Tergoda Cinta Dunia Maya

Tergoda Cinta Dunia Maya
Bunuh diri


__ADS_3

Nirina pun akhirnya kembali pulang ke rumah dengan semua perasaan sedih dan kecewanya, dan saat dia tiba di rumah, Marina sudah menunggunya di ruang tamu, Marina nampak serius menatap Nirina dan Satria.


Tatapan Marina yang tajam pun membuat pertanyaan dalam pikiran Satria,


Apa yang sedang Marina pikirkan tentang dirinya dan Nirina? Sehingga dia menatapnya tajam.


Tanpa bicara sepatah katapun setelah Marina melihat kedatangan mereka, dia pun segera masuk kedalam kamarnya, dan itu sungguh membuat Satria dan Nirina semakin penasaran.


"Marina, kamu kenapa nak?"


Tanya Nirina coba menyusul Marina dan memanggilnya, namun Marina tidak merespon panggilannya. Nirina pun akhirnya coba mengetuk pintu kamar yang sengaja Marina kunci dari dalam.


"Marina, buka pintunya nak? Ada apa?"


Tanya Nirina yang cemas akan anak gadisnya itu karena terdengar dengan jelas Marina sedang menangis di dalam kamar, Satria coba membantu Nirina membujuk Marina agar mau keluar dan bicara padanya.


"Marina sayang, bicaralah apa yang terjadi padamu?"


Tanya Satria di balik pintu kamar Marina.


Marina pun akhirnya keluar dari kamar dan berdiri tepat di hadapan Satria dengan menunjukan lembaran foto yang dia temukan di tasnya Satria.


Foto Ferdian bermesraan dengan Asri, foto jasad Asri dan foto keluarga Satria yang didalamnya ada Asri.


Nirina pun sangat terkejut melihat foto tersebut dan berpikir jika Satria memang tidak bohong, dia adalah kakak dari Asri, sekretaris Ferdian dulu.


Tapi dia lebih terkejut lagi saat melihat foto mesra suaminya dengan perempuan lain, air mata Nirina pun kembali terjatuh tak tertahankan.


"Jadi benar, sejak dulu mas Ferdian telah mengkhianati aku"


Ucap Nirina dengan melihat selembar foto suaminya dengan Asri, dia sangat tidak percaya jika suaminya bisa melakukan penghianatan berkali-kali kepadanya, Marina pun memeluk bundanya yang sangat sedih akan kenyataan pahit mengenai sang ayah.


Marina sendiri coba menguatkan sang bunda agar dia bisa tetap tegar dan kuat menerima semua kepahitan ini.


"Bunda tidak boleh sedih, bunda harus tegar dan kuat, kami butuh bunda untuk bertahan, bunda jangan menangis lagi"


Ucap Marina dalam pelukan sang bunda, dan itu semakin membuat hati Nirina tersayat.


Satria pun tertunduk seakan pasrah jika setelah ini Nirina akan membenci dan mengusirnya, karena dia memang pantas menerima semua itu atas hadirnya dia dalam hidup Nirina yang sudah direncanakan untuk balas dendam.


Satria mundur satu langkah dari Nirina, dia menyadari jika dia tidak pantas untuknya, dia terlalu jahat untuk wanita sebaik Nirina.


Namun saat Satria hendak pergi, Marina menghentikan memanggil Satria dan memeluknya.


"Jangan pergi om Satria, kami pun sangat butuh om disini"

__ADS_1


Ujar Marina menggenggam tangan Satria dan bundanya.


Keduanya pun saling menatap heran, mengapa Marina terlihat menerima Satria sedangkan dia tahu jika dia datang dalam hidup bundanya hanya ingin membalaskan dendam kematian sang adik oleh suaminya.


"Om Satria boleh saja dendam pada papa? Tapi om tidak bisa membenci bunda, karena om sangat mencintai bunda"


Ujar Marina seolah mengerti akan perasaan kedua insan itu.


Nirina pun hanya bisa diam mendengarkan semua yang Marina katakan padanya.


"Sebelumnya aku ingin meminta maaf lagi kepadamu Nirina, aku minta maaf untuk semua niat buruk ku kepadamu, aku memang sengaja masuk di dunia Maya mu untuk menggoda kamu karena aku ingin melihat Ferdian hancur dan merasakan bagaimana sakitnya ditinggalkan oleh orang yang kita sayangi, aku hanya ingin dia merasakan itu saja, tapi aku salah, aku akui aku salah karena melibatkan kamu yang tidak tahu apa-apa dengan dendamku ini, aku minta maaf Nirina, sekali lagi aku minta maaf, karena aku benar-benar mencintaimu".


Ungkapan hati Satria yang sejujurnya pada Nirina yang ternyata terdengar oleh Ferdian dari pintu depan yang terbuka.


Ferdian yang datang secara tiba-tiba pun akhirnya marah mendengar semua pengakuan Satria kepada istrinya itu.


"Kurang ajar, beraninya kamu mengatakan cinta kepada istriku hah".


Ferdian langsung menghajar pipi Satria dengan sangat keras dan kasar hingga Satria pun terluka.


Namun


"Hentikan mas, hentikan"


Nirina coba melerai dan memisahkan keduanya dengan menghalangi Satria yang hendak Ferdian pukul kembali.


Ujar Ferdian yang marah pada Nirina karena membela Satria.


Dengan tegas, Nirina pun coba membuka suaranya.


"Seharunya mas yang harusnya berpikir, berapa kali mas menghianati aku, tapi kenapa mas seakan tidak meras bersalah telah menduakan aku dari dulu, dan sekarang Kun kamu melakukan hal yang sama, kamu menikah lagi dengan wanita lain diluar sana, tidakkah kamu pikirkan perasaan aku mas, aku hancur, aku sakit hati, terlebih kamu juga menghabisi Asri, adik mas Satria? Dimana hati kamu mas, dimana? Tega kamu mas jahat kamu"


Jawab Nirina dengan semua kebenaran yang terjadi.


Ferdian pun tidak terima dengan semua yang Nirina katakan kepadanya, hingga akhirnya dia pun hampir menampar Nirina di hadapan anaknya, namun berhasil Satria tepis dengan menahan tangan Ferdian yang sebentar lagi mendarat di pipi merah Nirina.


"Tidak jangan"


Teriak histeris Marina yang menyaksikan semua itu dengan kedua matanya.


"Papa jahat, papa jahat"


Ujar Marina semakin membuat Ferdian marah, dia pun akhirnya kembali menghajar Satria yang ada di hadapannya.


Keduanya pun kini adu jotos satu sama lain, Nirina sendiri tidak bisa memisahkan memisahkan keduanya, begitupun Marina dia terus berteriak ketakutan melihat pertikaian keduanya.

__ADS_1


"Tolong, tolong"


Nirina coba berteriak meminta tolong, hingga akhirnya polisi pun datang ke rumah Nirina untuk menangkap Ferdian yang telah menghabisi Mrs Shinta Tan dengan kedua tangannya.


Dor


Satu tembakan polisi layangkan ke udara untuk menghentikan adu jotos diantara keduanya,


"Angkat tangan, jangan bergerak, "


Peringatan pak polisi kepada Ferdian dan Satria, keduanya pun angkat tangan dan coba berdamai dengan polisi dengan menuruti perintahnya.


Polisi pun memborgol Ferdian.


"Ada apa ini pak? Kenapa anda menangkap saya?"


Tanya Ferdian tidak merasa berdosa.


"Kami mendapat laporan dari kepolisian kota Batam jika anda telah menghabisi seorang perempuan bernama Mrs Shinta Tan di dalam kantor, dan saat ini jenazah sedang dilakukan autopsi, itu sebabnya kamu menangkap bapak"


Semua pun terkejut mendengar kabar dari polisi itu.


Ferdian pun terus memanggil Nirina.


"Nirina dengarkan aku, ini tidak benar, aku tidak menghabisi siapapun, aku adalah pria yang baik Rin, aku tidak pernah menghianati kamu, percayalah"


Ujar Ferdian saat hendak di tangkap oleh polisi.


Dalam hati, Nirina berucap bukti sudah di depan mata, mas Ferdian seolah tidak merasa bersalah karena telah menghabisi nyawa dua wanita yaitu Asri dan Mr Shinta Tan.


Ferdian pun akhirnya di ringkus polisi dan ditetapkan sebagai tersangka dengan hukuman maksimal 20 tahun dan itu membuatnya sangat depresi hingga akhirnya bunuh diri.


Nirina sendiri kini mulai menata hidupnya yang damai dengan ketiga anaknya tanpa Ferdian disisinya.


Karena dia telah mendapat seorang sahabat yang selalu ada untuknya dalam keadaan apapun,


Sahabat itupun dia kenal dari media sosialnya yang tak lain adalah Satria.


TAMAT


Hay reader mohon maaf ya jika ceritanya masih banyak kekurangan, author juga masih banyak belajar, tapi semoga semua terhibur 🥰🥰 jangan lupa mampir juga di cerita MAHEER QIRANI yang lainnya ya, 🥰


Nah sekarang sejenak kita pindah tema ke cerita petualangan yuk..simak ceritanya oke


Eliezer

__ADS_1


Thank u 😘😘



__ADS_2