Tergoda Cinta Dunia Maya

Tergoda Cinta Dunia Maya
Teringat akan Satria


__ADS_3

Nirina pun mengatakan pada Wisnu jika Marina sudah kembali pulang, Wisnu pun merasa sedikit lega, tapi dia takut jika memang Marina sudah tahu semua kebenaran tentang papanya, apakah dia akan mengatakannya pada Nirina?.


Didalam rumah Marina pun terdiam tidak seperti biasanya yang selalu tidak bisa diam.


Bayangan percakapan Wisnu dan papanya pun kembali terngiang di pikirannya.


Dia berpikir haruskan Nirina tahu tentang hal ini?


Melihat bundanya yang cukup khawatir dengannya Marina pun tidak tega jika harus menambah pikiran bundanya dengan penghianatan Ferdian pada bundanya.


Saat Marina duduk, Nirina coba bertanya pelan darimana saja dia? Kenapa dia baru pulang?


"Bunda sangat cemas nak, memangnya kamu darimana saja?"


Tanya Nirina duduk berhadapan dengan Marina di ruang tamu,


Marina pun tertunduk dan meminta maaf pada Nirina karena sudah membuatnya cemas.


"Bunda tidak marah sama kamu, bunda hanya khawatir dan cemas bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi padamu? Apa kamu tidak memikirkan bunda?"


Lanjut Nirina dengan semua kasih sayangnya.


"Marina salah bunda, maaf Marina tidak seharusnya pulang selarut ini, Marina janji, Marina tidak akan mengulanginya lagi"


Dengan mengasingkan jari kelingking Marina meminta maaf dan berjanji pada Nirina jika dia tidak akan mengulangi kesalahannya lagi.


Nirina pun tersenyum dan memeluknya, akhirnya Marina memutuskan untuk tidak memberitahu Nirina akan ayahnya itu sampai dia mengetahui yang sebenarnya dari mulut Ferdian sendiri.

__ADS_1


"Jika sampai papa memang benar melakukan semua ini, papa tega menghianati bunda, maka Marina orang pertama yang akan memberi pelajaran pada papa"


Tekad hati Marina akan semua penghianatan Ferdian.


Tidak lama berselang, Wisnu pun datang ke rumah Nirina untuk memastikan semuanya.


Dan ternyata benar saja, Marina ada di rumah,


Dengan suara batuk nya Wisnu pun memecah keheningan diantara Marina dan Nirina yang sedang saling memeluk satu sama lain.


Ehm


Keduanya pun terkaget dan langsung melihat ke arah Wisnu.


Marina sangat terkejut dengan kedatangan Wisnu di rumahnya, suasana hatinya pun kembali memanas karena teringat semua percakapan mereka.


Tidak ingin sampai melakukan kesalahan Marina pun segera pergi ke kamarnya dengan terburu-buru sebelum Wisnu menyapanya.


Ucap Marina dengan membawa tas sekolahnya dan berlalu meninggalkan Nirina dan Wisnu di ruangan tamu.


Melihat sikap Marina yang terkesan tidak ingin bertemu dengannya, Wisnu pun merasa yakin jika dia memang sudah mengetahui semuanya dari percakapannya tadi di kantor.


"Bagaimana ini? Bagaimana aku bisa meminta Marina untuk tidak bicara pada Nirina sedangkan dia saja tidak ingin bertemu denganku?"


Batin Wisnu mengatakan jika dia harus meluruskan masalah ini segera dengan Marina. bagaimana pun caranya.


Nirina pun bertanya hendak apa dia datang ke rumahnya?

__ADS_1


"Aku hanya kebetulan lewat setelah mencari Marina tadi, setelah aku dengar kabar jika Marina sudah pulang, yasudah aku mampir kesini untuk memastikan jika memang Marina sudah pulang, oh ya tapi kemana chef kamu itu? Apa dia sudah pulang?"


Jawab Wisnu menanyakan keberadaan Satria.


Nirina pun terdiam teringat akan Satria yang pergi dan akan melupakan semua yang terjadi diantara mereka.


Dia juga memikirkan Ferdian yang tidak bisa menghubunginya.


"Menurut kamu apa mungkin mas Ferdian mamang tidak bisa sekali pun menghubungi kami nu? Sepenting itukah pekerjaannya dibanding kami keluarganya yang selalu menantikan kepulangan dan kabar darinya?"


Nirina bertanya pada Wisnu dengan tatapannya yang kosong sedang pikirannya melayang akan sosok Satria.


Wisnu hanya diam dan mendengarkan semua keluhan Nirina pada Ferdian, dia tidak mempunyai hak untuk menjelekkan Ferdian karena itu sama saja dengan menghianati pertemanannya.


Sedangkan Marina yang mendengar semua pertanyaan bundanya pada Wisnu hanya bisa menggerutu dalam hati dengan penuh kebencian.


"Andai bunda tahu? Papa sudah menghianati kita bund, itu sebabnya dia tidak bisa menghubungi kita walau hanya sekali, bukan pekerjaannya yang penting tapi wanita barunya yang lebih penting dari kita"


Gerutu hati Marina dengan linangan air mata karena dia harus menanggung sendiri kekecewaannya pada sang ayah.


Marina pun menyadari jika Wisnu sedang memperhatikannya akhirnya Marina masuk kembali kedalam kamarnya dan mengunci pintunya dari dalam.


Melihat air mata dan kebencian Dimata Marina, Wisnu pun tidak tega dan segera pamit dari rumah Nirina.


***


Ditempat lain, sambil memandang foto Nirina dengan semua kecantikannya yang natural, Satria bergeming jika Nirina tidak akan kuat meninggalkan aku meski hanya satu hari,

__ADS_1


"Aku yakin dia sendiri yang akan mencari ku? Lihat saja nanti"


Satria mengabulkan permintaan Nirina untuk pergi darinya, dan melupakan semua kisahnya, tapi apakah bisa Nirina tanpa Satria?


__ADS_2