
Satria pun bertanya sedang apa Nirina ada di tengah jalan seperti ini? Dan mengapa dia menutup bagasi depan mobilnya?
Nirina pun mengatakan jika mobilnya mogok.
"Entahlah ada apa dengan mobilku, karena sudah lama juga aku tidak memakai mobil ini, biasanya pak Eman yang selalu mengantar anak-anak sekolah, tapi hari ini dia ambil cuti untuk waktu yang cukup lama"
Satria pun coba melihat kerusakan apa yang terjadi pada mobilnya,
Satria coba mengotak atik mesin mobil Nirina namun masih saja tidak bisa menyala.
Dengan wajah yang belepotan dengan oli, Satria meminta maaf pada Nirina karena dia tidak bisa membantunya memperbaiki mobilnya.
"Maafkan aku Rin, sepertinya mobil kamu memang harus dibawa ke bengkel, tapi kamu tenang saja, aku ada teman yang bekerja di bengkel mobil, biar aku hubungi dia untuk membawa mobil kamu disini, oke"
Ucap Satria pada Nirina.
"Ya terimakasih sebelumnya"
Jawab Nirina, saat melihat ada noda oli di pipi dan kening Satria, Nirina pun segera membawa tissue basah di tas nya dan langsung membersihkan noda itu.m
Nirina mengusap lembut pipi Satria dengan tangannya, dan itu membuat Satria sangat terkejut, Satria melihat jelas kecantikan Nirina yang natural, dan itu membuat detak jantungnya berdegup kencang.
"Maafkan aku ya, karena aku wajah kamu jadi kotor"
Tanpa rasa sungkan Nirina terus mengusap setiap noda yang ada di wajah Satria dengan penuh perhatian, dan sesekali Nirina meniup pipi Satria yang membuat hatinya merasakan ada getaran lain pada Nirina.
"Sudah bersih, "
Ucap Nirina dengan senyumnya setelah selesai membersihkan noda di wajah Satria, Nirina pun kini menatap wajah tampan itu dengan sangat dalam, wajah yang selalu ada dalam pikirannya akhir-akhir ini.
__ADS_1
Nirina segera tersadar dari lamunan tatapannya pada wajah yang memukau itu.
Dengan gugup Nirina pun langsung sedikit menjauh dari Satria.
"Maafkan aku sepertinya aku harus segera pulang, aku belum menyiapkan makanan siang untuk mereka pulang nanti".
Ucap Nirina pamit pada Satria.
Satria pun mengatakan jika di daerah sini jarang sekali ada taksi, pesan online pun akan terlalu lama menunggu, dia pun menawarkan diri untuk mengantarkan Nirina dengan motor besarnya itu.
"Tapi bukankah kamu hendak pergi bekerja? "
Tanya Nirina yang mencemaskan Satria jika mengantar dirinya.
"Tenang saja, nanti akan saya beritahu karyawan yang lain di restoran jika saya akan datang terlambat"
Mendengar jawaban Satria, Nirina pun terkejut, dia menyimpulkan jika ternyata Satria adalah seorang pemilik restoran.
Dengan tersenyum Nirina bertanya.
Satria pun membalas senyuman Nirina kepadanya.
Akhirnya Nirina pun naik motor Satria dengan hati-hati.
Karena sudah lama juga dirinya tidak naik motor, terakhir kali dia naik motor mungkin saat masih memiliki Marina.
"Sudah lama sekali aku tidak naik motor, aku jadi sedikit takut, dan ada apa dengan perasaanku ini, rasanya aneh sekali?"
Tanya hati Nirina yang merasa perasaannya tidak menentu.
__ADS_1
"Kamu sudah siap?"
"Ya"
"Nanti kamu beritahu saja arah jalan nya ya?"
"Baiklah"
Nirina tidak percaya jika saat ini dirinya duduk berdua dengan pria yang selalu membayanginya setiap waktu, pria yang selalu memberi perhatian lebih padanya disaat Ferdian sangat sulit untuk di hubungi.
Satria pun melajukan motornya dengan pelan agar Nirina merasa nyaman,
Sepanjang jalan keduanya hanya diam, merasa sungkan akhirnya Nirina coba membuka suara dengan mengatakan jika
"Di depan belok kanan ya".
Ucap Nirina mengarahkan jalan pada Satria.
"Baiklah"
Disaat Satria hendak belok, tibatiba saja sebuah bola sepak datang tepat dihadapan laju jalan motornya, sehingga dengan terpaksa Satria menghentikan motornya dengan tiba-tiba dan itu membuat Nirina sangat terkejut sehingga dengan erat Nirina memeluk Satria ketakutan.
"Awas"
Teriak Nirina sebelum Satria menghentikan laju motornya.
Nirina masih belum berani membuka matanya ketika melihat bola yang menghalangi jalannya, hingga disaat motor dirasa sudah berhenti dengan baik dan dirinya merasa sudah baik-baik saja, akhirnya Nirina pun membuka matanya.
Tangan Nirina masih memeluk erat Satria dari belakang.
__ADS_1
"Semua baik-baik saja, kamu jangan khawatir"
Ucap Satria coba Menenangkan Nirina.