Tergoda Cinta Dunia Maya

Tergoda Cinta Dunia Maya
Bahagiakan bunda


__ADS_3

Marina sangat terkejut melihat pemandangan indah di depan matanya saat ia membuka kan pintu,


Setelah sekian lama, baru kali ini dia melihat bundanya tertawa lepas seperti itu.


Marina pun heran siapa yang telah membuat bundanya bahagia seperti itu?


"Apa bunda tertawa karena papa?"


Tanya hati Marina.


Namun ternyata saat melihat ke arah sudut dapur, dia melihat Satria yang juga sama tersenyum bahagia dengan polesan caos di pipinya dan bajunya yang penuh dengan tepung.


Namun meskipun begitu, bundanya sangat lepas mentertawakan Satria dengan keadaan seperti itu.


Marina pun tersentuh dengan semua yang Satria lakukan pada bundanya, Marina terharu dan menitikkan air mata melihat bunda tercintanya bisa sebahagia itu.


"Andai bunda tahu, Marina tidak bisa membayangkan betapa hancurnya perasaan bunda jika tahu papa disana sudah menikah lagi bund, mungkin bunda tidak akan pernah bisa tertawa lepas seperti ini lagi"


Kehadiran Marina pun disadari oleh Satria, Nirina pun terkejut dan takut jika Marina sampai mengetahui jika dirinya sudah menghianati papanya.


"Marina"

__ADS_1


Ucap Nirina segera menghampiri Marina yang sedang mengusap air matanya.


Namun bukannya membalas pelukan Nirina, Marina justru berlari ke arah Satria dan memeluknya selayaknya pelukan seorang anak pada ayahnya.


Dengan penuh air mata Marina memeluk Satria dan mengucapkan terimakasih padanya.


"Terimakasih om, terimakasih"


Sungguh sebuah ucapan yang tidak sepantasnya Satria dapatkan dari Marina, pikir Satria.


Nirina pun heran mengapa Marina terlihat sangat tertekan dan sedih seperti itu?


Dengan suara yang pelan, Satria pun bertanya mengapa dia berterimakasih padanya? Apa sebenarnya yang terjadi?


"Kebahagiaan bunda adalah segalanya bagiku om, terimakasih karena om tawa bunda kembali, Marina berharap om tidak akan pernah menyakiti bunda seperti papa"


Sebuah kalimat yang tak sengaja Marina ucapkan pada Satria yang membuatnya berpikir mungkinkah Marina sudah mengetahui kejahatan Ferdian?


Satria pun dibuat terdiam dengan semua ucapan Marina


Kepadanya, dia merasa jika Marina sangat berharap kepadanya akan kebahagiaan sang bunda.

__ADS_1


Hari kecil Satria pun kini mulai merasa bersalah karena telah melibatkan Nirina yang tidak bersalah dalam misi pembalasannya.


"Andai kamu tau nak, aku tidak sebaik yang kamu kira"


Pikir Satria kala memandang wajah Marina, diapun hanya membalas pelukan Marina dengan mengatakan,


"Ya, kamu tenang saja, bunda kamu pasti akan selalu bahagia"


Jawab Satria membuat Marina merasa tenang.


Dari kejauhan Nirina heran mengapa Marina bersikap berlebihan seperti itu pada Satria, padahal sebelumnya dia takut jika Marina akan marah padanya karena dia membawa pria lain ke rumahnya. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, Marina seperti sangat bahagia dengan kedatangan Satria.


Nirina pun menghampiri keduanya, dia bertanya mengapa Marina pulang secepat ini?


Marina pun mengatakan jika dia sedang tidak enak badan.


"badanku serasa letih bund, kayaknya aku tidak enak badan, kepalaku juga sedikit pusing, itu sebabnya aku ijin pulang lebih awal pada Bu guru"


mendengar Marina tidak enak badan, jiwa keibuan Nirina pun langsung muncul, dengan cemas dia meminta Marina untuk segera istirahat,


"Bunda akan telpon dr Evelin, tunggu sebentar ya"

__ADS_1


Nirina pun segera menghubungi dr keluarganya itu.


Nirina sama sekali tidak bisa diam melihat anaknya sakit, semua ucapan dan ocehannya mengingatkan Satria pada sosok adik tercintanya itu Asri, perhatiannya pun sama, dia tidak bisa menahan air matanya jika sudah teringat akan sosok Asri.


__ADS_2