereka"


Nirina coba meluapkan semua isi hatinya tentang semua yang terjadi.


Dia juga menceritakan jika saat ini Marina jatuh sakit karena menahan sendiri beban terberat akan kebusukan papanya.


"Marina masih kecil nu, kamu tidak bisa membayangkan bagaimana jadi dia yang harus menyimpan semua rahasia buruk papanya agar aku tidak tahu, agar aku tidak sakit hati, jiwanya bisa saja kuat menyimpan rahasia itu, tapi pada faktanya raganya tidak mampu hingga akhirnya dia jatuh sakit karena memikirkan semua itu, mas Ferdian jahat"


Sekali lagi Nirina menggebrak meja kantor Ferdian dengan sangat keras hingga beberapa dokumen terjatuh.


Dengan air mata yang masih berlinangan, Nirina pun pergi meninggalkan ruang Ferdian.


***


Sementara Ferdian yang saat itu sedang meeting bersama Mrs Shinta dan beberapa klien besar perusahaannya tidak bisa fokus mengingat semua yang Nirina katakan padanya mengenai perceraian.


Sepanjang meeting berjalan, Ferdian terus memikirkan Nirina dan ketiga anaknya.


Dia sangat terkejut dan sedih karena Nirina akhirnya mengetahui penghianatannya.

__ADS_1


"Bagaimana pak Ferdian? Apa semuanya sudah jelas?"


Tanya pak Subroto pada Ferdian saat meeting, namun dia tidak menjawab pertanyaannya karena tidak fokus, hingga Mrs Shinta pun menyenggol lengan Ferdian agar dia sadar dari lamunannya dan mendengar semua pertanyaan dari pak Subroto.


"Ya ada apa?"


Tanya Ferdian saat tersadar dari pikirannya akan Nirina.


Mrs Shinta pun coba menutupi kesalahan Ferdian dengan mengatakan.


"Mohon maaf pak Subroto, pak Ferdian Memeng sedang tidak sehat hari ini, itu sebabnya dia tidak bisa memperhatikan meeting ini dengan baik, sekali saya minta maaf"


Ucap Shinta.


Ferdian pun ikut menimpali dengan mengucapkan kata maaf pada semua Klien yang hadir.


Dan akhirnya meeting pun berakhir.


Ferdian hanya duduk lemas dengan semua pikiran kacaunya.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku harus kembali pada Nirina, aku tidak mau kehilangan istri dan anak-anakku"


Ucap hati Ferdian.


Ferdian tetap diam membisu saat Shinta bertanya padanya.


Hingga akhirnya


"Aku harus kembali ke Jakarta saat ini juga"


Ucapnya pada Shinta Tan.


"Apa yang kamu katakan? Kamu tidak bisa seperti itu? Kamu tidak bisa pergi semau kamu? Ingat masih ada kontrak diantara kita"


Ujar Shinta pada Ferdian dengan ancamannya.


Ferdian pun kembali diam saat Shinta bicara mengenai kontraknya, dia pun mengingat kembali jika kontrak itu hanya untuk 3 bulan, hingga akhirnya dia pun mengatakan jika semua kontrak akan segera berakhir karena ini sudah 3 bulan pernikahannya.


Shinta pun tertawa lepas pada Ferdian dengan memintanya untuk membaca kembali surat kontrak yang di tandatanganinya.

__ADS_1


"Baca lagi dengan baik isi surat kontrak itu"


Ujar Shinta dengan menunjukan surat kontrak di atas mejanya.


Dan betapa terkejut Ferdian saat kembali membaca surat itu, yang ternyata isi perjanjian kontrak menyatakan jika pernikahan akan berlangsung selama 6 tahun, jika salah satu diantara mereka melanggar atau pergi maka semua saham miliknya akan jatuh pada orang yang ditinggalkan.


"Astaga apa apaan ini? Ini tidak tercantum pada kontrak sebelumnya, ini surat palsu, kamu mengubah semua isinya kan? Gila kamu ya"


Ucap Ferdian dengan kemarahan yang sangat tinggi pada Shinta karena telah merubah isi kontraknya.


"Aku tidak merubah isi kontraknya, kamu saja yang tidak teliti membaca semua isi kontrak saat menandatangani itu semua, jadi kamu tidak bisa pergi kemanapun tanpa seijin aku, jika kamu tetap memaksa, maka kamu tahu sendiri apa konsekuensinya."


Jawab Shinta tanpa merasa bersalah.


"Akh "


Teriak Ferdian yang marah karena merasa tertipu oleh Shinta tiba-tiba menyerangnya dengan mendorong dan mencekiknya sampai ke dinding.


"Lepaskan aku"


Shinta coba membela diri dari kemarahan Ferdian yang saat itu sudah meluap, tapi Ferdian yang kalap tidak mengampuni Shinta walau hanya sedetik, dia terus mencekik Shinta dengan sangat keras dan pandangan mata yang penuh dengan kemarahan padanya.


"Kamu penipu Shinta, kamu wanita paling licik sedunia yang pernah aku temui, karena kamu aku rela menghianati istri dan anak-anakku, tapi kamu malah memanfaatkan aku seperti ini, tidak Shinta, tidak, aku tidak akan pernah mengampuni kamu"


Ucap Ferdian yang tidak mampu mengontrol amarahnya.


"Lepaskan aku Ferdian lepaskan"


Kata Shinta dengan semua tenaga yang tersisa dan napas yang terengah meminta Ferdian untuk melepaskannya.


Ferdian pun melepaskan cengkraman tangannya dan membanting Shinta ke lantai dengan sangat keras hingga kepalanya Shinta terbentur di ujung meja, melihat Shinta masih tersadar, Ferdian yang sudah kalap dengan semua amarah ya pada Shinta kembali mencekik Shinta tanpa ampun meski dia meminta Ferdian untuk melepaskannya.


"Maafkan aku Febrian lepaskan aku, lepaskan"


Ujarnya.


"Kamu mau aku melepaskan genggamanku, bukankah kamu tidak ingin jauh dariku hah, tanganku selalu ada untuk kamu sayang".


Jawab Ferdian yang sudah tidak bisa mengendalikan dirinya dan terus mencekik Shinta sampai akhirnya Shinta pun tidak sadarkan diri dan tiada di tangan Ferdian.

__ADS_1


Melihat Shinta sudah tidak bergerak lagi, Ferdian pun tersadar dan panik akan apa yang sudah dia lakukan pada Shinta.


"Astaga apa yang sudah aku lakukan?"


__ADS_2